KERINCI,JS– Fenomena qari dan qariah asal Kerinci yang membela daerah lain kembali muncul pada MTQ tingkat Provinsi Jambi tahun ini. Banyak peserta asal Kerinci memilih daerah lain karena merasa tidak mendapat perhatian dan dukungan yang cukup dari Pemkab Kerinci.
Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama. Mereka menilai pemerintah kurang memberi ruang bagi talenta agama di Kerinci.
“Kejadian seperti ini sering terjadi. Banyak putra-putri berprestasi, tapi perhatian pemerintah sangat minim,” ujar seorang warga.
Fenomena itu tampak jelas pada MTQ tahun ini. Sejumlah peserta asal Kerinci tampil sebagai kafilah daerah lain. Humairah, qariah kelahiran Kerinci bahkan bertanding di bawah bendera Kabupaten Merangin.
Warga Kerinci lainnya, Rama, meminta Pemkab segera memperbaiki pola pembinaan.
“Kita punya putra-putri terbaik. Pemerintah harus membina dan memfasilitasi mereka,” tegasnya.
Kerinci sendiri masih kesulitan bersaing di MTQ tingkat provinsi. Selama beberapa tahun terakhir, daerah ini bahkan sulit menembus lima besar. Ironisnya, sebagian juara di daerah lain justru berasal dari Kerinci.
“Banyak juara itu putra terbaik Kerinci,” tambah warga tersebut.
Warga berharap pemerintah mulai memberi perhatian lebih serius agar potensi lokal tidak terus mengalir ke daerah lain.(AN)









