ISPU Tembus 226, SMA-SMK dan SLB Jambi Terapkan Belajar Daring

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI,JS- Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas pendidikan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi kembali mengalami penyesuaian.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi meminta sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Jambi serta Kabupaten Muaro Jambi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari ke depan.

Kebijakan tersebut muncul setelah kualitas udara di wilayah Jambi mengalami penurunan. Pemerintah mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai salah satu indikator utama dalam menentukan pola pembelajaran bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M Umar MY, mengatakan sekolah SMA dan SMK di Kota Jambi serta Muaro Jambi akan menjalankan pembelajaran secara daring selama kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara normal.

“Untuk tiga hari ke depan, SMA-SMK se-Kota Jambi dan Muaro Jambi melaksanakan pembelajaran daring,” kata Umar, Senin (28/9/2026).

Kualitas Udara Jadi Pertimbangan Sekolah

Keputusan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mempertimbangkan perkembangan kualitas udara sekaligus informasi dari jajaran kepala sekolah di daerah.

Umar menjelaskan, pihaknya menerima informasi dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) kabupaten dan kota. MKKS kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebelum sekolah mengambil langkah pembelajaran jarak jauh.

“Ini berdasarkan informasi yang kita terima juga dari MKKS yang telah berkoordinasi dengan pihak Disdik,” ujarnya.

Dengan kebijakan tersebut, siswa tidak perlu datang ke sekolah selama periode PJJ berlangsung. Sebaliknya, sekolah mengalihkan proses belajar mengajar ke sistem pembelajaran daring sesuai kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

Langkah ini sekaligus memberikan ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan kegiatan pendidikan dengan kondisi lingkungan tanpa menghentikan proses belajar siswa.

Baca Juga :  Karhutla Tebo Masih Jadi Ancaman, Status Siaga Darurat Berakhir 30 September 2026

PJJ Berlaku Selama Tiga Hari

Untuk tahap awal, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menetapkan pembelajaran daring selama tiga hari ke depan.

Namun, kebijakan tersebut tetap mengikuti perkembangan kualitas udara. Artinya, sekolah perlu memantau kondisi udara secara berkala sebelum kembali menjalankan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Jika kualitas udara kembali membaik dan pemerintah menilai kondisi sudah aman bagi siswa maupun tenaga pendidik, sekolah dapat kembali menjalankan kegiatan belajar secara langsung.

Sebaliknya, apabila kualitas udara masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, sekolah perlu mengikuti arahan pemerintah dan Dinas Pendidikan.

Karena itu, orang tua dan siswa perlu memperhatikan informasi resmi dari sekolah selama masa penerapan PJJ.

ISPU Jambi Tembus 226

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jambi, Ariansyah, menjelaskan bahwa angka ISPU turut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pembelajaran.

Menurut Ariansyah, ketika ISPU berada di atas angka 200, sekolah perlu menerapkan pembelajaran jarak jauh.

“Kalo ISPU di atas 200 itu harus PJJ. Nah, saat ini 226, berarti Pembelajaran Jarak Jauh,” ujar Ariansyah.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara telah memasuki kondisi yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Karena itu, pemerintah meminta sekolah tidak mengabaikan perkembangan ISPU. Pemantauan secara berkala menjadi penting karena kondisi udara akibat kabut asap dapat berubah mengikuti aktivitas karhutla, arah angin, cuaca, dan faktor lingkungan lainnya.

Pembelajaran Tetap Berjalan Secara Daring

Meski siswa tidak mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas, sekolah tetap menjalankan proses pendidikan.

Ariansyah mengatakan sekolah dapat menggunakan berbagai sarana pembelajaran daring, termasuk aplikasi konferensi video seperti Zoom.

Dengan metode tersebut, guru tetap dapat memberikan materi, menjelaskan pelajaran, memberikan tugas, serta berkomunikasi dengan siswa tanpa mengharuskan mereka datang ke sekolah.

Model pembelajaran daring juga memungkinkan sekolah tetap menjalankan agenda akademik selama pemerintah masih menerapkan pembatasan aktivitas akibat kualitas udara.

Karena itu, orang tua perlu memastikan anak memiliki akses terhadap perangkat dan jaringan internet yang memadai. Di sisi lain, sekolah juga perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi siswa agar kegiatan belajar tetap berjalan secara efektif.

Baca Juga :  Petani Kerinci Buka Suara soal P3-TGAI Tahap I, BWSS VI Jambi Diminta Turun Langsung: Jangan Terima Kelompok Tani Titipan di Tahap II

Orang Tua Diminta Memantau Informasi Sekolah

Penerapan PJJ selama tiga hari ke depan membuat peran orang tua kembali menjadi penting.

Selama siswa belajar dari rumah, orang tua perlu membantu memastikan anak mengikuti jadwal pembelajaran yang sekolah tetapkan. Selain itu, orang tua juga perlu memantau informasi terbaru mengenai kondisi udara dan perubahan kebijakan pendidikan.

Sekolah dapat menyampaikan jadwal, materi, tugas, serta informasi pembelajaran melalui berbagai saluran komunikasi yang selama ini digunakan.

Dengan komunikasi yang baik antara sekolah, siswa, dan orang tua, perubahan sistem pembelajaran diharapkan tidak mengganggu proses pendidikan.

Pada saat yang sama, orang tua juga perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah ketika kualitas udara masih buruk.

Sekolah Harus Terus Memantau ISPU

Pemerintah Provinsi Jambi meminta setiap sekolah mengikuti perkembangan ISPU melalui sumber resmi pemerintah.

Pemantauan tersebut penting karena kondisi kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu. Sekolah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi udara yang terlihat secara kasatmata.

Kabut asap yang tampak tipis belum tentu menunjukkan kualitas udara sudah aman. Karena itu, data ISPU menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan kegiatan sekolah.

Ariansyah meminta sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan apabila muncul kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kami minta sekolah terus memantau ISPU dari sumber resmi pemerintah dan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut,” tegasnya.(*)

Berita Terkait

Pemkab Merangin Perketat Pengawasan Dana BOSP, Sekda Minta Setiap Rupiah Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran
Kabar Baik untuk Warga Bungo! Tiket Pesawat ke Jakarta Turun Jadi Segini
Karhutla Tebo Masih Jadi Ancaman, Status Siaga Darurat Berakhir 30 September 2026
Kebakaran Hebat di Pasar Baru Pelompek Kerinci Siang Ini, Satu Rumah Warga Ludes Dilalap Api
Nelayan 23 Tahun Hilang di Perairan Kuala Tungkal, Tim SAR Gabungan Kerahkan RIB untuk Pencarian
Soal Kisruh Bimtek BPD, Walikota Sungai Penuh Diminta Evaluasi Kinerja Kadis PMD
GRADE+ Resmi Hadir di Kota Jambi, Internet Unlimited 100 Mbps Mulai Rp210 Ribu, Gratis Instalasi
Kerajinan Sungai Penuh Bidik Pasar Nasional, Sri Kartini Alfin Dorong Perajin Naik Kelas dan Terus Berinovasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:31 WIB

Pemkab Merangin Perketat Pengawasan Dana BOSP, Sekda Minta Setiap Rupiah Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

Senin, 28 September 2026 - 14:01 WIB

ISPU Tembus 226, SMA-SMK dan SLB Jambi Terapkan Belajar Daring

Senin, 28 September 2026 - 10:30 WIB

Kabar Baik untuk Warga Bungo! Tiket Pesawat ke Jakarta Turun Jadi Segini

Minggu, 27 September 2026 - 20:31 WIB

Karhutla Tebo Masih Jadi Ancaman, Status Siaga Darurat Berakhir 30 September 2026

Minggu, 27 September 2026 - 14:01 WIB

Kebakaran Hebat di Pasar Baru Pelompek Kerinci Siang Ini, Satu Rumah Warga Ludes Dilalap Api

Berita Terbaru