Gubernur Jambi Resmikan Santri Mart, Langkah Baru Bangun Ekonomi Pesantren dan Peluang Bisnis Halal di Era Modern

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi, H Alharis saat meresmikan Santri Mart

Gubernur Jambi, H Alharis saat meresmikan Santri Mart

JAMBI,JS- Gubernur Jambi Al Haris memperkuat komitmen pembangunan ekonomi berbasis pesantren dengan meresmikan Santri Mart Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean di Lorong H Ibrahim, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Sabtu (1/8/2026).

Peresmian tersebut menjadi salah satu agenda penting setelah Gubernur menghadiri tasyakuran wisuda santri di lingkungan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean. Momentum itu juga menandai dimulainya model usaha modern yang menggabungkan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan masyarakat dalam satu ekosistem.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean, Hasan Basri Agus (HBA), turut mendampingi Gubernur Al Haris dalam prosesi peresmian tersebut.

Hadirnya Santri Mart bukan sekadar membuka pusat perbelanjaan baru. Lebih dari itu, unit usaha tersebut menjadi simbol transformasi ekonomi pesantren yang mulai bergerak menuju sistem bisnis yang lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan.

Santri Mart Jadi Motor Baru Ekonomi Pesantren

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Santri Mart mengusung konsep kemitraan yang saling menguntungkan antara penyedia barang dan pihak pesantren.

Melalui skema tersebut, mitra menyediakan produk, sementara pesantren menyediakan lokasi usaha sekaligus mengelola operasional toko. Keuntungan usaha kemudian menjadi sumber pendapatan tambahan bagi pesantren.

Menurut Al Haris, pola seperti ini jauh lebih produktif dibanding hanya mengandalkan bantuan dari donatur atau pihak luar.

Ia menjelaskan bahwa pesantren memerlukan sumber pendanaan yang stabil agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki fasilitas, sekaligus memperluas pelayanan kepada para santri.

“Kehadiran Santri Mart merupakan langkah yang sangat baik dalam membangun ekonomi pesantren melalui konsep kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Al Haris.

Mengurangi Ketergantungan terhadap Donatur

Al Haris menilai banyak pondok pesantren di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pembiayaan operasional.

Sebagian besar lembaga pendidikan berbasis pesantren masih mengandalkan sumbangan masyarakat maupun bantuan para dermawan.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong lahirnya unit usaha produktif yang mampu menghasilkan pemasukan secara berkesinambungan.

Menurutnya, keuntungan usaha dari Santri Mart nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pondok, mulai dari pengembangan sarana pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga kesejahteraan lingkungan pesantren.

Dengan demikian, pesantren memiliki fondasi ekonomi yang jauh lebih kuat.

Baca Juga :  Muaro Jambi Cetak Prestasi Nasional! Peringkat 78 PTSP Indonesia, Terbaik di Provinsi Jambi dan Siap Banjir Investasi 2026

Santri Lebih Mudah Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari

Selain menjadi sumber pendapatan, Santri Mart juga memberikan manfaat langsung bagi para santri.

Selama ini, banyak santri harus keluar dari lingkungan pondok hanya untuk membeli kebutuhan harian.

Keberadaan pusat perbelanjaan di dalam kawasan pesantren membuat aktivitas tersebut menjadi jauh lebih praktis.

Al Haris berharap harga berbagai kebutuhan pokok tetap kompetitif sehingga mampu membantu santri sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga.

Konsep tersebut juga meningkatkan kenyamanan aktivitas belajar karena santri tidak lagi harus bepergian jauh hanya untuk memenuhi kebutuhan sederhana.

Warga Sekitar Ikut Merasakan Manfaat

Dampak positif Santri Mart tidak hanya dirasakan lingkungan pondok.

Masyarakat sekitar Kecamatan Alam Barajo juga memperoleh kemudahan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Menurut Al Haris, kawasan tersebut masih membutuhkan pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan pilihan produk yang lebih lengkap.

Karena itu, Santri Mart berpotensi berkembang menjadi pusat ekonomi baru bagi warga sekitar.

Dengan lokasi yang mudah dijangkau, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan sehari-hari tanpa harus menuju pusat kota atau swalayan yang letaknya lebih jauh.

Dorong Pertumbuhan UMKM dan Bisnis Halal

Keberadaan Santri Mart juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, distributor lokal, hingga produsen makanan halal di Provinsi Jambi.

Melalui pola kemitraan, produk-produk lokal berpeluang masuk ke jaringan pemasaran pesantren.

Strategi tersebut dapat memperluas pasar bagi pelaku usaha kecil sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi daerah.

Selain itu, konsep bisnis halal yang diterapkan Santri Mart dinilai sejalan dengan perkembangan industri halal nasional yang terus mengalami pertumbuhan.

Tidak hanya menjual kebutuhan pokok, Santri Mart juga berpotensi menjadi etalase berbagai produk lokal berkualitas dari Jambi.

Al Haris Ingin Model Ini Diterapkan di Seluruh Pesantren Jambi

Gubernur Al Haris berharap keberhasilan Santri Mart dapat menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lainnya di Provinsi Jambi.

Menurutnya, setiap pesantren memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik daerah masing-masing.

Apabila seluruh pesantren memiliki unit usaha produktif, maka akan terbentuk jaringan ekonomi berbasis pendidikan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai konsep tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Santri tidak hanya memperoleh pendidikan agama, tetapi juga belajar mengenai kewirausahaan, manajemen usaha, dan pengelolaan bisnis modern.

HBA: Santri Mart Menjadi Awal Pengembangan Wirausaha Pesantren

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean, Hasan Basri Agus (HBA), menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Jambi terhadap pengembangan ekonomi pesantren.

Menurut HBA, peresmian Santri Mart menjadi bagian dari rangkaian kegiatan besar yang diselenggarakan pesantren pada hari yang sama.

Selain menggelar tasyakuran wisuda, pesantren juga melaksanakan wisuda santri putri, peluncuran SMA Al-Amum, serta sejumlah kegiatan pendidikan dan keagamaan lainnya.

Seluruh agenda tersebut mencerminkan komitmen pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kontribusi kepada masyarakat.

HBA menegaskan bahwa dukungan pemerintah menjadi motivasi besar untuk terus mengembangkan sektor kewirausahaan di lingkungan pondok.

Ia berharap Santri Mart mampu tumbuh menjadi unit usaha yang sehat, profesional, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh keluarga besar pesantren.

Baca Juga :  Seleksi Ketat Sekolah Rakyat Kota Jambi, 370 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Tempuh Pendidikan

Pesantren Kini Tidak Hanya Mendidik, Tetapi Juga Membangun Ekonomi

Perkembangan dunia pendidikan menunjukkan bahwa pesantren tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga pembelajaran agama.

Kini, banyak pesantren mulai mengembangkan sektor ekonomi kreatif, pertanian, peternakan, koperasi, hingga ritel modern.

Langkah tersebut menjadi strategi penting dalam menciptakan kemandirian lembaga pendidikan sekaligus membangun karakter santri yang memiliki jiwa entrepreneur.

Melalui Santri Mart, Pondok Pesantren Sirojul Mukhlasin Al Fauzean memperlihatkan bahwa pendidikan dan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Model seperti ini berpotensi menjadi contoh nasional apabila terus berkembang dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Santri Mart Jadi Simbol Transformasi Pesantren Modern

Peresmian Santri Mart menjadi lebih dari sekadar pembukaan toko ritel.

Unit usaha tersebut mencerminkan perubahan cara pandang pesantren dalam membangun masa depan.

Dengan memadukan pendidikan, kewirausahaan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Santri Mart hadir sebagai simbol transformasi pesantren modern yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Apabila konsep tersebut berkembang secara konsisten, bukan hanya pesantren yang memperoleh manfaat, tetapi juga masyarakat, UMKM, hingga perekonomian daerah secara keseluruhan.(*)

Berita Terkait

Belanja Pegawai Pemkab Sarolangun Masih Melampaui 40 Persen, Harap Bantuan dari Pemerintah Pusat
BKPSDM Sungai Penuh Kantongi Nama ASN Malas Ngantor, Sidak Besar-besaran Segera Digelar, PPPK hingga PNS Terancam Sanksi
Breaking! Penipu Incar Calon Pensiunan PNS di Sungai Penuh, BKPSDM Keluarkan Peringatan Resmi Soal WhatsApp dan Link Palsu
Muaro Jambi Cetak Prestasi Nasional! Peringkat 78 PTSP Indonesia, Terbaik di Provinsi Jambi dan Siap Banjir Investasi 2026
Sidak BKPSDMD Sungai Penuh, Banyak ASN Puskesmas Sungai Liuk Tidak Hadir, Kepala Puskesmas Turut Absen
Seleksi Ketat Sekolah Rakyat Kota Jambi, 370 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Tempuh Pendidikan
Gubernur Al Haris Minta OPD Jambi Waspada Evaluasi SAKIP 2025, Tekankan Kinerja Berorientasi Hasil
Sri Kartini Alfin Kunjungi Anak Stunting dan Tumor, Tegaskan Semua Anak Berhak Tumbuh Sehat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Belanja Pegawai Pemkab Sarolangun Masih Melampaui 40 Persen, Harap Bantuan dari Pemerintah Pusat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:01 WIB

BKPSDM Sungai Penuh Kantongi Nama ASN Malas Ngantor, Sidak Besar-besaran Segera Digelar, PPPK hingga PNS Terancam Sanksi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Gubernur Jambi Resmikan Santri Mart, Langkah Baru Bangun Ekonomi Pesantren dan Peluang Bisnis Halal di Era Modern

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Breaking! Penipu Incar Calon Pensiunan PNS di Sungai Penuh, BKPSDM Keluarkan Peringatan Resmi Soal WhatsApp dan Link Palsu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Muaro Jambi Cetak Prestasi Nasional! Peringkat 78 PTSP Indonesia, Terbaik di Provinsi Jambi dan Siap Banjir Investasi 2026

Berita Terbaru