JAMBI,JS- Kota Sungai Penuh berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026. Kafilah Kota Sungai Penuh sukses menempati posisi empat besar dengan mengumpulkan total 246 poin dari berbagai cabang dan golongan perlombaan.
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Kota Sungai Penuh dalam kompetisi keagamaan tingkat provinsi. Berdasarkan keputusan resmi Dewan Hakim yang ditetapkan pada Sabtu (7/11/2026), Sungai Penuh mampu bersaing dengan sejumlah kabupaten dan kota lainnya hingga masuk jajaran empat daerah dengan perolehan prestasi terbaik.
Keberhasilan ini sekaligus mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus penghargaan kepada seluruh anggota kafilah yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti MTQH ke-55 di Kota Jambi.
Bagi Alfin, raihan 246 poin tersebut bukan sekadar angka dalam klasemen akhir. Lebih dari itu, pencapaian tersebut mencerminkan kesungguhan para peserta dalam mempersiapkan diri, menjalani pembinaan, serta membawa nama baik daerah melalui kompetisi yang mengedepankan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadis.
Wako Alfin Sampaikan Apresiasi kepada Seluruh Kafilah
Alfin mengapresiasi perjuangan seluruh peserta yang telah mengikuti setiap tahapan perlombaan dengan penuh kesungguhan. Ia juga memberikan penghargaan kepada para pelatih, pembina, dan pendamping yang mendukung perjalanan kafilah Kota Sungai Penuh selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, keberhasilan menembus empat besar MTQH tingkat Provinsi Jambi merupakan hasil kerja bersama. Persiapan peserta, pendampingan pelatih, serta dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting yang mengantarkan Sungai Penuh meraih hasil tersebut.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas pencapaian kafilah Kota Sungai Penuh yang berhasil masuk empat besar MTQH tingkat Provinsi Jambi tahun ini. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, pembina, serta pendamping yang telah berjuang dan memberikan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Kota Sungai Penuh,” ujar Alfin.
Ia menilai keberhasilan tersebut harus menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan keagamaan, terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dengan demikian, prestasi MTQH tidak hanya berhenti pada pencapaian peringkat dalam perlombaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.
Raihan 246 Poin Jadi Modal Pembinaan MTQH Berikutnya
Masuknya Sungai Penuh dalam empat besar MTQH Jambi 2026 memberikan modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat program pembinaan peserta pada masa mendatang.
Apalagi, persaingan dalam MTQH tingkat provinsi melibatkan berbagai cabang dan golongan yang membutuhkan kemampuan khusus. Setiap peserta harus menguasai bidang masing-masing melalui latihan rutin, pendampingan, serta persiapan yang matang.
Karena itu, Alfin berharap seluruh pihak terkait tidak menjadikan hasil tahun ini sebagai alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas peserta.
“Jangan cepat berpuas diri. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan. Saya berharap pada MTQH mendatang, kafilah Kota Sungai Penuh mampu meraih prestasi yang lebih baik,” tambahnya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya pembinaan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu menjaga konsistensi pembinaan agar para qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta cabang lainnya mampu meningkatkan kemampuan dan bersaing lebih kompetitif.
Selain itu, evaluasi terhadap hasil perlombaan juga dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi pembinaan berikutnya. Dengan pendekatan yang lebih terarah, Sungai Penuh memiliki peluang untuk memperkuat kualitas kafilah pada penyelenggaraan MTQH mendatang.
Alfin Dorong Generasi Muda Cintai Al-Qur’an dan Hadis
Di balik pencapaian empat besar tersebut, Alfin juga menaruh perhatian terhadap tujuan utama penyelenggaraan MTQH, yakni memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan Hadis.
Ia berharap semangat para peserta selama mengikuti perlombaan dapat menginspirasi generasi muda di Kota Sungai Penuh untuk semakin dekat dengan ajaran Islam.
Menurutnya, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an perlu berjalan seiring dengan pemahaman serta pengamalan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, pembinaan generasi Qurani membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, guru mengaji, pembina keagamaan, hingga pemerintah daerah.
Langkah tersebut penting agar kegiatan MTQH tidak hanya menjadi agenda perlombaan setiap tahun. Lebih jauh, kegiatan ini harus mampu membangun tradisi belajar Al-Qur’an sekaligus melahirkan generasi yang memiliki kecakapan keagamaan dan akhlak mulia.
Sungai Penuh Bidik Prestasi Lebih Tinggi pada MTQH Mendatang
Keberhasilan mengumpulkan 246 poin dan menempati posisi keempat MTQH ke-55 Provinsi Jambi menjadi catatan positif bagi perjalanan pembinaan keagamaan di Kota Sungai Penuh.
Namun, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan pencapaian tersebut. Pembinaan peserta perlu berlangsung secara konsisten, termasuk memperkuat kemampuan pada setiap cabang perlombaan.
Selain mengejar peringkat yang lebih tinggi, pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa para peserta memperoleh pendampingan sesuai bidang keahlian masing-masing.
Dengan persiapan yang lebih matang, pengalaman mengikuti MTQH tahun ini dapat menjadi bekal berharga bagi kafilah Sungai Penuh dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Alfin berharap seluruh peserta tetap menjaga semangat dan terus mengembangkan kemampuan. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi Qurani di Kota Sungai Penuh.
Prestasi empat besar MTQH Jambi 2026 akhirnya menjadi kebanggaan bersama. Raihan tersebut menunjukkan bahwa kafilah Sungai Penuh mampu bersaing di tingkat provinsi sekaligus membuka peluang untuk meraih hasil yang lebih baik pada masa mendatang.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap semangat dan prestasi para peserta dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam perlombaan, tetapi juga berilmu, berakhlak mulia, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman kehidupan.










