Pemkab Tebo Usulkan Kenaikan Kuota BBM Subsidi 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi pengisian BBM subsidi di salah satu SPBU di Tebo

Situasi pengisian BBM subsidi di salah satu SPBU di Tebo


PTTEBO,JS– Pemerintah Kabupaten Tebo mengusulkan kenaikan signifikan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk tahun 2026. Usulan ini muncul karena kebutuhan masyarakat terhadap BBM jenis pertalite dan solar terus meningkat.

Peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat mendorong lonjakan konsumsi energi. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah menilai perlunya tambahan kuota BBM subsidi.

Realisasi 2025 Menjadi Dasar Perhitungan

Baca Juga :  Lelang JPT Rampung, Pemkab Tebo Lantik Lima Pejabat Eselon II

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disprondagkop UKM) Kabupaten Tebo mencatat penyaluran BBM subsidi sepanjang 2025 mencapai 45.298,53 ton atau sekitar 45 ribu ton.

Kepala Disprondagkop UKM Kabupaten Tebo, Mardiansyah, menyebut data tersebut menunjukkan tren peningkatan kebutuhan BBM subsidi dari tahun ke tahun.

“Realisasi tahun 2025 menunjukkan kebutuhan BBM subsidi masyarakat Kabupaten Tebo terus meningkat,” ujar Mardiansyah, Senin (19/1/2026).

Pemkab Tebo Ajukan Kuota BBM Subsidi 2026

Baca Juga :  Jelang Pilkades, Disdukcapil Tebo Berikan Layanan KTP Keliling

Berdasarkan perhitungan tersebut, Pemkab Tebo mengajukan usulan kuota BBM subsidi tahun 2026. Sekretariat Daerah Kabupaten Tebo menyampaikan usulan itu melalui surat resmi pada 25 November 2025.

Pemkab Tebo mengusulkan total kuota BBM subsidi sebesar 83.705 ton. Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi penyaluran tahun sebelumnya.

Solar dan Pertalite Jadi Fokus Usulan

Pemkab Tebo mengajukan kuota solar sebesar 25.900 ton. Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan kuota pertalite sebanyak 57.805 ton.

Mardiansyah menjelaskan perhitungan kebutuhan tersebut mengacu pada aktivitas masyarakat di berbagai sektor. Sektor transportasi, pertanian, dan usaha kecil menengah menjadi faktor utama dalam penghitungan.

Keputusan Kuota Tunggu Pertamina dan BPH Migas

Meski Pemkab Tebo telah menyampaikan usulan, Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memegang kewenangan penuh dalam penetapan kuota BBM subsidi.

Saat ini, Pemkab Tebo menunggu keputusan resmi dari kedua lembaga tersebut.

“Kami berharap keputusan kuota nanti benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Kabupaten Tebo,” tutupnya.(AN)

Berita Terkait

Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026
Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota
Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’
Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:52 WIB

Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:02 WIB

Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:01 WIB

Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Berita Terbaru