KESEHATAN,JS- Beberapa tahun terakhir, istilah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung dan gastritis semakin dikenal. Jika dulu gangguan pencernaan identik dengan orang tua, kini anak muda di usia produktif juga banyak yang mengalaminya.
Ahli kesehatan menegaskan, penyakit asam lambung bukan sekadar rasa perih di perut. Melainkan, ini mencerminkan gaya hidup yang terlalu cepat dan penuh tekanan.
Makanan Hanya Pemicu, Gaya Hidup Adalah Akar Masalah
Banyak orang menyalahkan cabai, kopi, atau mi instan sebagai penyebab utama. Namun, makanan hanya pemicu sementara. Sementara itu, ada tiga faktor utama yang memengaruhi kesehatan lambung:
1. Ritme Hidup yang Terburu-buru
Aktivitas padat membuat banyak orang makan sambil membalas pesan atau menonton video. Padahal, pencernaan optimal membutuhkan tubuh yang tenang. Saat makan terburu-buru, sinyal kenyang tidak tersampaikan dengan baik, dan lambung harus bekerja lebih keras.
2. Stres dan Overthinking
Selain itu, lambung sangat sensitif terhadap kondisi emosional. Stres dan kecemasan dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Fenomena psikosomatik menunjukkan bahwa masalah yang belum terselesaikan di pikiran pada akhirnya bisa “menyerang” lambung.
3. Kualitas Tidur dan Posisi Tubuh
Kebiasaan makan malam lalu langsung berbaring juga meningkatkan risiko asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini terjadi karena katup lambung (LES) tidak mampu menahan tekanan saat tubuh dalam posisi horizontal.
Dampak Lebih dari Sekadar Perih
Akibatnya, penyakit asam lambung tidak hanya membuat perut tidak nyaman, tapi juga memengaruhi kualitas hidup:
-
Lingkaran Kecemasan: Rasa terbakar di dada dan sesak napas sering mirip gejala serangan jantung. Ini dapat memicu serangan panik yang justru memperparah naiknya asam lambung.
-
Kerusakan Jaringan: Refluks kronis bisa merusak kerongkongan, menimbulkan radang tenggorokan, suara serak, hingga kerusakan gigi akibat uap asam.
-
Hilangnya Kenikmatan Sosial: Pantangan makanan membuat penderita sering merasa terasing. Sehingga, kesehatan mental dan hubungan sosial pun terdampak.
Mendengarkan Tubuh sebagai Alarm
Oleh karena itu, para ahli menekankan pentingnya melihat gejala asam lambung sebagai alarm tubuh. Kesembuhan sejati bukan hanya lewat obat. Melainkan, juga melalui perubahan gaya hidup: mengatur prioritas, memperbaiki jam tidur, dan menghadapi tekanan dengan lebih tenang.
Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan Hari Ini
Untuk memulai perjalanan menuju sehat, cobalah:
-
Luangkan 20 menit untuk makan tanpa gangguan ponsel.
-
Rasakan setiap rasa dan tekstur makanan dengan sadar.
Dengan demikian, tubuh bisa kembali belajar “tenang” dan lambung lebih sehat.(AN)









