Sakit Gigi Picu Sakit Kepala, Ternyata Ini Penyebabnya

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sakit gigi

Ilustrasi Sakit gigi

JAKARTA,JS– Pernah merasakan sakit gigi yang menjalar hingga kepala? Awalnya hanya denyutan di gigi atau gusi, tapi lama-kelamaan kepala terasa berat dan nyeri. Banyak orang mengira hal ini kebetulan, padahal sakit gigi bisa memicu sakit kepala. Bahkan, dalam beberapa kasus, kondisi ini menandakan masalah kesehatan serius.

Sakit gigi muncul karena berbagai hal, mulai dari infeksi, iritasi saraf, gangguan sendi rahang, hingga kebiasaan menggertakkan gigi tanpa sadar. Nyeri gigi sering menjalar ke kepala, leher, atau telinga. Oleh karena itu, penting memahami penyebabnya agar kamu bisa menanganinya dengan tepat.

1. Infeksi Gigi dan Abses

Bakteri dapat menyebabkan abses gigi, yaitu kantong nanah di sekitar gigi. Infeksi ini muncul karena kebersihan mulut kurang, cedera gigi, atau daya tahan tubuh menurun.

Rasa sakit biasanya tajam dan berdenyut. Nyeri bisa menjalar hingga telinga atau leher. Beberapa orang mengalami migrain akibat abses gigi, berupa sakit kepala hebat di satu sisi kepala dan mual. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Oleh karena itu, periksakan gigi ke dokter segera saat muncul gejala.

Baca Juga :  Manfaat Jahe dan Bawang Putih yang Banyak Dicari: Dari Pencernaan hingga Gula Darah

2. Saraf Trigeminal

Saraf trigeminal menghantarkan sensasi dari gigi, gusi, dan rahang ke otak. Saat gigi bermasalah, saraf ini ikut terstimulasi.

Akibatnya, nyeri gigi dapat menjalar ke kepala, termasuk sekitar mata atau pelipis. Dengan kata lain, masalah kecil di gigi bisa berkembang menjadi sakit kepala yang mengganggu.

3. Nyeri Alih (Referred Pain)

Otak kadang salah mengenali asal rasa sakit, fenomena ini disebut nyeri alih.

Nyeri yang berasal dari gigi bisa terasa di kepala, telinga, atau mata. Karena itu, banyak orang mengira mereka mengalami sakit kepala atau sakit telinga, padahal sumber nyerinya tetap di gigi.

4. Kebiasaan Menggemeretakkan Gigi

Bruksisme adalah kebiasaan menggertakkan gigi terlalu kuat, terutama saat tidur. Tekanan ini membuat otot dan sendi rahang tegang, sehingga nyeri bisa menjalar ke kepala.

Baca Juga :  Update Kode Redeem Free Fire 14 Januari 2026, Klaim Hadiah

Sakit kepala akibat bruksisme biasanya terasa seperti tekanan di pelipis, belakang mata, atau sekeliling kepala. Gejala lain meliputi:

  • Nyeri gigi atau rahang saat bangun tidur

  • Bunyi “klik” atau “pop” pada sendi rahang

  • Sulit membuka atau menutup mulut

Dokter gigi biasanya menyarankan penggunaan pelindung gigi (night guard). Selain itu, kamu bisa mengurangi gejala dengan teknik relaksasi, manajemen stres, dan fisioterapi otot rahang.

5. Sinus

Infeksi gigi geraham atas dapat memengaruhi sinus karena letaknya yang dekat rongga sinus. Nyeri gigi mudah menjalar ke wajah.

Gejala sinus meliputi tekanan wajah, hidung tersumbat, dan sakit kepala di dahi atau pipi. Kondisi ini sering membuat orang bingung apakah nyeri berasal dari gigi, sinus, atau keduanya.(AN)

Berita Terkait

Kasus Stroke Usia Produktif Melonjak, BPJS Kesehatan Dorong Skrining Dini dan Pola Hidup Sehat
10 Makanan Penambah Darah untuk Membantu Mengatasi Anemia, Ini Tips agar Zat Besi Terserap Maksimal
Manfaat Edamame untuk Kesehatan, dari Menjaga Gula Darah hingga Meredakan Gejala Menopause
7 Tips Tetap Bugar Setelah Begadang, Nomor 4 Bisa Bantu Pulihkan Fokus
Sering Haus saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Gula Darah Tinggi
Found only in Indonesia—here are the health benefits of cinnamon
Asuransi Kesehatan Kantor vs Pribadi: Mana Lebih Menguntungkan?
7 Health Benefits of Soybeans: How This Affordable Plant Protein Supports Your Heart, Blood Sugar, and Bones
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Kasus Stroke Usia Produktif Melonjak, BPJS Kesehatan Dorong Skrining Dini dan Pola Hidup Sehat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:30 WIB

10 Makanan Penambah Darah untuk Membantu Mengatasi Anemia, Ini Tips agar Zat Besi Terserap Maksimal

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:31 WIB

Manfaat Edamame untuk Kesehatan, dari Menjaga Gula Darah hingga Meredakan Gejala Menopause

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:31 WIB

7 Tips Tetap Bugar Setelah Begadang, Nomor 4 Bisa Bantu Pulihkan Fokus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Sering Haus saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Gula Darah Tinggi

Berita Terbaru