Mentan Andi Amran Sulaiman Gaspol! Gerakan Nasional Penyuluh Pertanian Digenjot, Target Swasembada Pangan & Harga Gabah Naik

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan gerakan nasional untuk memperkuat peran penyuluh pertanian

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan gerakan nasional untuk memperkuat peran penyuluh pertanian

JAKARTA,JS- Pemerintah mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional melalui penguatan peran penyuluh pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, langsung menggerakkan strategi nasional yang menempatkan penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian.

Dalam arahannya, Amran menegaskan bahwa sektor pertanian tidak hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi juga fondasi utama kedaulatan bangsa. Ia mendorong seluruh elemen pertanian untuk bergerak cepat menghadapi tantangan global.

“Indonesia memiliki pasar besar dan potensi luar biasa. Kita tidak boleh lambat. Jika kita berhenti bergerak, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Peran Penyuluh Pertanian Makin Strategis

Selanjutnya, Amran menempatkan penyuluh sebagai garda terdepan dalam implementasi kebijakan pertanian di lapangan. Penyuluh tidak hanya memberikan edukasi kepada petani, tetapi juga memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

Peran strategis penyuluh mencakup:

  • Pengawasan distribusi pupuk subsidi
  • Pendampingan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan)
  • Edukasi pola tanam modern dan efisien
  • Peningkatan produktivitas petani

Dengan kata lain, penyuluh menjadi penghubung utama antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil petani di lapangan.

Langkah Tegas Berantas Mafia Pupuk

Di sisi lain, pemerintah juga mengambil langkah tegas terhadap praktik mafia pupuk yang selama ini merugikan petani. Amran memastikan bahwa distribusi pupuk subsidi akan berjalan transparan dan bersih.

Ia menegaskan komitmennya untuk:

  • Memperbaiki sistem distribusi pupuk
  • Menindak tegas pelaku penyimpangan
  • Menjamin harga pupuk tetap terjangkau

Langkah ini langsung berdampak positif. Harga pupuk dilaporkan turun hingga 20 persen di sejumlah wilayah, sehingga petani bisa mengurangi biaya produksi.

Harga Gabah Naik, Petani Makin Sejahtera

Tidak hanya fokus pada input produksi, pemerintah juga memperbaiki harga jual hasil panen. Kebijakan terbaru mendorong kenaikan harga gabah hingga Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga :  Heboh! Jule Kembali Terseret Isu Perselingkuhan

Kebijakan ini memberikan efek berantai:

  • Pendapatan petani meningkat
  • Semangat tanam bertambah
  • Produksi nasional ikut terdongkrak

Koordinator penyuluh dari Kalimantan Barat, Heru Chandra, mengaku merasakan langsung dampak kebijakan tersebut.

“Petani sekarang lebih semangat karena kebijakan benar-benar terasa di lapangan,” ujarnya.

Petani Mulai Tanam 2–3 Kali Setahun

Lebih lanjut, kebijakan pemerintah mendorong perubahan signifikan dalam pola tanam. Petani kini mulai meningkatkan intensitas produksi dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Omi Dwi Nurami, penyuluh asal Bengkulu, menyampaikan bahwa perubahan ini menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pemerintah.

“Petani lebih percaya diri. Mereka berani meningkatkan produksi karena dukungan pemerintah jelas dan nyata,” katanya.

Peningkatan frekuensi tanam ini menjadi indikator penting dalam mencapai target swasembada pangan nasional.

Optimisme Swasembada Pangan Indonesia

Selain itu, Amran menekankan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu relatif singkat. Dengan dukungan penyuluh, petani, dan kebijakan yang tepat, target tersebut bukan sekadar wacana.

Ia juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan menjadi isu global yang semakin krusial. Banyak negara mulai mengalami tekanan akibat krisis pangan, sehingga Indonesia harus memperkuat posisi sejak sekarang.

Penyuluh Didorong Jadi Profesi Bergengsi

Menutup arahannya, Amran memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh penyuluh pertanian di Indonesia. Ia ingin meningkatkan citra dan kebanggaan profesi penyuluh.

“Saya ingin penyuluh merasa bangga. Ketika saya menghormati Anda, seluruh Indonesia juga akan menghormati Anda,” tegasnya.

Baca Juga :  Bansos Akhir Tahun: PKH dan BPNT Cair Sebelum 15 Desember

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah akan terus memperkuat kapasitas dan kesejahteraan penyuluh ke depan.

Dampak Besar bagi Ekonomi Nasional

Jika program ini berjalan optimal, dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga seluruh perekonomian nasional.

Beberapa dampak strategisnya:

  • Ketergantungan impor pangan menurun
  • Stabilitas harga pangan terjaga
  • Lapangan kerja sektor pertanian meningkat
  • Pertumbuhan ekonomi daerah terdorong

Dengan demikian, sektor pertanian kembali menjadi motor utama pembangunan nasional.

FAQ

1. Apa itu swasembada pangan?

Swasembada pangan adalah kondisi ketika suatu negara mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa bergantung pada impor.

2. Mengapa penyuluh pertanian penting?

Penyuluh membantu petani meningkatkan produktivitas, memahami teknologi, dan memastikan program pemerintah berjalan efektif.

3. Apa dampak kenaikan harga gabah?

Kenaikan harga gabah meningkatkan pendapatan petani dan mendorong produksi lebih tinggi.

4. Bagaimana pemerintah mengatasi mafia pupuk?

Pemerintah memperketat distribusi, meningkatkan pengawasan, dan menindak tegas pelaku penyimpangan.

5. Apakah Indonesia bisa swasembada pangan?

Dengan kebijakan yang konsisten dan dukungan semua pihak, Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai swasembada pangan.

Kesimpulan

Gerakan nasional penyuluh pertanian yang digagas oleh Andi Amran Sulaiman membuka jalan baru bagi Indonesia untuk mencapai swasembada pangan. Pemerintah tidak hanya memperbaiki kebijakan di atas kertas, tetapi juga memastikan dampaknya langsung terasa di lapangan.

Harga pupuk yang turun, harga gabah yang naik, serta peningkatan intensitas tanam menjadi bukti nyata perubahan positif. Jika momentum ini terus dijaga, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan pangan global di masa depan.(*)

Berita Terkait

PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Presiden Prabowo Disebut Siapkan Kebijakan Penting
ASN Bisa Kerja Dekat Rumah? BKN Uji Skema Baru, Kabar Baik untuk PNS dan PPPK, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat
Lowongan Kerja LPDB Koperasi 2026 Resmi Dibuka, Gaji Menarik untuk Lulusan S1, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya
B50 Segera Berlaku, Harga Sawit Berpeluang Naik! Ini Dampaknya bagi Petani Jambi dan Pengguna Solar
Batas Usia Pensiun PNS Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Cek Jabatan Anda Sekarang agar Hak Taspen Tidak Terlambat Diurus
PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Usai OTT KPK, Jabatan Ketua DPW NTB Langsung Diambil Alih DPP
Gaji PPPK 2027 Dibayar Pemerintah Pusat? DPR Ungkap Skema Baru yang Bisa Mengubah Nasib Jutaan ASN
Kredit ASN 2026: Cara Ajukan Pinjaman dengan SK, Syarat Lengkap, Bunga Rendah, Plafon Besar hingga Ratusan Juta
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:01 WIB

PPPK dan PPPK Paruh Waktu Dapat Angin Segar, Presiden Prabowo Disebut Siapkan Kebijakan Penting

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:01 WIB

ASN Bisa Kerja Dekat Rumah? BKN Uji Skema Baru, Kabar Baik untuk PNS dan PPPK, Pengeluaran Bisa Jauh Lebih Hemat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:01 WIB

Lowongan Kerja LPDB Koperasi 2026 Resmi Dibuka, Gaji Menarik untuk Lulusan S1, Simak Formasi, Syarat, dan Cara Daftarnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:01 WIB

B50 Segera Berlaku, Harga Sawit Berpeluang Naik! Ini Dampaknya bagi Petani Jambi dan Pengguna Solar

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:01 WIB

Batas Usia Pensiun PNS Terbaru 2026 Resmi Berlaku, Cek Jabatan Anda Sekarang agar Hak Taspen Tidak Terlambat Diurus

Berita Terbaru