BATANGHARI,JS– Pemerintah Kabupaten Batang Hari mempercepat pemerataan jaringan telekomunikasi di wilayahnya. Untuk itu, pemkab bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi serta para kepala Diskominfo kabupaten/kota se-Jambi menggelar audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdiggi).
Dalam pertemuan itu, rombongan menyoroti persoalan blank spot dan lemahnya kualitas sinyal yang masih menghambat aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah, terutama di Batang Hari.
Soroti Wilayah Blank Spot
Kepala Diskominfo Batang Hari, H. Amir Hamzah, membawa data detail tentang titik-titik tanpa sinyal. Ia meminta pemerintah pusat melihat langsung kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah konkret.
Menurut Amir, jumlah titik kosong di Batang Hari tidak sebanyak daerah lain di Jambi. Meski begitu, ia menilai persoalan ini tetap mendesak. Karena itu, ia mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jaringan.
Desa Bungku Masuk Skala Prioritas
Amir menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan dan pengembangan Base Transceiver Station (BTS) ke pemerintah pusat. Ia menetapkan Desa Bungku sebagai salah satu lokasi prioritas.
“Untuk Batang Hari, kami memprioritaskan pengembangan menara di Desa Bungku. Beberapa wilayah masih mengalami blank spot dan sinyal lemah. Bahkan, sebagian masyarakat masih menggunakan jaringan 2G. Karena itu, kami perlu meningkatkan kualitas jaringan,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Ia memperkirakan jumlah titik tanpa sinyal di Batang Hari kurang dari 20 lokasi. Namun, ia tetap menekankan pentingnya peningkatan kualitas jaringan guna mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik berbasis digital.
Jajaki Kerja Sama dengan Operator
Selain bertemu pihak kementerian, rombongan juga menemui Telkom, Telkomsel, dan Telkomsat. Mereka membahas peluang kerja sama untuk memperluas cakupan serta meningkatkan kualitas layanan internet.
Amir menyebut, pertemuan tersebut membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan operator telekomunikasi.
Dorong Program Internet Murah Desa
Dalam pembahasan itu, Amir dan jajaran juga menawarkan gagasan program internet murah bagi desa-desa. Mereka ingin mempercepat transformasi digital hingga ke tingkat pedesaan.
Namun, Amir menegaskan bahwa pihaknya masih mengkaji skema pembiayaan dan mekanisme pelaksanaan program tersebut. Ia ingin memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian langkah ini, Pemkab Batang Hari menargetkan pemerataan akses internet di seluruh wilayah. Pemerintah daerah optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik jika jaringan semakin stabil dan merata.(*)









