Jepang Akan Hidupkan Kembali PLTN Terbesar Sejak Fukushima

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wilayah Niigata akan menyetujui pengaktifan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa

Wilayah Niigata akan menyetujui pengaktifan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa

INTERNASIONAL,JS– Wilayah Niigata akan menyetujui pengaktifan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa pada Senin (22/12). Keputusan ini menjadi langkah penting Jepang dalam kembalinya penggunaan energi nuklir setelah bencana Fukushima 2011. Langkah ini menunjukkan bagaimana negara itu berusaha menyeimbangkan kebutuhan energi dan keamanan publik.

Baca Juga :  Cerita Cinta Virtual, Wanita Jepang Menikah dengan AI

Latar Belakang Kashiwazaki-Kariwa

PLTN Kashiwazaki-Kariwa terletak sekitar 220 km barat laut Tokyo. Gempa bumi dan tsunami melumpuhkan PLTN Fukushima Daiichi, sehingga Jepang menutup 54 reaktor, termasuk Kashiwazaki-Kariwa. Bencana itu menjadi kecelakaan nuklir terburuk sejak Chernobyl.

Sejak saat itu, Jepang menyalakan kembali 14 dari 33 reaktor yang masih beroperasi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor. Jika disetujui, TEPCO akan menjadi operator pertama yang menjalankan kembali PLTN ini.

Komitmen TEPCO dan Rencana Aktivasi

“Komitmen kami adalah untuk tidak mengulang kecelakaan seperti itu dan memastikan keamanan warga Niigata,” kata juru bicara TEPCO, Masakatsu Takata. Selain itu, TEPCO berencana mengaktifkan reaktor pertama dari tujuh reaktor pada 20 Januari 2026, menurut NHK.

TEPCO juga menjanjikan investasi 100 miliar yen (Rp 10,65 triliun) dalam sepuluh tahun untuk mendapatkan dukungan warga. Meski demikian, banyak penduduk tetap merasa khawatir. Survei Oktober menunjukkan 60% warga menilai syarat pengoperasian ulang belum terpenuhi. Sementara itu, hampir 70% warga khawatir soal keselamatan PLTN.

Suara Warga dan Aktivis

Ayako Oga, 52 tahun, mengungsi dari Fukushima pada 2011 dan menolak pengaktifan kembali PLTN. “Kami tahu risiko kecelakaan nuklir secara langsung dan tidak bisa mengabaikannya,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Niigata Hideyo Hanazumi mendukung pengaktifan kembali. Ia berharap Jepang bisa mengurangi ketergantungan pada tenaga nuklir. Majelis prefektur akan mengadakan pemungutan suara untuk menentukan dukungannya terhadap Hanazumi dan rencana TEPCO.

Baca Juga :  Gaji Tembus Rp 40 Juta, Ini Syarat Jadi Sopir Taksi di Jepang

Dampak pada Pasokan Energi

Menurut Kementerian Perdagangan Jepang, PLTN ini dapat menambah pasokan listrik ke Tokyo sebesar 2%. Lebih jauh, Perdana Menteri Sanae Takaichi mendorong pengaktifan kembali untuk meningkatkan keamanan energi. Ia juga ingin mengurangi biaya impor bahan bakar fosil, yang menyumbang 60%-70% dari total pembangkit listrik Jepang.

Tahun lalu, Jepang menghabiskan 10,7 triliun yen (Rp 1.140 triliun) untuk membeli gas dan batu bara. Angka ini setara dengan 10% dari total biaya impor Jepang.

Masa Depan Energi Nuklir Jepang

Jepang menargetkan pangsa tenaga nuklir meningkat menjadi 20% pada 2040, seiring meningkatnya permintaan energi dari pusat data AI. Seiring dengan itu, Joshua Ngu dari Wood Mackenzie menilai penerimaan publik terhadap Kashiwazaki-Kariwa akan menjadi “tonggak penting” bagi pencapaian target tersebut.

Namun demikian, Oga dan aktivis anti-nuklir lainnya tetap menolak pengaktifan kembali PLTN. Mereka menilai langkah ini meningkatkan risiko kecelakaan nuklir yang menakutkan.(AN)

Berita Terkait

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen
Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru
Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage
Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading
Kurs Yen Jepang Hari Ini Sabtu 26 September 2026: ¥10.000 Setara Rp1,13 Juta, Cek Konversi Lengkap JPY ke IDR
Cloves Health Benefits: 7 Potential Health Benefits of Eugenol-Rich Cloves You Should Know
Bitcoin, Ethereum Rally More Than 14% in a Week as Institutional Money Drives Crypto Market
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:30 WIB

TKI Indonesia Wajib Tahu, Segini Nilai Tukar Won Korea ke Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026

Rabu, 30 September 2026 - 21:23 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 30 September 2026, Cek Nilai 1 Yen hingga 50.000 Yen

Selasa, 29 September 2026 - 20:31 WIB

Kurs Ringgit Malaysia Hari Ini 29 September 2026: RM1 Tembus Rp4.410, Cek Kurs Beli dan Jual Terbaru

Selasa, 29 September 2026 - 02:01 WIB

Eating Papaya Every Day: 5 Health Conditions This Tropical Fruit May Help Manage

Senin, 28 September 2026 - 04:01 WIB

Tokenized U.S. Stocks Enter New Era as SEC Opens Five-Year Regulatory Path for On-Chain Trading

Berita Terbaru