JAKARTA,JS- Puspenma Kementerian Agama bekerja sama dengan Australia Awards Indonesia dan LPDP membuka pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree [Split-Site Master Program Cohort-10]. Program ini memberi kesempatan bagi keluarga besar Kemenag menempuh studi magister selama dua tahun, dengan satu tahun di UIN Sunan Ampel Surabaya dan satu tahun di University of Canberra, Australia.
Memperkuat Kolaborasi Internasional
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) co-founding yang didukung LPDP. Selain itu, program Master Gelar Ganda memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kualitas akademik, dan membentuk kepemimpinan di pendidikan tinggi keagamaan.
Lebih jauh lagi, kemitraan dengan universitas ternama di Australia membuka peluang bagi akademisi dan profesional membangun jaringan global. Kamaruddin mendorong seluruh civitas Kemenag memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas karier dan memperkuat lembaga pendidikan keagamaan.
Sasaran Beasiswa dan Penerima
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menyebutkan bahwa program ini menargetkan:
-
Pendidik, tenaga kependidikan, dan dosen di lingkungan Kemenag
-
Alumni perguruan tinggi keagamaan
-
Pegawai Kemenag
Selain itu, Ruchman mengajak civitas akademika dari Ditjen Bimas Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Pusat Konghucu, dan Ditjen Pendidikan Islam untuk mempersiapkan diri secara maksimal. Dengan demikian, program ini membentuk kader guru dan dosen Bahasa Inggris berkualitas.
Pendaftaran dan Seleksi
Pendaftaran mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 melalui beasiswa.kemenag.go.id. Panitia seleksi melakukan tahap berikut:
-
Seleksi administrasi
-
Tes bakat skolastik
-
Wawancara oleh Kemenag
-
Tes IELTS dan wawancara khusus oleh Australia Awards Indonesia
Dengan kata lain, calon peserta harus menyiapkan diri untuk menghadapi proses seleksi yang kompetitif.
Persyaratan Pendaftaran
Calon peserta harus memenuhi persyaratan berikut:
-
Berstatus tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, atau alumni perguruan tinggi keagamaan
-
Usia maksimal 40 tahun pada 31 Desember 2026
-
Lulusan S1/D4 dengan IPK minimal 3.00
-
Belum menempuh jenjang S2
-
Memiliki skor IELTS minimal 6.0 atau TOEFL ITP 500
-
Melampirkan surat rekomendasi dari instansi terkait atau tokoh akademik/masyarakat
-
Tidak menerima beasiswa lain
-
Menyusun personal statement dan study plan
-
Tidak mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama periode beasiswa
-
Menyetujui pernyataan komitmen dan integritas
Dengan demikian, semua peserta diharapkan menunjukkan kesiapan akademik, kemampuan bahasa Inggris, dan integritas tinggi.
Peluang Pengembangan Karier
Program ini memberi peluang strategis bagi guru dan dosen Bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi. Selain itu, program ini membantu lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia membangun alumni berpengalaman internasional. Dengan kata lain, penerima beasiswa meningkatkan karier pribadi sekaligus memberi dampak positif bagi pendidikan keagamaan di tanah air.(TIM)









