JAKARTA,JS- Waspada, Super Flu Virus Influenza Sudah Masuk Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memastikan situasi penyebaran virus Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 tetap aman dan terkendali.
Kemenkes menegaskan varian tersebut tidak menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan flu musiman. Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menyampaikan hal ini melalui keterangan resmi yang dirilis Rabu (31/12/2025).
Lonjakan Global Berawal dari Amerika Serikat
Sebagai informasi, peningkatan kasus Influenza A(H3N2) Subclade K pertama kali terpantau secara global di Amerika Serikat sejak Oktober 2025, bertepatan dengan musim dingin.
Seiring waktu, subclade K menyebar dengan cepat dan kini tercatat hadir di lebih dari 80 negara di berbagai kawasan dunia.
Gejala Tetap Ringan dan Serupa Flu Biasa
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dr. Prima menegaskan varian ini tidak menunjukkan tingkat keganasan yang mengkhawatirkan. Pasien umumnya mengalami gejala ringan hingga sedang.
Gejala yang muncul meliputi demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, serta sakit kepala.
Tren Kasus di Asia Mulai Menurun
Di kawasan Asia, sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, dan Jepang telah melaporkan keberadaan subclade K sejak Juli 2025. Pada awal kemunculannya, varian ini sempat mendominasi kasus influenza.
Namun demikian, dalam dua bulan terakhir, negara-negara tersebut mencatat penurunan jumlah kasus yang cukup signifikan. Tren ini menunjukkan pengendalian penyakit berjalan dengan baik.
Sebaran Kasus Subclade K di Indonesia
Sementara itu, hasil surveilans nasional menunjukkan virus Influenza A(H3) menjadi jenis flu yang paling banyak beredar di Indonesia saat ini. Pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) hingga 25 Desember 2025 mengonfirmasi keberadaan subclade K sejak Agustus lalu.
“Hingga saat ini, kami mencatat 62 kasus subclade K di delapan provinsi. Kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” jelas dr. Prima.
Menariknya, sebagian besar kasus menyerang perempuan dan anak-anak. Selain itu, mayoritas pasien hanya mengalami gejala ringan tanpa komplikasi serius.
Varian Masih Termasuk Jenis yang Dikenal Global
Pemeriksaan ratusan spesimen tidak menemukan mutasi baru yang berbahaya.
Oleh karena itu, Kemenkes memastikan sistem kesehatan nasional masih mampu menangani kasus influenza yang muncul.
Vaksinasi dan PHBS Tetap Jadi Kunci Pencegahan
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes terus memperkuat pelaporan dan kesiapsiagaan nasional. Selain itu, Kemenkes sangat menganjurkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta.
Vaksin influenza terbukti mampu menurunkan risiko rawat inap dan mencegah kematian akibat komplikasi flu.
Jika masyarakat mulai merasakan gejala flu, Kemenkes menyarankan untuk beristirahat di rumah, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk yang benar. Apabila keluhan tidak membaik lebih dari tiga hari, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.(AN)









