Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menjadi salah satu informasi penting bagi masyarakat yang berencana membeli valuta asing, melakukan transfer internasional, hingga menerima penghasilan dalam mata uang dolar. Pada Jumat, 2 Oktober 2026, sejumlah bank besar menyediakan kurs dolar AS dengan nilai beli dan jual yang berbeda sesuai jenis transaksi serta waktu pembaruan.

Bagi nasabah, mengetahui kurs terbaru sebelum bertransaksi dapat membantu memperkirakan biaya yang perlu disiapkan. Perbedaan harga jual beberapa puluh hingga ratusan rupiah per dolar juga bisa memengaruhi total pengeluaran, terutama ketika transaksi mencapai ribuan dolar.

Berdasarkan informasi resmi perbankan yang tersedia pada awal perdagangan, BCA mencatat kurs e-Rate dolar AS sebesar Rp17.905 untuk kurs beli dan Rp17.995 untuk kurs jual. Sementara itu, BRI mencatat kurs beli Rp17.815 dan kurs jual Rp18.115 pada pembaruan pagi 2 Oktober 2026.

BNI juga menampilkan kurs dolar AS melalui beberapa kategori transaksi, yakni special rate, TT Counter, dan Bank Notes. Adapun nasabah Bank Mandiri perlu memeriksa pembaruan terbaru melalui kanal resmi bank karena waktu pembaruan kurs dapat berbeda.

Kurs Dolar AS Hari Ini di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Masyarakat perlu memperhatikan tujuan transaksi sebelum membandingkan harga. Jika ingin menukarkan dolar AS menjadi rupiah, perhatikan kurs beli. Namun, jika ingin membeli dolar untuk perjalanan atau pembayaran ke luar negeri, perhatikan kurs jual.

Berikut rangkuman kurs dolar AS berdasarkan informasi yang tersedia pada 2 Oktober 2026.

Bank-Jenis kurs- Kurs beli USD- Kurs jual USD

  • BCA- e-Rate- Rp17.905- Rp17.995
  • BRI- E-Rate- Rp17.815- Rp18.115
  • BNI- Special Rate- Rp17.905- Rp17.995
  • BNI- TT Counter- Rp17.735- Rp18.035
  • BNI- Bank Notes- Rp17.800- Rp18.100

Sumber: halaman kurs resmi BCA, BRI, dan BNI. Data setiap bank memiliki waktu pembaruan berbeda. Kurs dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan ketentuan transaksi.

Catatan: Tabel tersebut belum memuat angka terbaru Bank Mandiri untuk 2 Oktober. Oleh sebab itu, nasabah sebaiknya mengecek halaman resmi Bank Mandiri sebelum melakukan transaksi dan tidak menggunakan kurs hari sebelumnya sebagai patokan harga terkini.

1. Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini

BCA mencatat kurs e-Rate dolar AS sebesar Rp17.905 untuk kurs beli dan Rp17.995 untuk kurs jual pada pembaruan 2 Oktober 2026 pukul 06.25 WIB.

Artinya, nasabah yang menjual dolar AS kepada BCA akan menggunakan kurs beli sesuai ketentuan transaksi. Sebaliknya, nasabah yang membeli dolar melalui layanan e-Rate akan mengacu pada kurs jual.

Baca Juga :  Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Sebagai gambaran, seseorang yang ingin membeli US$1.000 menggunakan kurs jual Rp17.995 perlu menyiapkan dana sekitar Rp17.995.000. Perhitungan tersebut belum memasukkan kemungkinan biaya tambahan atau ketentuan khusus dari bank.

BCA juga menyediakan kategori TT Counter dan Bank Notes. Namun, data yang tersedia untuk kedua kategori tersebut berasal dari pembaruan 1 Oktober 2026.

Pada TT Counter, BCA mencatat kurs beli Rp17.755 dan kurs jual Rp18.035. Sementara itu, Bank Notes mencatat angka yang sama, yakni Rp17.755 untuk beli dan Rp18.035 untuk jual.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa nasabah perlu memeriksa jenis kurs yang sesuai dengan kebutuhan. Kurs e-Rate digunakan untuk transaksi melalui layanan perbankan elektronik, sedangkan transaksi uang kertas fisik perlu memperhatikan ketentuan Bank Notes.

Nasabah dapat melihat informasi terbaru melalui halaman resmi Kurs BCA.

2. Kurs Dolar AS di Bank Mandiri

Bank Mandiri menyediakan informasi kurs valuta asing melalui halaman resmi yang menampilkan Special Rate, TT Counter, dan Bank Notes.

Ketiga kategori tersebut memiliki ketentuan berbeda. Special Rate merupakan kurs indikatif untuk transaksi dengan nominal tertentu sesuai persyaratan bank. Sementara itu, TT Counter dan Bank Notes memiliki karakter transaksi masing-masing.

Untuk transaksi dolar AS pada 2 Oktober 2026, nasabah sebaiknya mengecek langsung halaman resmi Bank Mandiri sebelum menentukan jumlah rupiah yang perlu disiapkan.

Langkah ini penting karena kurs yang tercantum pada halaman bank dapat memiliki waktu pembaruan berbeda. Dengan memeriksa informasi terbaru, nasabah dapat menghindari penggunaan angka yang sudah tidak sesuai dengan kondisi transaksi.

Nasabah dapat membuka halaman resmi Kurs Bank Mandiri untuk melihat kurs beli, kurs jual, serta kalkulator valuta asing.

3. Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini

BRI mencatat kurs dolar AS sebesar Rp17.815 untuk beli dan Rp18.115 untuk jual melalui layanan E-Rate pada pembaruan 2 Oktober 2026 pukul 07.46 WIB.

Informasi tersebut berlaku untuk transaksi dengan nilai kurang dari ekuivalen US$2.500 sesuai keterangan pada halaman kurs BRI.

Dengan kurs jual Rp18.115, nasabah yang ingin membeli US$1.000 perlu menyiapkan sekitar Rp18.115.000 sebelum memperhitungkan biaya lain jika ada.

Sementara itu, nasabah yang menjual US$1.000 kepada bank dengan kurs beli Rp17.815 akan memperoleh sekitar Rp17.815.000 sebelum memperhitungkan ketentuan transaksi yang berlaku.

Perhitungan tersebut menggunakan kurs indikatif yang tercantum pada halaman bank. Nilai akhir transaksi tetap mengikuti kurs yang berlaku ketika nasabah melakukan transaksi.

BRI juga menyediakan informasi kurs untuk berbagai mata uang asing, seperti dolar Singapura, euro, yen Jepang, pound sterling, ringgit Malaysia, dan dolar Australia.

Nasabah dapat memeriksa kurs terbaru melalui halaman resmi Kurs BRI.

Baca Juga :  Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

4. Kurs Dolar AS di BNI Hari Ini

BNI menyediakan beberapa pilihan kurs untuk kebutuhan transaksi valuta asing. Berdasarkan informasi yang tersedia, pembaruan terakhir yang tercantum pada halaman resmi BNI berasal dari 1 Oktober 2026 pukul 19.35 WIB.

Untuk kategori Special Rate, BNI mencatat kurs beli dolar AS Rp17.905 dan kurs jual Rp17.995.

Pada kategori TT Counter, BNI mencatat kurs beli Rp17.735 dan kurs jual Rp18.035. Sementara itu, kategori Bank Notes mencatat kurs beli Rp17.800 dan kurs jual Rp18.100.

Ketiga kategori tersebut memberikan gambaran bahwa satu bank dapat memiliki beberapa nilai kurs untuk mata uang yang sama. Oleh karena itu, nasabah tidak cukup hanya melihat nama bank tanpa memeriksa jenis kurs dan waktu pembaruannya.

BNI juga menjelaskan bahwa kurs yang tampil bersifat indikatif dan dapat berubah selama proses transaksi. Nasabah yang melakukan transaksi dalam jumlah besar perlu memeriksa ketentuan khusus serta persyaratan dokumen yang berlaku.

Informasi lebih lanjut tersedia melalui halaman resmi Informasi Valas BNI.

Mengapa Kurs Dolar di Setiap Bank Berbeda?

Perbedaan kurs antarbank merupakan hal yang wajar dalam transaksi valuta asing. Setiap bank menetapkan harga berdasarkan kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, biaya transaksi, jenis layanan, dan kebijakan penetapan kurs masing-masing.

Selain itu, waktu pembaruan juga memengaruhi perbandingan. Kurs yang bank perbarui pada pagi hari belum tentu sama dengan angka yang tercantum pada malam sebelumnya.

Jenis transaksi turut menentukan harga. Kurs untuk transaksi elektronik bisa berbeda dari kurs transaksi melalui loket atau penukaran uang kertas fisik.

Karena itu, masyarakat perlu membandingkan kurs dengan kategori dan waktu yang sepadan. Membandingkan e-Rate satu bank dengan Bank Notes bank lain tanpa memahami perbedaannya dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang tepat.

Simulasi Biaya Membeli Dolar AS Sebanyak US$1.000

Salah satu cara memahami pengaruh kurs adalah menghitung kebutuhan rupiah untuk nominal dolar yang sama.

Berikut simulasi menggunakan kurs jual yang tercantum dalam data awal 2 Oktober 2026.

Bank dan jenis kurs- Kurs jual per USD- Biaya untuk US$1.000

  • BCA e-Rate- Rp17.995- Rp17.995.000
  • BRI E-Rate- Rp18.115- Rp18.115.000
  • BNI Special Rate- Rp17.995- Rp17.995.000
  • BNI TT Counter- Rp18.035- Rp18.035.000
  • BNI Bank Notes- Rp18.100- Rp18.100.000

Simulasi ini hanya menggunakan angka kurs yang tersedia, bukan penawaran transaksi yang dijamin berlaku saat pembelian.

Berdasarkan perhitungan tersebut, selisih biaya antara kurs jual BCA e-Rate dan BRI E-Rate mencapai Rp120.000 untuk pembelian US$1.000.

Namun, angka itu tidak otomatis berarti BCA selalu menawarkan harga lebih rendah daripada BRI. Perbandingan tersebut hanya menggambarkan data yang tersedia pada waktu pembaruan masing-masing.

Jika nasabah hendak membeli dolar dalam jumlah besar, perbedaan kurs dapat memberikan dampak lebih besar terhadap total biaya. Karena itu, sebaiknya periksa harga terkini dan tanyakan apakah bank menyediakan kurs khusus sesuai nominal transaksi.

Apa Itu Kurs Beli, Kurs Jual, dan Spread?

Kurs beli merupakan harga yang bank gunakan ketika membeli mata uang asing dari nasabah. Misalnya, seseorang memiliki dolar AS dan ingin menukarkannya menjadi rupiah. Dalam transaksi tersebut, kurs beli bank menjadi acuan perhitungan.

Sebaliknya, kurs jual merupakan harga yang bank gunakan ketika menjual mata uang asing kepada nasabah. Orang yang membutuhkan dolar untuk perjalanan, pendidikan, atau pembayaran internasional perlu memperhatikan angka ini.

Sementara itu, spread adalah selisih antara kurs jual dan kurs beli pada kategori transaksi yang sama.

Sebagai contoh, BCA mencatat kurs beli Rp17.905 dan kurs jual Rp17.995 pada e-Rate. Selisih keduanya mencapai Rp90 per dolar AS.

Pada BRI, selisih kurs beli Rp17.815 dan kurs jual Rp18.115 mencapai Rp300 per dolar AS.

Spread tersebut tidak sama dengan biaya administrasi. Spread menunjukkan jarak antara harga beli dan jual bank, sedangkan biaya administrasi merupakan pungutan tersendiri jika bank menerapkannya.

Bagaimana Pergerakan Rupiah Memengaruhi Harga Dolar?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat bergerak mengikuti kondisi ekonomi domestik dan global. Sejumlah faktor yang sering diperhatikan pasar antara lain kebijakan suku bunga Amerika Serikat, inflasi, pertumbuhan ekonomi, arus modal asing, serta kondisi perdagangan internasional.

Ketika permintaan terhadap dolar meningkat, nilai dolar terhadap rupiah dapat bergerak naik. Sebaliknya, perubahan sentimen pasar dan meningkatnya permintaan terhadap rupiah dapat memengaruhi arah pergerakan nilai tukar.

Meski demikian, kurs perbankan tidak selalu bergerak dengan angka yang persis sama dengan kurs pasar spot. Bank menetapkan kurs transaksi berdasarkan kebijakan dan jenis layanan masing-masing.

Masyarakat juga perlu membedakan kurs transaksi bank dengan JISDOR, yaitu kurs referensi dolar AS terhadap rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia berdasarkan transaksi antarbank.

Untuk melihat acuan resmi, masyarakat dapat membuka Kurs Transaksi Bank Indonesia.

Tips Sebelum Membeli atau Menjual Dolar AS

Sebelum melakukan transaksi valuta asing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, tentukan tujuan transaksi. Jika ingin membeli dolar, fokus pada kurs jual. Jika ingin menjual dolar, periksa kurs beli.

Kedua, periksa waktu pembaruan. Kurs yang tampil di situs bank bisa berubah selama hari kerja maupun ketika bank memperbarui sistemnya.

Ketiga, bandingkan jenis kurs yang sama. Gunakan e-Rate untuk membandingkan layanan elektronik dengan kategori sejenis. Jika membutuhkan uang kertas fisik, periksa ketentuan Bank Notes.

Keempat, hitung kebutuhan rupiah berdasarkan nominal yang akan ditukar. Cara ini membantu memperkirakan biaya sebelum nasabah memulai transaksi.

Kelima, periksa biaya tambahan dan persyaratan dokumen. Untuk transaksi bernilai besar, bank dapat menerapkan ketentuan khusus sesuai regulasi dan kebijakan yang berlaku.

Terakhir, gunakan kanal resmi bank untuk memastikan kurs sebelum menyelesaikan transaksi. Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar atau angka dari hari sebelumnya.(*)

Berita Terkait

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 28 September 2026: Cek Harga per Gram Semua Kadar, Ada Perubahan Menarik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kurs Dolar AS Hari Ini 2 Oktober 2026: Cek Harga Jual dan Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Berita Terbaru