Usai Viral, Abu Tani di Kerinci Akhirnya Dapat Perhatian dari Dinkes

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Abu Tani Saat Menjalani Pemeriksaan oleh pihak Dinkes Kerinci.

Tampak Abu Tani Saat Menjalani Pemeriksaan oleh pihak Dinkes Kerinci.

KERINCI,JS– Kisah pilu Abu Tani (77), warga Desa Sungai Abu, Kabupaten Kerinci, akhirnya menarik perhatian pemerintah. Setelah viral di media, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kerinci menurunkan tim medis dari Puskesmas Sungai Tutung untuk memeriksa kondisi kesehatan lansia tersebut.

Tim Medis Turun Tangan

Baca Juga :  Turun Drastis, Rata-rata Dana Desa Kerinci Kurang Rp300 Juta

Sebagai langkah awal, Kepala Desa Sungai Abu, Antoni Rozi, menyebut kunjungan tim medis sebagai angin segar bagi Abu Tani dan warga desa.

“Alhamdulillah, Dinkes Kerinci melalui Puskesmas Sungai Tutung langsung memeriksa kondisi kesehatan Abu Tani. Kami sangat mengapresiasi respons cepat ini,” ujarnya.

Selain itu, petugas kesehatan memeriksa fisik, memantau kondisi lansia, dan memberikan penanganan medis awal sesuai kebutuhan Abu Tani.

Kebutuhan Dasar Masih Mendesak

Baca Juga :  Terpinggirkan oleh Data: Abu Tani Tak Lagi Dapat Bantuan Sosial

Meskipun sudah mendapat perhatian medis, Antoni menekankan bahwa Abu Tani masih membutuhkan bantuan lanjutan dari Dinas Sosial dan pihak lain. Ia membutuhkan kasur, selimut, pakaian layak, makanan, dan fasilitas WC.

Saat ini, pemerintah desa hanya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa sebagai bantuan darurat. Namun, Antoni berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan bantuan berkelanjutan, bukan sementara.

Peran Media Jadi Jembatan Suara

Kisah Abu Tani menegaskan peran media sebagai jembatan suara masyarakat kecil. Dengan viralnya kasus ini, warga Desa Sungai Abu mulai memberikan respons dan menaruh harapan agar Abu Tani benar-benar merasakan kehadiran negara di sisa hidupnya.(AN)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Berita Terbaru

IHSG

Bisnis

IHSG Ditutup Anjlok, Investor Dibayangi Tekanan Jual Besar

Selasa, 30 Jun 2026 - 23:01 WIB