Paradoks Kampus Negeri: Kuantitas vs Kualitas

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Kantor DPR RI

Foto ; Kantor DPR RI

JAKARTA,JS – Paradoks Kampus Negeri: Kuantitas vs Kualitas

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengkritik tata kelola dan persaingan perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini terjebak pada paradoks logika kuantitas, karena lebih fokus menambah jumlah mahasiswa dan program studi daripada meningkatkan kualitas akademik.

“Pertumbuhan jumlah mahasiswa, program studi, dan penerimaan yang masif tidak selalu diiringi peningkatan mutu pendidikan dan riset,” ujar Hetifah, Kamis (18/12).

Selain itu, legislator Partai Golkar itu menyoroti bahwa dalam dua dekade terakhir, sejumlah PTN tumbuh pesat. Mereka menampung puluhan ribu mahasiswa, setiap tahun mencetak ribuan sarjana, dan terus membangun fasilitas kampus.

Baca Juga :  Skema Single Salary ASN, DPR Minta Aturan Teknis Jelas

Akibatnya, mutu riset dan inovasi menurun, rasio dosen-mahasiswa memburuk, dan kualitas pembelajaran semakin tidak jelas. “Universitas cenderung menjadi pendidikan massal, mencetak gelar sebanyak-banyaknya, namun belum optimal menjadi pusat keunggulan intelektual dan pengembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hetifah menekankan persaingan tidak sehat bertambah karena ketimpangan pendanaan antara PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Baca Juga :  DPR Diminta Selidiki Kebijakan Picu Kerusakan Hutan Sumatera

Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah menata ulang sistem pendanaan agar ketimpangan tidak semakin melebar. Dengan demikian, regulasi ke depan harus meringankan beban finansial mahasiswa dan kampus, serta menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang seimbang antara PTN dan PTS.

“Tahun depan harus menjadi momentum perbaikan tata kelola pendidikan tinggi. Bukan hanya mengejar angka dan kuantitas, tetapi mengembalikan kampus sebagai pusat keunggulan, keadilan, dan pencerahan bangsa,” tutup Hetifah.

Berita Terkait

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
Pemkab Merangin Perketat Pengawasan Dana BOSP, Sekda Minta Setiap Rupiah Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Berita Terbaru

Nasional

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:30 WIB