Harga Tembus Rp40 Ribu, LPG 3 Kg Mulai Langka di Tebo

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi LPG 3 Kg langka di Tebo

Ilustrasi LPG 3 Kg langka di Tebo

TEBO,JS– Harga Tembus Rp40 Ribu, LPG 3 Kg Mulai Langka di Tebo

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon semakin meresahkan warga Kabupaten Tebo. Hingga Kamis malam, 22 Januari 2026, masyarakat masih kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut di pangkalan maupun pengecer.

Kondisi ini tidak terjadi sehari dua hari. Selama beberapa hari terakhir, stok gas melon terus menipis tanpa kejelasan penyebab. Hingga kini, pihak terkait belum menyampaikan penjelasan resmi mengenai gangguan distribusi di wilayah tersebut.

Warga Terpaksa Berkeliling Jauh

Baca Juga :  Bupati Tebo Kukuhkan Pengurus PPDI 2025–2030

Akibat kelangkaan ini, warga harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mencari satu tabung gas. Banyak di antara mereka pulang dengan tangan kosong.

Salah seorang warga Tebo, Ipan, mengaku kelelahan menghadapi situasi tersebut.
“Payah nian nyari gas molen ko, dimano lagi yo ado jualnyo,” keluhnya saat ditemui.

Menurut warga, kondisi ini sangat menyulitkan, terutama bagi keluarga yang sepenuhnya bergantung pada gas melon untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Harga Melonjak Jauh di Atas HET

Baca Juga :  Pemkab Tebo Usulkan Kenaikan Kuota BBM Subsidi 2026

Selain sulit ditemukan, harga gas melon juga melonjak tajam. Di beberapa titik yang masih memiliki stok terbatas, pengecer menjual gas melon dengan harga antara Rp33.000 hingga Rp40.000 per tabung.

Harga tersebut jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Warga pun mengaku tidak memiliki pilihan lain selain membeli dengan harga mahal demi memenuhi kebutuhan dapur.

Desakan Sidak dan Operasi Pasar

Melihat kondisi ini, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Tebo segera turun tangan. Warga berharap dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta operasi pasar guna menormalkan pasokan dan harga.

Selain itu, warga meminta pemerintah mengusut penyebab kelangkaan. Mereka menduga gangguan distribusi dari pusat atau adanya oknum yang sengaja menimbun gas melon di tengah tingginya permintaan.

Beban Ekonomi Warga Terancam Meningkat

Baca Juga :  Kasus Tri Wulansari Rampung, DPR RI Apresiasi Polda Jambi

Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah cepat, masyarakat menilai beban ekonomi akan semakin berat. Kenaikan harga gas melon secara langsung berdampak pada pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi warga kelas menengah ke bawah.

Warga pun berharap persoalan ini tidak berlarut-larut dan pasokan gas melon segera kembali normal agar aktivitas rumah tangga dapat berjalan seperti biasa.(TIM)

Berita Terkait

Transformasi RSUD Kerinci Dimulai: Fokus Upgrade Fasilitas, Digitalisasi Layanan, dan Kualitas Tenaga Medis
Audit BPK 2025 Dimulai! Aset Pemkab Merangin Jadi Sorotan
Audit LKPD 2025: Azhar Hamzah Dorong Transparansi Total di Pemkot
Kopi Kerinci Tembus Pasar Malaysia, Harga Kopi Indonesia Diprediksi Naik
Musrenbang 2027 Bungo Bongkar Fokus Baru: Infrastruktur dan Sawit Jadi Penopang Ekonomi
Update Terbaru Dana Desa Kerinci dan Sungai Penuh: 248 Desa Sudah Cair
Terungkap! 9 ASN Jambi Dipecat Akibat Judi Online dan Pinjol Ilegal, Ini Fakta Lengkapnya
Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:00 WIB

Audit BPK 2025 Dimulai! Aset Pemkab Merangin Jadi Sorotan

Kamis, 2 April 2026 - 12:30 WIB

Audit LKPD 2025: Azhar Hamzah Dorong Transparansi Total di Pemkot

Kamis, 2 April 2026 - 09:26 WIB

Kopi Kerinci Tembus Pasar Malaysia, Harga Kopi Indonesia Diprediksi Naik

Rabu, 1 April 2026 - 10:30 WIB

Musrenbang 2027 Bungo Bongkar Fokus Baru: Infrastruktur dan Sawit Jadi Penopang Ekonomi

Rabu, 1 April 2026 - 10:00 WIB

Update Terbaru Dana Desa Kerinci dan Sungai Penuh: 248 Desa Sudah Cair

Berita Terbaru