JAKARTA,JS– Asam urat bukan hanya dipengaruhi oleh faktor genetik atau usia. Selain itu, pola makan sehari-hari juga memengaruhi munculnya penyakit ini.
Asam Urat dan Peran Purin dalam Tubuh
Tubuh memproduksi asam urat dari purin, zat alami yang terdapat dalam berbagai makanan. Ketika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal menumpuk di sendi, menyebabkan nyeri, bengkak, dan radang.
Menurut jurnal Arthritis & Rheumatology (2020), konsumsi makanan tinggi purin meningkatkan risiko hiperurisemia, faktor utama perkembangan asam urat. Oleh karena itu, kita perlu mengatur pola makan untuk mencegah dan mengelola penyakit ini.
Makanan Pemicu Asam Urat yang Harus Dibatasi
Berikut ini beberapa jenis makanan yang meningkatkan kadar asam urat:
1. Daging Merah
Sapi, kambing, dan domba tinggi purin. Akibatnya, konsumsi rutin memicu serangan asam urat.
2. Jeroan
Hati, ginjal, dan otak hewan kaya purin. Meskipun digemari, jeroan menimbulkan risiko tinggi bagi penderita asam urat. Menurut Mayo Clinic (2022), “Organ meats contain purines that metabolize into uric acid, thus increasing the risk of gout.”
3. Makanan Laut
Ikan teri, sarden, kerang, dan udang tinggi purin. Namun, kita tetap bisa mengonsumsi seafood lain yang rendah purin.
4. Minuman Manis (Fruktosa Tinggi)
Soda dan jus kemasan dengan fruktosa tinggi mempercepat produksi asam urat.
5. Minuman Beralkohol
Bir mengandung purin tinggi, dan alkohol mengganggu ginjal mengeluarkan asam urat. Dengan kata lain, alkohol memperburuk kondisi.
6. Makanan Olahan dan Cepat Saji
Fast food tinggi kalori dan lemak trans. Selain itu, makanan ini memicu inflamasi dan memperburuk kondisi sendi.
7. Kacang-kacangan Tertentu
Kacang tanah, kedelai, serta olahannya seperti tempe dan tahu mengandung purin sedang hingga tinggi. Meski begitu, kita cukup membatasi konsumsinya, tidak perlu menghindari sepenuhnya.(AN)









