39 Desa di Sarolangun Siap Gelar Pilkades 2026, Pemkab dan Forkopimda Mulai Bergerak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sarolangun, H Hurmin saat memimpin kegiatan penandatanganan nota kesepakatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sarolangun

Bupati Sarolangun, H Hurmin saat memimpin kegiatan penandatanganan nota kesepakatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sarolangun

SAROLANGUN,JS- Pemerintah Kabupaten Sarolangun mulai mempercepat persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Langkah awal itu terlihat melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sarolangun yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026.

Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Sarolangun ingin memastikan pelaksanaan Pilkades berjalan aman, tertib, dan transparan di seluruh wilayah desa.

Bupati Sarolangun, Hurmin menegaskan bahwa pemerintah daerah mulai mengonsolidasikan seluruh pihak terkait agar tahapan Pilkades berlangsung lancar tanpa konflik.

Menurutnya, Pilkades serentak tahun 2026 akan berlangsung di 39 desa yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sarolangun.

“Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder terkait akan melaksanakan Pilkades serentak di Kabupaten Sarolangun. Kami ingin seluruh proses berjalan aman, damai, dan sesuai aturan,” ujar Hurmin.

Pemkab Sarolangun Perkuat Koordinasi Antar Lembaga

Pemkab Sarolangun tidak hanya fokus pada pelaksanaan teknis pemungutan suara. Pemerintah daerah juga mulai memperkuat koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi konflik sosial di tingkat desa.

Selain Forkopimda, pemerintah daerah turut melibatkan camat, pemerintah desa, aparat keamanan, hingga unsur pengawas agar seluruh tahapan Pilkades berjalan maksimal.

Langkah tersebut dinilai penting karena Pilkades sering menghadirkan dinamika politik yang cukup tinggi di tingkat desa. Persaingan antar kandidat kepala desa kerap memicu gesekan apabila pemerintah tidak melakukan pengawasan sejak awal.

Karena itu, Pemkab Sarolangun memilih mempercepat konsolidasi agar seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam menjaga stabilitas daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga ingin memastikan masyarakat memperoleh hak demokrasi secara adil tanpa tekanan maupun praktik politik yang melanggar aturan.

Pilkades Serentak 2026 Jadi Sorotan Warga Desa

Pilkades Serentak 2026 diprediksi menjadi perhatian besar masyarakat desa di Sarolangun. Banyak warga mulai menunggu informasi resmi terkait jadwal tahapan, syarat pencalonan, hingga aturan kampanye.

Tidak sedikit tokoh masyarakat dan pemuda desa yang mulai bersiap menghadapi kontestasi politik tingkat desa tersebut.

Selain menentukan pemimpin desa selama beberapa tahun ke depan, Pilkades juga menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memilih figur yang mampu mempercepat pembangunan desa.

Warga berharap kepala desa terpilih nantinya mampu menghadirkan program nyata, terutama dalam bidang infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pelayanan publik, hingga pengelolaan dana desa yang transparan.

Apalagi, pemerintah pusat saat ini terus mendorong percepatan pembangunan desa sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Rp 3,25 Miliar untuk Pendidikan Sarolangun, Ini Detail Bantuan MDT & Beasiswa

Karena itu, Pilkades Serentak Sarolangun 2026 tidak hanya sekadar agenda politik lokal, tetapi juga berkaitan langsung dengan arah pembangunan desa ke depan.

Faktor Keamanan Jadi Prioritas Utama

Pemkab Sarolangun menjadikan faktor keamanan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Pilkades 2026.

Forkopimda bersama aparat keamanan mulai memetakan potensi kerawanan di sejumlah desa. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengajak seluruh calon kepala desa dan tim pendukung menjaga suasana kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.

Pemkab menilai stabilitas keamanan menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menggunakan hak pilih secara nyaman dan bebas.

Tidak hanya itu, pemerintah juga ingin menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di tingkat desa.

Jika pelaksanaan Pilkades berlangsung aman dan transparan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah desa akan semakin meningkat.

Transparansi Dana Desa Ikut Jadi Perhatian

Selain keamanan, isu transparansi dana desa ikut menjadi perhatian masyarakat menjelang Pilkades Serentak 2026.

Banyak warga berharap kepala desa terpilih nantinya mampu mengelola anggaran desa secara terbuka dan tepat sasaran.

Selama beberapa tahun terakhir, pengelolaan dana desa terus menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan pembangunan masyarakat di tingkat akar rumput.

Karena itu, masyarakat kini semakin kritis dalam memilih calon kepala desa.

Warga tidak hanya melihat popularitas kandidat, tetapi juga rekam jejak, kemampuan kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan desa.

Situasi tersebut membuat kontestasi Pilkades 2026 diprediksi berlangsung lebih kompetitif dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Sido Mukti Segera jadi Desa, Pemkab Sarolangun Ajukan Raperda

Pemkab Minta Masyarakat Jaga Persatuan

Bupati Hurmin mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi selama proses Pilkades berlangsung.

Menurutnya, perbedaan pilihan politik merupakan hal biasa dalam demokrasi. Namun masyarakat tetap harus menjaga hubungan baik dan tidak memecah persaudaraan antarwarga desa.

Ia juga meminta seluruh peserta Pilkades mematuhi aturan yang berlaku serta menghindari kampanye negatif maupun penyebaran informasi hoaks.

Pemkab Sarolangun optimistis Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung sukses apabila seluruh pihak menjaga komitmen bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan warga desa, pelaksanaan Pilkades diharapkan berjalan damai serta menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas.

Pilkades Sarolangun 2026 Diprediksi Dongkrak Perhatian Publik

Pilkades Serentak Sarolangun 2026 diperkirakan menjadi salah satu agenda politik lokal yang paling banyak menarik perhatian publik di Jambi.

Selain melibatkan puluhan desa, Pilkades juga menyangkut kepentingan masyarakat secara langsung, terutama terkait pembangunan dan pelayanan desa.

Topik mengenai Pilkades, dana desa, hingga persaingan kandidat kepala desa biasanya memiliki tingkat pencarian tinggi di Google dan media sosial.

Karena itu, perkembangan terbaru terkait Pilkades Sarolangun 2026 diprediksi terus menjadi konsumsi publik dalam beberapa bulan ke depan.

Masyarakat kini menunggu kepastian jadwal resmi tahapan Pilkades sekaligus daftar desa yang akan mengikuti pemilihan kepala desa serentak tersebut.(*)

Berita Terkait

Pelayanan Disdukcapil Sungai Penuh Curi Perhatian, Tukar KTP Baru Hanya 5 Menit
TP-PKK Sungai Penuh Bergerak Cepat Tangani Stunting, Sri Kartini Alfin Turun Langsung ke Pondok Tinggi
Tradisi Gotong Royong Menguat, Pemkot Sungai Penuh Libatkan Lembaga Adat Sambut Idul Adha
105 PNS Kota Sungai Penuh Pensiun pada 2026, BKPSDM Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Pencarian Korban Hilang di Tanjabbar Masuki Hari Keenam, Bupati Anwar Sadat Turun Langsung ke Lokasi
Heboh ASN Kota Sungai Penuh Ajukan Pensiun Dini, Dua Pejabat OPD Mundur Saat Masih Menjabat
Wali Kota Sungai Penuh Genjot Jalan Sungai Penuh–Tapan, Jalur TNKS Siap Buka Investasi dan Wisata Baru
Viral Jembatan Gantung Teluk Pandak Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 20:01 WIB

39 Desa di Sarolangun Siap Gelar Pilkades 2026, Pemkab dan Forkopimda Mulai Bergerak

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:08 WIB

Pelayanan Disdukcapil Sungai Penuh Curi Perhatian, Tukar KTP Baru Hanya 5 Menit

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:30 WIB

TP-PKK Sungai Penuh Bergerak Cepat Tangani Stunting, Sri Kartini Alfin Turun Langsung ke Pondok Tinggi

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:02 WIB

Tradisi Gotong Royong Menguat, Pemkot Sungai Penuh Libatkan Lembaga Adat Sambut Idul Adha

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:01 WIB

105 PNS Kota Sungai Penuh Pensiun pada 2026, BKPSDM Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

Berita Terbaru