Bangun Generasi Berkarakter, Wawako Sungai Penuh Ajak Pelajar Lawan Radikalisme dan Bullying Digital

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Ancaman radikalisme digital dan perundungan di kalangan pelajar kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mengajak generasi muda memperkuat karakter, meningkatkan literasi digital, serta menjauhi berbagai pengaruh negatif yang berkembang di media sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Azhar Hamzah saat menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Radikal dan Terorisme, True Crime Community (TCC), serta Perundungan di Lingkungan Pendidikan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan ratusan pelajar, guru, kepala sekolah, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga tokoh pendidikan. Selain itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Wakil Bupati Kerinci Murison, dan jajaran Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Jambi juga ikut memberikan edukasi kepada para siswa.

Generasi Muda Jadi Target Pengaruh Radikalisme Digital

Dalam sambutannya, Azhar Hamzah menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa dampak besar bagi kehidupan pelajar. Di satu sisi, internet membuka akses pengetahuan tanpa batas. Namun di sisi lain, media digital juga mempermudah penyebaran ideologi radikal, ujaran kebencian, hingga konten kekerasan.

Menurutnya, pelajar menjadi kelompok yang sangat rentan terpapar paham menyimpang apabila tidak memiliki filter dan karakter yang kuat.

“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama. Karena itu, pendidikan karakter, toleransi, dan literasi digital harus terus diperkuat agar lahir generasi yang cerdas, berakhlak, dan cinta tanah air,” ujar Azhar Hamzah.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah Keriting Naik, Cek Harga Pangan di Sungai Penuh Hari ini

Selain itu, ia meminta para siswa lebih selektif dalam menggunakan media sosial. Banyak informasi menyesatkan beredar tanpa proses verifikasi yang jelas. Akibatnya, pelajar mudah terpengaruh propaganda digital yang memicu intoleransi hingga radikalisme.

Bahaya Bullying dan TCC di Lingkungan Pelajar

Tidak hanya membahas radikalisme, kegiatan sosialisasi tersebut juga menyoroti maraknya fenomena bullying dan komunitas True Crime Community (TCC) yang berkembang di media sosial.

Fenomena TCC belakangan menjadi perhatian karena sebagian komunitas tersebut menyebarkan konten kriminalitas secara berlebihan dan berpotensi mempengaruhi psikologis remaja.

Sementara itu, kasus bullying atau perundungan masih sering terjadi di lingkungan sekolah maupun platform digital. Bentuknya pun beragam, mulai dari ejekan verbal, intimidasi, hingga cyberbullying melalui media sosial.

Azhar Hamzah menilai seluruh elemen pendidikan harus bergerak bersama untuk menghentikan praktik tersebut.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Jangan biarkan bullying merusak mental dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Peran Orang Tua dan Guru Sangat Penting

Selain sekolah, Azhar juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Orang tua diminta aktif mengawasi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan media sosial dan pergaulan sehari-hari.

Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah anak terpapar konten negatif di internet.

Di sisi lain, guru juga memiliki peran strategis dalam membangun pola pikir pelajar agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, persatuan, dan nasionalisme.

Karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan aparat keamanan harus terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Densus 88 Ingatkan Ancaman Rekrutmen Online

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Jambi turut memberikan edukasi terkait pola penyebaran radikalisme di era digital.

Saat ini, perekrutan kelompok radikal banyak memanfaatkan platform online dan media sosial. Anak muda sering menjadi sasaran karena dinilai mudah dipengaruhi melalui konten propaganda, video pendek, hingga forum diskusi tertutup.

Pendidikan Karakter Jadi Kunci Masa Depan Indonesia

Pemerintah Kota Sungai Penuh menilai penguatan pendidikan karakter menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan era digital. Karakter yang kuat akan membentuk generasi muda yang tidak mudah terpengaruh ideologi ekstrem maupun perilaku negatif lainnya.

Baca Juga :  BBM Solar Sulit Didapat di Sungai Penuh, Sopir Dump Truck dan Pickup Rela Antre Sejak Subuh Demi Dapat BBM

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong sekolah menghadirkan program edukasi berbasis toleransi, kebangsaan, dan etika digital.

Dengan cara tersebut, generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki mental kuat dan kemampuan sosial yang baik.

Wujudkan Lingkungan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

Di akhir kegiatan, Azhar Hamzah kembali mengajak seluruh pihak menjaga lingkungan pendidikan agar tetap kondusif, aman, dan bebas dari pengaruh negatif.

Ia berharap para pelajar Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mampu menjadi generasi unggul yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang tinggi.

Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda saat ini. Karena itu, perlindungan terhadap pelajar dari radikalisme, bullying, dan pengaruh negatif digital harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Kalau generasi muda kita kuat secara karakter dan moral, maka Indonesia akan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(AN)

Berita Terkait

Bupati Anwar Sadat Dampingi Launching Posyandu 6 SPM Tungkal Ilir, Layanan Warga Kini Lebih Terintegrasi
Dinas Kesehatan Kerinci Raih Penghargaan UPZ Terbesar 2026, Dana Zakat Rp180 Juta Disalurkan untuk Beasiswa dan Bantuan Masyarakat
Jadwal Penggiliran Air PDAM Sungai Penuh Terbaru! Cek Wilayah Terdampak, Penyebab Krisis Air Bersih hingga Solusi Hemat Air di Rumah
Krisis Air Bersih di Jambi Makin Parah, Warga Rela Keluar Rp560 Ribu Sebulan hingga Berburu Air Pukul 04.00 WIB
Musim Kemarau Picu Ancaman Karhutla, Bupati Tanjab Timur Keluarkan Instruksi Darurat untuk Seluruh Camat
Belanja Pegawai Pemkab Sarolangun Masih Melampaui 40 Persen, Harap Bantuan dari Pemerintah Pusat
BKPSDM Sungai Penuh Kantongi Nama ASN Malas Ngantor, Sidak Besar-besaran Segera Digelar, PPPK hingga PNS Terancam Sanksi
Gubernur Jambi Resmikan Santri Mart, Langkah Baru Bangun Ekonomi Pesantren dan Peluang Bisnis Halal di Era Modern
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Bupati Anwar Sadat Dampingi Launching Posyandu 6 SPM Tungkal Ilir, Layanan Warga Kini Lebih Terintegrasi

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Dinas Kesehatan Kerinci Raih Penghargaan UPZ Terbesar 2026, Dana Zakat Rp180 Juta Disalurkan untuk Beasiswa dan Bantuan Masyarakat

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Jadwal Penggiliran Air PDAM Sungai Penuh Terbaru! Cek Wilayah Terdampak, Penyebab Krisis Air Bersih hingga Solusi Hemat Air di Rumah

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Krisis Air Bersih di Jambi Makin Parah, Warga Rela Keluar Rp560 Ribu Sebulan hingga Berburu Air Pukul 04.00 WIB

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Musim Kemarau Picu Ancaman Karhutla, Bupati Tanjab Timur Keluarkan Instruksi Darurat untuk Seluruh Camat

Berita Terbaru