Waspadai, Ini Dampak Kurang Tidur pada Kesehatan Jantung

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kurang tidur bisa berdampak buruk bagi jantung

Ilustrasi kurang tidur bisa berdampak buruk bagi jantung

KESEHATAN,JS- Sering kali, banyak orang mengabaikan pentingnya tidur malam yang cukup dan berkualitas. Padahal, kebiasaan tidur yang buruk dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih serius daripada sekadar rasa kantuk di siang hari. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur yang tidak cukup secara konsisten meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung. Berikut ini adalah beberapa faktor yang menghubungkan tidur buruk dengan masalah kesehatan jantung.

1. Peningkatan Stres dan Peradangan (Inflamasi)

Baca Juga :  Waspada, Begini Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Kurang tidur menyebabkan tubuh merespons dengan meningkatkan produksi hormon stres, seperti kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah. Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan produksi sitokin, yaitu zat yang memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis ini berperan dalam penumpukan plak di arteri, yang akhirnya menyebabkan aterosklerosis. Aterosklerosis merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung dan stroke.

2. Gangguan Tekanan Darah dan Denyut Jantung

Baca Juga :  Stroke Bisa Dicegah, Hindari Kebiasaan Ini

Saat tidur, tekanan darah biasanya menurun secara alami, memberikan kesempatan bagi sistem kardiovaskular untuk beristirahat. Namun, jika tidur terganggu atau kualitasnya buruk, tekanan darah akan tetap tinggi lebih lama. Kondisi hipertensi (tekanan darah tinggi) yang berkepanjangan membuat jantung bekerja lebih keras, meningkatkan risiko kerusakan pada pembuluh darah. Seiring waktu, ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung koroner.

3. Ketidakseimbangan Gula Darah dan Obesitas

Kurang tidur mengganggu cara tubuh memproses glukosa (gula darah). Hal ini menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap resistensi insulin, yang pada gilirannya meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Diabetes tipe 2 adalah salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Di samping itu, kurang tidur memengaruhi hormon pengatur nafsu makan, yaitu ghrelin (penambah rasa lapar) dan leptin (penambah rasa kenyang). Ketidakseimbangan hormon ini cenderung meningkatkan konsumsi makanan berkalori tinggi, yang berpotensi menyebabkan obesitas. Obesitas, pada gilirannya, juga menjadi faktor risiko penting bagi penyakit kardiovaskular.

4. Gangguan Fungsi Endotel

Endotel merupakan lapisan sel yang melapisi pembuluh darah dan memiliki peran penting dalam menjaga pembuluh darah tetap elastis dan lancar dalam mengatur aliran darah. Tidur yang tidak cukup dapat menurunkan fungsi endotel. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih kaku dan sulit mengatur aliran darah dengan baik. Penurunan fungsi endotel ini secara langsung meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.

Tidur yang Cukup: Kunci untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Memastikan tidur 7 hingga 9 jam setiap malam sangat penting, bukan hanya untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga untuk menjaga kesehatan jantung. Tidur yang berkualitas adalah langkah proaktif untuk melindungi diri dari berbagai penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya. Jika Anda mengalami kesulitan tidur yang kronis, seperti insomnia atau sleep apnea, segeralah konsultasikan dengan tenaga medis. Menangani masalah tidur sejak dini dapat membantu mencegah dampak buruk bagi kesehatan jantung Anda di masa depan.

Dengan menjaga kebiasaan tidur yang baik, Anda tidak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga melindungi organ vital seperti jantung. Pastikan tidur Anda cukup dan berkualitas demi kesehatan tubuh yang optimal!.(AN)

Berita Terkait

Asam Urat Tinggi? Konsumsi 7 Makanan Ini agar Kadar Asam Urat Cepat Turun
Obat Batuk Kering Dewasa Paling Ampuh 2026: Rekomendasi Medis dan Herbal yang Cepat Redakan Tenggorokan Gatal
Stroke Tak Lagi Menyeramkan? Ini Terobosan Pengobatan Modern yang Bikin Pasien Cepat Pulih
5 Kebiasaan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Masih Sering Dilakukan, Nomor 3 Paling Sulit Dihindari
Resign atau Kena PHK? Begini Cara Nonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan agar Saldo JHT Cepat Cair
Siap- siap, Tarif BPJS Kelas 1-3 Diprediksi Naik Mei ini
11 Buah Terbaik untuk Diet 2026, Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan dan Bikin Kenyang Lebih Lama
Aturan Baru BPOM Picu Polemik, Penjualan Obat di Minimarket Kini Libatkan Karyawan Terlatih
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 05:32 WIB

Asam Urat Tinggi? Konsumsi 7 Makanan Ini agar Kadar Asam Urat Cepat Turun

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:02 WIB

Obat Batuk Kering Dewasa Paling Ampuh 2026: Rekomendasi Medis dan Herbal yang Cepat Redakan Tenggorokan Gatal

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:02 WIB

Stroke Tak Lagi Menyeramkan? Ini Terobosan Pengobatan Modern yang Bikin Pasien Cepat Pulih

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:35 WIB

5 Kebiasaan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Masih Sering Dilakukan, Nomor 3 Paling Sulit Dihindari

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:01 WIB

Resign atau Kena PHK? Begini Cara Nonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan agar Saldo JHT Cepat Cair

Berita Terbaru