Perambahan Hutan Menggila, Kerinci Diambang Bencana

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hutan diwilayah TNKS yang terus tergerus. Kerinci kini terancam bencana

Hutan diwilayah TNKS yang terus tergerus. Kerinci kini terancam bencana

KERINCI,JS– Perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) semakin meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kerinci. Ketika hujan deras mengguyur, daerah dataran rendah kerap dilanda banjir karena fungsi hutan sebagai penahan air menurun drastis.

Perubahan Hutan di Pinggiran TNKS Semakin Signifikan

Baca Juga :  Kerinci Raih Nilai A Pada Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik

Hasil analisis citra 3D menunjukkan perubahan besar di pinggiran TNKS. Banyak hutan lindung beralih fungsi menjadi lahan perkebunan dan garapan masyarakat. Rudi Syaf, Manajer Program Komunikasi dan Informasi KKI Warsi, menekankan:

“Bentang alam yang sebelumnya hijau kini terbelah oleh pembukaan lahan skala luas dan berkelanjutan.”

Perubahan ini meluas dari punggungan Gunung Kerinci, sepanjang jalur Bukit Barisan bagian selatan, hingga perbatasan dengan Provinsi Bengkulu. TNKS sebagai kawasan hulu ratusan anak sungai kini kehilangan sebagian besar fungsi ekologisnya.

Baca Juga :  Turun Drastis, Rata-rata Dana Desa Kerinci Kurang Rp300 Juta

Hilangnya Fungsi Hutan Memperburuk Risiko Banjir

Dengan berkurangnya tutupan hutan, air hujan mengalir langsung ke hilir tanpa tertahan vegetasi. Akibatnya, genangan dan banjir muncul lebih sering di dataran rendah. Selain itu, permukiman yang tumbuh di dalam kawasan hutan, khususnya di perbatasan Kerinci-Bungo, menambah tekanan terhadap TNKS.

Rudi menambahkan bahwa aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) juga memperparah kerusakan. PETI merusak struktur tanah, menghilangkan vegetasi, dan mencemari aliran sungai. Kondisi ini membuat bukit dan kawasan berhutan kehilangan kemampuan menahan air dan longsor.

TNKS: Penyangga Hidup bagi Masyarakat

Baca Juga :  Fenomena Pajak Galian C di Kerinci Terus Jadi Kontoversi

TNKS bukan hanya sekadar hutan, tetapi penopang utama keseimbangan air, tanah, dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Rudi memperingatkan, jika pemerintah dan masyarakat tidak segera bertindak dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum, risiko banjir dan tanah longsor akan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga Kerinci.

“Perlindungan kawasan konservasi bukan pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjamin keberlanjutan kehidupan,” tegasnya.(AN)

Berita Terkait

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan BKPSDM Bagi 1.521 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu

Berita Terbaru