Banjir Kerinci & Sungai Penuh: Penyebab Tak Hanya Hujan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Banjir di Kerinci dan Sungai penuh beberapa waktu lalu

Kondisi Banjir di Kerinci dan Sungai penuh beberapa waktu lalu

KERINCI,JS- Banjir masih menjadi momok bagi masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Setiap musim hujan, sejumlah desa di wilayah ini kerap menghadapi bencana, terutama desa-desa yang berada di sepanjang Sungai Batang Merao.

Baca Juga :  Reshufle : Pejabat Kerinci Sibuk Pamer Kedekatan dengan Bupati

Pemerintah berupaya menormalisasi sungai melalui pengajuan ke Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI), tetapi banjir tetap melanda. Menariknya, lokasi yang paling parah terdampak hampir selalu sama setiap tahunnya, yaitu wilayah Depati Tujuh di Kerinci serta Hamparan hingga Tanjung Rawang di Sungai Penuh.

Baca Juga :  Hujan, BMKG dan BPBD Kerinci Imbau Warga Waspada

Menurut Ardi, pemerhati lingkungan Kerinci, banjir tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan. Faktor lain yang memperburuk kondisi adalah ketidakteraturan pembangunan. “Banyak warga masih membangun rumah di sepanjang Sungai Batang Merao, bahkan hampir berdekatan dengan bibir sungai. Akibatnya, daerah resapan air terganggu sehingga air lebih mudah meluap,” jelasnya.

Baca Juga :  Debit Air Naik, Wawako Sungai Penuh Minta Warga Siaga

Selain itu, kondisi hutan di hulu Sungai Batang Merao semakin memprihatinkan, sehingga daya serap air menurun. Aktivitas pembukaan lahan baru dan pertambangan di daerah Siulak juga memperparah banjir.

Ke depan, Ardi menekankan, pemerintah Kerinci dan Sungai Penuh harus lebih memperhatikan tata kelola pembangunan permukiman agar mereka bisa mengurangi risiko banjir di masa mendatang.(AN)

Berita Terkait

Viral! Isu ASN Sungai Penuh Ramai Ajukan Cerai, Benarkah Dampak Pengangkatan PPPK?
Wako Alfin Hadiri Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih oleh Presiden Prabowo, Ekonomi Desa Sungai Penuh Siap Melejit
Beasiswa IPB Dibuka! Peluang Emas Anak Sarolangun Kuliah Gratis 2026, Bupati Hurmin Siapkan SDM Unggul Masa Depan
Banjir Bungo Jambi Meluas, Ribuan Rumah Warga Terendam
Bupati Kerinci Tunjuk Maya Novefri Jadi Plt Direktur Perumda Tirta Sakti, Ini Tugas dan Target Besarnya
Debit Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Unit 6 dan Unit 7 Rimbo Bujang Terancam Putus
Peluk Duka Warga Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Sungai Penuh
Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:01 WIB

Viral! Isu ASN Sungai Penuh Ramai Ajukan Cerai, Benarkah Dampak Pengangkatan PPPK?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:31 WIB

Beasiswa IPB Dibuka! Peluang Emas Anak Sarolangun Kuliah Gratis 2026, Bupati Hurmin Siapkan SDM Unggul Masa Depan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:04 WIB

Banjir Bungo Jambi Meluas, Ribuan Rumah Warga Terendam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:05 WIB

Bupati Kerinci Tunjuk Maya Novefri Jadi Plt Direktur Perumda Tirta Sakti, Ini Tugas dan Target Besarnya

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:02 WIB

Debit Sungai Meluap, Jembatan Penghubung Unit 6 dan Unit 7 Rimbo Bujang Terancam Putus

Berita Terbaru