KERINCI,JS– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu banjir dan longsor di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Menurut BMKG, curah hujan sepanjang Desember akan meningkat signifikan. Hujan akan terjadi hampir setiap hari, dengan intensitas ringan hingga lebat, dan kemungkinan disertai petir serta angin kencang.
Kepala BMKG Stasiun Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, mengatakan hujan lebat dapat memicu banjir, banjir bandang, dan longsor. “Sepekan ke depan, 8 hingga 13 Desember, Kerinci dan Sungai Penuh masih berpeluang diguyur hujan sedang hingga lebat. Oleh karena itu, warga di wilayah rawan banjir dan genangan air harus meningkatkan kewaspadaan,” ujar Kurnia saat dialog di RRI Jambi.
Selain itu, Kurnia menjelaskan fenomena atmosfer skala besar, termasuk Siklon Tropis di barat daya Sumatra, turut memengaruhi peningkatan curah hujan. Meski dampaknya tidak sebesar siklon sebelumnya, warga tetap harus mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Curah hujan tercatat 80,9 milimeter pada November dan BMKG memperkirakan naik menjadi 100–200 milimeter pada Desember.
Lebih lanjut, Kurnia menekankan bahwa intensitas dan frekuensi hujan meningkat merata di seluruh wilayah Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh. BMKG meminta masyarakat rutin memantau informasi cuaca resmi dan segera melapor bila menemukan tanda-tanda bencana.
Sementara itu, Kepala BPBD Kerinci, Dedi Andrizal, mengingatkan warga tetap waspada terhadap ancaman banjir dan longsor. “Curah hujan saat ini tinggi. Oleh karena itu, warga harus tetap waspada terhadap banjir dan longsor,” kata Dedi.
Dengan demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Selain itu, warga harus tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih berlangsung beberapa pekan ke depan.(AN)









