MUAROJAMBI,JS- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Muaro Jambi berhasil mengumpulkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 5,6 miliar.
Sebagian besar dana berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyumbang Rp 5,3 miliar. Selain itu, sisanya berasal dari zakat perorangan masyarakat.
Kepercayaan Publik Terhadap Baznas Terus Tumbuh
Ketua Baznas Muaro Jambi, Kasmadi, mengatakan capaian ini menunjukkan publik semakin percaya pada pengelolaan zakat.
“Kesadaran berzakat semakin kuat. ASN menjadi motor penggerak, dan dukungan masyarakat juga meningkat,” kata Kasmadi.
Baznas Salurkan Dana ZIS Melalui Lima Program Unggulan
Kasmadi menegaskan, Baznas langsung menyalurkan dana yang terkumpul melalui lima program unggulan. Pertama, Muaro Jambi Cerdas memberikan dukungan pendidikan. Kedua, Muaro Jambi Peduli memberikan bantuan kemanusiaan. Ketiga, Muaro Jambi Bertaqwa menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Keempat, Muaro Jambi Sejahtera mendorong pemberdayaan ekonomi. Kelima, Muaro Jambi Sehat memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat kurang mampu.
“Kami menyalurkan setiap rupiah sesuai delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Selain itu, kami tetap memegang prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas,” jelasnya.
Fokus pada Pemberdayaan Mustahik
Program ini tidak sekadar menyalurkan bantuan. Dengan demikian, Baznas mendukung mustahik agar keluar dari lingkaran kemiskinan dan meningkatkan mobilitas sosial.
Inovasi dan Kolaborasi untuk Dampak Maksimal
Baznas memperluas layanan melalui digitalisasi pembayaran zakat dan pengembangan kanal informasi publik.
Selain itu, Baznas meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi sosial untuk memastikan setiap program memberikan dampak nyata.
“Kami ingin program tidak berhenti pada penyaluran. Kami ingin mustahik hari ini bisa menjadi muzaki beberapa tahun ke depan,” ujar Kasmadi.
Momentum Penting dalam Pengelolaan Dana ZIS
Kasmadi berharap capaian penghimpunan memperkuat jaring pengaman sosial di Kabupaten Muaro Jambi.
“Tahun ini momentum penting untuk membuktikan bahwa dana ZIS mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepercayaan muzaki menjadi modal utama. Dengan demikian, setiap program harus memberikan bukti nyata, bukan sekadar laporan,” tegasnya.(AN)









