SUNGAIPENUH,JS- Perumda Air Minum Tirta Khayangan Kota Sungai Penuh resmi memberlakukan jadwal penggiliran pendistribusian air untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut muncul setelah debit air baku terus menurun akibat kondisi musim kemarau yang masih berlangsung.
Langkah ini bertujuan menjaga agar seluruh pelanggan tetap memperoleh pasokan air secara bergantian. Meskipun durasi distribusi menjadi lebih terbatas, perusahaan berupaya memastikan seluruh wilayah pelayanan tetap menerima aliran air sesuai jadwal.
Bagi masyarakat Kota Sungai Penuh, informasi mengenai jadwal penggiliran air PDAM Sungai Penuh menjadi sangat penting. Dengan mengetahui jam distribusi, pelanggan dapat mengatur penggunaan air, menyiapkan tandon, serta menghindari kekurangan pasokan selama musim kemarau.
Selain berdampak pada kebutuhan rumah tangga, kondisi ini juga memengaruhi pelaku usaha, rumah makan, perhotelan, tempat ibadah, hingga sektor pendidikan yang setiap hari membutuhkan pasokan air bersih dalam jumlah besar.
Mengapa PDAM Sungai Penuh Melakukan Penggiliran Air?
Perumda Air Minum Tirta Khayangan menjelaskan bahwa berkurangnya debit air baku menjadi penyebab utama diterapkannya sistem distribusi bergilir.
Saat musim kemarau berlangsung, debit sungai dan sumber mata air mengalami penurunan. Akibatnya, volume air yang masuk ke instalasi pengolahan ikut berkurang.
Jika perusahaan tetap mengalirkan air tanpa pengaturan, sebagian wilayah berpotensi tidak memperoleh pasokan sama sekali. Oleh karena itu, sistem penggiliran menjadi solusi agar distribusi berlangsung lebih merata.
Pelanggan juga diimbau menggunakan air secara bijak selama masa penyesuaian tersebut.
Jadwal Penggiliran Air PDAM Sungai Penuh Terbaru
Perumda Air Minum Tirta Khayangan membagi distribusi air menjadi tiga sesi.
Pukul 06.00–12.00 WIB
Wilayah yang memperoleh layanan meliputi:
- Kelurahan Sungai Penuh
- Jalan Muradi
- Desa Gedang sebagian
- Depati Parbo sebagian
- Pondok Tinggi
- Lawang Agung
- Dusun Nek
- Koto Tinggi
Pukul 12.00–18.00 WIB
Distribusi air mengalir ke wilayah:
- Jalan Baru
- Kelurahan Sungai Penuh sebagian
- Depati Parbo
- Dusun Baru
- Sumur Anyir
- Koto Pinang
- Koto Renah sebagian
Pukul 18.00–06.00 WIB
Wilayah pelayanan meliputi:
- Dusun Baru sebagian
- Koto Renah
- Koto Keras
- Koto Lolo
- Koto Bento
Perumda juga menegaskan bahwa jadwal dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan debit air baku.
Dampak Musim Kemarau terhadap Pasokan Air Bersih
Fenomena musim kemarau tidak hanya terjadi di Kota Sungai Penuh. Berbagai daerah di Indonesia juga mulai menghadapi tantangan serupa.
Ketika curah hujan menurun, sumber air permukaan mengalami penyusutan. Kondisi tersebut mengurangi kapasitas produksi instalasi pengolahan air minum.
Akibatnya, perusahaan daerah air minum di berbagai wilayah harus menerapkan strategi distribusi agar pelayanan tetap berjalan.
Bagi masyarakat, situasi ini mengharuskan setiap keluarga lebih bijak menggunakan air.
Cara Menghemat Air Selama Jadwal Penggiliran Berlaku
Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah sederhana untuk menjaga ketersediaan air.
1. Isi Tandon Saat Air Mengalir
Pastikan tandon atau bak penampungan terisi penuh selama jadwal distribusi berlangsung.
2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Gunakan air terlebih dahulu untuk memasak, minum, mandi, dan sanitasi.
3. Periksa Kebocoran Pipa
Kebocoran kecil sering kali menyebabkan pemborosan air dalam jumlah besar.
4. Gunakan Mesin Cuci Secara Efisien
Jalankan mesin cuci hanya ketika pakaian sudah mencukupi kapasitas maksimal.
5. Manfaatkan Air Bekas
Air bekas mencuci sayur atau mencuci tangan masih dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.
Pelaku Usaha Perlu Menyesuaikan Operasional
Kebijakan penggiliran air juga berdampak terhadap dunia usaha.
Rumah makan, hotel, usaha laundry, salon, hingga industri kecil perlu menyesuaikan jadwal operasional dengan waktu distribusi air.
Sebagian pelaku usaha bahkan mulai menambah kapasitas tandon sebagai langkah antisipasi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Pentingnya Memiliki Tandon Air di Rumah
Saat ini semakin banyak masyarakat memasang tandon air sebagai solusi menghadapi distribusi bergilir.
Tandon memungkinkan keluarga menyimpan cadangan air untuk beberapa hari.
Selain itu, keberadaan pompa otomatis membantu mengoptimalkan distribusi air ke seluruh bagian rumah.
Tidak heran jika pencarian mengenai tandon air terbaik, pompa air hemat listrik, hingga filter air rumah meningkat setiap kali musim kemarau tiba. Topik-topik tersebut juga termasuk kategori dengan nilai CPC yang tinggi di mesin pencari karena berkaitan dengan produk rumah tangga dan layanan utilitas.
Komitmen Perumda Tirta Khayangan Melayani Pelanggan
Perumda Air Minum Tirta Khayangan meminta masyarakat memahami kondisi penurunan debit air yang terjadi.
Perusahaan terus memantau kondisi sumber air serta melakukan penyesuaian distribusi agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pelayanan.
Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama jadwal penggiliran berlangsung.
Apabila kondisi debit air kembali normal, perusahaan akan meninjau ulang sistem distribusi dan berpeluang mengembalikan layanan seperti biasa.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Air Tidak Mengalir Sesuai Jadwal?
Apabila pelanggan belum menerima aliran air sesuai jadwal, lakukan beberapa langkah berikut:
- Pastikan keran utama dalam posisi terbuka.
- Periksa instalasi pipa di rumah.
- Cek apakah terjadi kebocoran pada sambungan pipa.
- Tanyakan informasi terbaru melalui kanal resmi Perumda Air Minum Tirta Khayangan.
- Laporkan gangguan apabila aliran tidak kembali normal setelah jadwal distribusi berakhir.
Mengapa Informasi Jadwal Distribusi Air Penting?
Informasi jadwal distribusi membantu masyarakat merencanakan aktivitas harian.
Selain itu, pelanggan dapat menentukan waktu terbaik untuk mencuci pakaian, mengisi bak mandi, membersihkan rumah, hingga menyimpan cadangan air.
Perencanaan sederhana tersebut mampu mengurangi risiko kekurangan air ketika distribusi memasuki giliran wilayah lain.(*)










