Kasus Bullying di Sekolah Meningkat Lebih dari 100 Persen

Psikolog Serukan Edukasi dan Satgas Anti-Perundungan

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kasus bullying di sekolah

Ilustrasi kasus bullying di sekolah

JAKARTA,JS– Kasus perundungan atau bullying di kalangan anak dan remaja kembali menjadi sorotan. Lingkungan sekolah yang seharusnya aman bagi siswa masih sering terjadi kekerasan fisik dan psikis.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 573 kasus perundungan sepanjang 2024. Angka ini naik lebih dari 100 persen dibanding 2023 yang hanya mencatat 285 kasus.

Psikolog klinis dan konselor anak, Winny Suryania, menyatakan keprihatinannya. “Bullying tidak hanya merugikan korban secara fisik. Dampak psikologisnya juga sangat besar,” ujar Winny dikutip dari siaran pers Cikal, Rabu (12/11/2025). Ia menambahkan peningkatan kasus menunjukkan banyak sekolah dan lingkungan sosial masih minim empati.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Wacana! PPPK PW Tuntut Status Penuh Waktu, Ini Dampaknya bagi ASN Indonesia

Winny menilai kurangnya kesadaran kolektif dan budaya toleransi membuat bullying terus terjadi. Ia menegaskan sekolah harus menjadi garda depan pencegahan dan penanganan kasus ini.

“Sekolah harus membangun budaya aman dan inklusif. Lakukan edukasi berkala tentang bullying untuk guru, murid, orang tua, dan staf. Bentuk program peer support agar murid saling menjaga dan membantu teman sebayanya,” kata Winny. Ia juga mendorong sekolah membentuk satuan tugas (Satgas) anti-perundungan dan menyediakan layanan konseling aktif untuk menangani kasus dengan cepat.

Baca Juga :  Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

“Sekolah perlu menerapkan kebijakan tegas dan menjadi teladan perilaku positif. Sekolah juga harus menyediakan akses konseling atau rujukan ke ahli untuk membantu pemulihan korban,” jelas Winny.(AN)

Berita Terkait

Dana Rp20,5 Triliun Cair untuk 497 Pemda, GTKN Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu
Punya Rumah Lebih dari Satu? Pemerintah Mulai Bidik Penghasilan Sewa untuk Perluasan Basis Pajak
Hasil CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Kapan Keluar? Ini Jadwal Terbaru Kemensos
Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair, Cek NIK Sekarang! Ini Nominal, Desil dan Cara Pencairannya
ASN Daerah Akhirnya Bernapas Lega! Pemerintah Kucurkan Rp20,5 Triliun untuk Gaji PNS dan PPPK, Ini Daftar Daerah Penerima
Kabar Baik untuk PPPK! Mendagri Tito Siapkan 3 Solusi Atasi Krisis Gaji ASN di Daerah
Harga Bioetanol Agustus 2026 Resmi Naik, Pemerintah Siapkan E10 dan E20, Harga Pertamax Green 95 Jadi Sorotan
Kabar Terbaru PPPK 2026: DPR Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Merumahkan PPPK
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Dana Rp20,5 Triliun Cair untuk 497 Pemda, GTKN Desak PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Punya Rumah Lebih dari Satu? Pemerintah Mulai Bidik Penghasilan Sewa untuk Perluasan Basis Pajak

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Hasil CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 Kapan Keluar? Ini Jadwal Terbaru Kemensos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair, Cek NIK Sekarang! Ini Nominal, Desil dan Cara Pencairannya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:01 WIB

ASN Daerah Akhirnya Bernapas Lega! Pemerintah Kucurkan Rp20,5 Triliun untuk Gaji PNS dan PPPK, Ini Daftar Daerah Penerima

Berita Terbaru