Baru Tahu, Ini Penyebab Jalan Aspal di Indonesia Cepat Rusak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kondisi Jalan Aspal rusak waktu Musim Hujan

Foto : Kondisi Jalan Aspal rusak waktu Musim Hujan

JAKARTA,JS– Setiap musim hujan, kondisi jalan di berbagai wilayah Indonesia sering berubah drastis. Jalan yang sebelumnya mulus tiba-tiba dipenuhi lubang, retak, atau bergelombang. Bahkan jalan yang baru beberapa hari lalu mulus bisa berubah menjadi kubangan air. Akibatnya, pengendara harus ekstra hati-hati.

Dosen Teknik Sipil Universitas Tangerang Raya (Untara), Riski Wahyudi, mengatakan salah satu penyebab klasik jalan rusak adalah drainase yang buruk. “Air merupakan musuh utama jalan beraspal. Jika hujan tidak mengalir dengan baik, genangan muncul dan merusak struktur jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Bullying di Sekolah Meningkat Lebih dari 100 Persen

Selain itu, air meresap ke pori-pori aspal atau terperangkap di lapisan bawah. Kondisi ini membuat aspal mengembang, retak, dan terangkat saat kendaraan berat melintas. Akibatnya, jalan menjadi bergelombang bahkan berlubang dengan kedalaman berbahaya.

Meski kualitas hotmix (aspal dan agregat) tinggi dan sesuai standar, jalan tetap cepat rusak bila air menggenang. “Walaupun aspal kedap air, air yang masuk melalui retakan merusak lapisan bawah. Berbeda dengan beton, yang lebih tahan genangan,” jelas Riski.

Baca Juga :  Pemkab Sarolangun Terapkan Penilaian Kinerja untuk TPP ASN

Kerusakan biasanya muncul dari retakan kecil. Sayangnya, petugas sering menunda perbaikan hingga kerusakan meluas. Dengan demikian, biaya perbaikan semakin membengkak setiap hujan turun.

Selain drainase, faktor lain yang mempercepat kerusakan jalan adalah truk ODOL, pengerjaan tidak sesuai standar, dan pengawasan yang lemah.

Dengan curah hujan tinggi di Indonesia, pihak berwenang harus segera memperbaiki drainase agar jalan lebih awet. “Dengan kata lain, perhatian pada drainase sama pentingnya dengan kualitas material dan pengawasan pembangunan jalan,” ujar Riski.(AN)

Berita Terkait

Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah
Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN
Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Tak Perlu Antri, Catat cara dan Jadwal Penukaran Uang Lebaran
DPR Sorot Kesiapan Industri Bayar THR, Usulkan Revisi Aturan
Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS, Ini Ketentuannya
Mudik Lebaran, Indonesia AirAsia Tawarkan Diskon Tiket 17%
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:00 WIB

Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:30 WIB

Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:30 WIB

Tak Perlu Antri, Catat cara dan Jadwal Penukaran Uang Lebaran

Berita Terbaru

Ilustrasi lupa akun Google

Teknologi

Lupa Akun Google? Begini Cara Pulihkannya dalam 5 Menit!

Minggu, 15 Feb 2026 - 12:00 WIB

Penampakan HUAWEI Mate X7

Teknologi

HP Lipat Terbaru Huawei Bisa Bikin Kamera Flagship Tersipu

Minggu, 15 Feb 2026 - 09:00 WIB