BEI Tetapkan 3 Green Equity, Ada Saham yang Naik 12% dalam Sehari

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan pasar saham

Ilustrasi pergerakan pasar saham

BISNIS,JS- Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadirkan klasifikasi baru bagi investor yang ingin melihat perusahaan dengan kontribusi terhadap ekonomi hijau.

Mulai 28 Agustus 2026, BEI memberlakukan green equity designation untuk tiga saham, yaitu PT Hero Global Investment Tbk (HGII), PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Langkah tersebut menarik perhatian pasar karena BEI mulai memberikan penanda khusus bagi emiten yang menjalankan bisnis berbasis ekonomi hijau atau sedang mengubah model bisnis menuju aktivitas yang lebih ramah lingkungan.

Menariknya, ketiga saham tersebut menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.

Saham HGII menguat 2,33%. Kemudian, KEEN naik 1,18%. Sementara itu, TOBA mencatat kenaikan paling tinggi dengan lonjakan 12,15% dalam sehari.

Pergerakan tersebut membuat green equity menjadi salah satu topik yang menarik bagi investor saham, terutama investor yang mengikuti perkembangan ESG investing, sustainable investment, green stocks, dan sektor energi terbarukan.

BEI Mulai Berlakukan Green Equity 28 Agustus 2026

BEI mulai menerapkan klasifikasi saham berbasis hijau tersebut pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Teuku Fahmi Ariandar, Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, menjelaskan ketentuan tersebut melalui pengumuman resmi BEI pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut pengumuman tersebut, BEI memasukkan HGII dan KEEN ke dalam kategori green equity.

Sementara itu, BEI menempatkan TOBA dalam kategori green equity transition.

Perbedaan kategori tersebut penting bagi investor karena mencerminkan tahap kontribusi perusahaan terhadap ekonomi hijau.

HGII dan KEEN telah menjalankan aktivitas bisnis yang berkaitan langsung dengan energi terbarukan.

Sebaliknya, TOBA masih menjalani proses transformasi bisnis. Perusahaan tersebut sebelumnya memiliki keterkaitan kuat dengan bisnis batu bara, tetapi kini mengembangkan sejumlah lini usaha yang lebih dekat dengan ekonomi hijau.

Apa Itu Green Equity?

Green equity designation merupakan penanda yang BEI gunakan untuk membantu investor mengenali emiten yang memenuhi kriteria tertentu terkait ekonomi hijau.

Konsep ini memiliki hubungan erat dengan tren global ESG investing.

ESG merupakan singkatan dari Environmental, Social, and Governance. Dalam praktik investasi modern, investor tidak hanya melihat laba, pendapatan, dan harga saham.

Investor juga mulai memperhatikan bagaimana perusahaan mengelola lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola perusahaan.

Karena itu, label green equity dapat menjadi informasi tambahan ketika investor melakukan analisis terhadap saham.

Namun, investor tetap perlu melihat laporan keuangan, valuasi, prospek industri, arus kas, utang, kinerja operasional, dan risiko bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.

BEI Membagi Green Equity Menjadi Dua Kategori

BEI menggunakan dua kategori dalam klasifikasi saham berbasis hijau.

1. Green Equity

Kategori pertama adalah green equity.

BEI memberikan kategori ini kepada perusahaan yang telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi hijau melalui aktivitas bisnisnya.

Dalam konteks tiga saham yang masuk tahap awal, HGII dan KEEN masuk kategori tersebut.

Kegiatan utama kedua perusahaan berkaitan dengan pembangkit listrik energi terbarukan.

2. Green Equity Transition

Kategori kedua adalah green equity transition.

Kategori ini menyasar perusahaan yang sedang melakukan transformasi menuju aktivitas bisnis yang mendukung ekonomi hijau.

TOBA masuk kategori tersebut.

Dengan demikian, investor dapat melihat TOBA dari perspektif yang berbeda dibandingkan HGII dan KEEN.

TOBA tidak hanya menawarkan eksposur terhadap bisnis energi. Investor juga perlu memperhatikan bagaimana perusahaan menjalankan proses transformasi bisnisnya.

Baca Juga :  Modal Terbatas Bukan Halangan, Ini Strategi Investasi Saham untuk Membangun Kekayaan Jangka Panjang

Kriteria Perusahaan untuk Mendapatkan Label Green Equity

BEI tidak memberikan label tersebut tanpa proses penilaian.

Perusahaan tercatat harus memenuhi sejumlah persyaratan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi hijau.

BEI antara lain melihat aspek pendapatan, investasi, keselarasan dengan taksonomi, tata kelola, keterbukaan informasi, serta penilaian pihak eksternal.

Salah satu aspek yang menarik perhatian investor berkaitan dengan komposisi pendapatan.

Perusahaan perlu memiliki sedikitnya 50% pendapatan dari aktivitas ekonomi yang masuk kategori hijau sesuai dengan kriteria yang berlaku.

Selain pendapatan, perusahaan juga perlu menjalankan aktivitas usaha yang sesuai dengan sektor dalam taksonomi yang menjadi acuan.

Kriteria tersebut membuat label green equity memiliki fungsi lebih spesifik dibandingkan sekadar label perusahaan yang mengusung program lingkungan.

HGII Fokus pada Energi Terbarukan

HGII menjadi salah satu perusahaan yang masuk kategori green equity.

Perusahaan ini menjalankan bisnis di sektor energi baru terbarukan (EBT).

HGII mengembangkan pembangkit listrik tenaga minihidro atau PLTM serta pembangkit listrik tenaga biogas atau PLTBg.

Kedua jenis pembangkit tersebut memanfaatkan sumber energi alternatif yang berbeda dari pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil.

Karena itu, aktivitas HGII memiliki keterkaitan langsung dengan tren renewable energy investment.

Tren tersebut juga berkembang di berbagai negara seiring meningkatnya perhatian terhadap transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Harga Saham HGII

Pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026, saham HGII berakhir di level Rp132 per saham.

Harga tersebut mencatat kenaikan Rp3 atau sekitar 2,33% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan itu muncul sehari sebelum green equity designation mulai berlaku.

Investor tentu perlu mencermati apakah sentimen positif tersebut berlanjut setelah klasifikasi baru resmi berjalan.

Namun, pergerakan satu hari tidak cukup untuk menggambarkan prospek jangka panjang sebuah saham.

KEEN Andalkan Pembangkit Energi Terbarukan

Selain HGII, BEI memasukkan KEEN ke kategori green equity.

KEEN menjalankan bisnis pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Perusahaan memiliki fokus pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Kedua sumber energi tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan energi terbarukan.

Secara global, investasi pada renewable energy terus mendapatkan perhatian karena kebutuhan energi meningkat, sementara banyak negara mendorong penggunaan sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Karena itu, saham perusahaan yang memiliki eksposur terhadap sektor energi terbarukan dapat menarik perhatian investor yang mengikuti tema green investment.

Harga Saham KEEN

Saham KEEN mengakhiri perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026 di level Rp855.

Harga tersebut naik Rp10 atau sekitar 1,18% dalam sehari.

Kinerja tersebut menambah perhatian terhadap KEEN menjelang penerapan green equity designation pada 28 Agustus 2026.

Meski demikian, investor tetap perlu melakukan analisis fundamental sebelum membeli saham.

TOBA Masuk Green Equity Transition

TOBA memiliki cerita yang berbeda.

Perusahaan tersebut sebelumnya terkenal dengan aktivitas bisnis yang berkaitan dengan batu bara.

Kini, TOBA mengembangkan strategi transformasi bisnis menuju sektor yang lebih dekat dengan ekonomi hijau.

Perusahaan mengembangkan beberapa lini usaha, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, kendaraan listrik, dan pengolahan limbah.

Perubahan arah tersebut membuat TOBA masuk kategori green equity transition.

Label ini menunjukkan bahwa perusahaan masih berada dalam tahap perubahan menuju model bisnis yang semakin mendukung ekonomi hijau.

Bagi investor, proses transisi tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dipantau.

Saham TOBA Melonjak 12,15%

Pergerakan TOBA menjadi sorotan utama pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.

Harga saham TOBA ditutup di level Rp600 per saham.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan Rp65 atau 12,15% dalam satu hari.

Kenaikan dua digit tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan penguatan HGII dan KEEN.

Namun, investor perlu berhati-hati dalam menghubungkan kenaikan harga saham hanya dengan satu faktor.

Pasar saham bergerak berdasarkan banyak faktor, termasuk sentimen, volume transaksi, kondisi industri, kinerja perusahaan, ekspektasi investor, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Green Equity dan Peluang Investasi ESG

Munculnya green equity di BEI memperkuat perkembangan investasi berbasis keberlanjutan di Indonesia.

Investor global dalam beberapa tahun terakhir semakin memperhatikan faktor lingkungan dan keberlanjutan ketika memilih aset investasi.

Istilah seperti ESG stocks, sustainable finance, green stocks, dan renewable energy stocks semakin sering muncul dalam pembahasan pasar modal global.

Indonesia juga memiliki peluang besar dalam sektor energi terbarukan.

Potensi tenaga air, surya, biomassa, panas bumi, dan sumber energi lainnya memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis baru.

Namun, peluang tersebut tetap memiliki risiko.

Investasi energi membutuhkan modal besar. Selain itu, perusahaan harus menghadapi tantangan perizinan, pembangunan infrastruktur, teknologi, pendanaan, serta perubahan kebijakan pemerintah.

Apakah Green Equity Berarti Saham Pasti Naik?

Jawabannya tidak.

Green equity designation tidak menjamin kenaikan harga saham.

Label tersebut lebih tepat dipandang sebagai informasi tambahan bagi investor mengenai karakteristik aktivitas bisnis perusahaan.

Harga saham tetap bergantung pada mekanisme pasar.

Jika kinerja keuangan perusahaan memburuk, investor tetap dapat menjual saham tersebut meskipun perusahaan memiliki label hijau.

Begitu juga sebaliknya.

Perusahaan dengan bisnis hijau tetap membutuhkan pertumbuhan pendapatan, keuntungan yang sehat, arus kas yang kuat, dan strategi bisnis yang jelas agar mampu memberikan nilai kepada pemegang saham.

Baca Juga :  Investasi Makin Mudah dari HP, Investor Pasar Modal Tembus 30,43 Juta: Ini Risiko yang Wajib Dipahami

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Investor yang tertarik pada saham green equity dapat memperhatikan beberapa faktor sebelum mengambil keputusan.

Pertama, lihat laporan keuangan

Investor perlu melihat pendapatan, laba bersih, arus kas, utang, serta margin perusahaan.

Kedua, periksa sumber pendapatan

Label hijau berkaitan dengan aktivitas ekonomi perusahaan.

Karena itu, investor perlu memahami dari mana perusahaan memperoleh pendapatan.

Ketiga, pahami strategi transisi

Untuk perusahaan dalam kategori green equity transition seperti TOBA, investor perlu mencermati perkembangan transformasi bisnis.

Apakah investasi baru menghasilkan pendapatan?

Apakah kontribusi bisnis baru terus meningkat?

Pertanyaan tersebut dapat membantu investor memahami kualitas transformasi perusahaan.

Keempat, jangan mengabaikan valuasi

Saham dengan tema menarik tetap dapat memiliki valuasi terlalu mahal.

Karena itu, investor perlu membandingkan harga saham dengan kinerja dan prospek perusahaan.

Daftar 3 Saham Green Equity BEI

Berikut ringkasan tiga saham yang masuk klasifikasi green equity BEI:

Kode Perusahaan Kategori Harga 27 Agustus 2026 Perubahan
HGII PT Hero Global Investment Tbk Green Equity Rp132 +2,33%
KEEN PT Kencana Energi Lestari Tbk Green Equity Rp855 +1,18%
TOBA PT TBS Energi Utama Tbk Green Equity Transition Rp600 +12,15%

Data harga dalam tabel mengacu pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026.

Mengapa Green Stocks Menarik Perhatian Investor?

Tema green stocks memiliki daya tarik tersendiri karena berkaitan dengan perubahan struktur ekonomi.

Transisi energi tidak hanya menyangkut lingkungan.

Perubahan tersebut juga menciptakan peluang bisnis baru.

Perusahaan dapat memperoleh peluang dari pembangunan pembangkit energi terbarukan, kendaraan listrik, infrastruktur energi, pengolahan limbah, hingga teknologi pendukung.

Karena itu, investor dapat menggunakan green equity designation sebagai salah satu filter awal ketika mencari perusahaan dengan eksposur terhadap ekonomi hijau.

Namun, filter tersebut tetap perlu dikombinasikan dengan analisis fundamental dan teknikal.

Green Equity Bukan Pengganti Analisis Fundamental

Investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena perusahaan memperoleh label hijau.

Green equity designation memberikan perspektif tambahan mengenai bisnis perusahaan.

Sementara itu, keputusan investasi membutuhkan analisis yang lebih menyeluruh.

Investor perlu mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan, prospek industri, valuasi saham, likuiditas, risiko bisnis, hingga kondisi ekonomi makro.

Dengan pendekatan tersebut, investor dapat menghindari keputusan yang hanya mengikuti tren.

Kesimpulan

BEI resmi memperkenalkan green equity designation dengan menetapkan tiga saham pada tahap awal.

HGII dan KEEN masuk kategori green equity karena menjalankan aktivitas bisnis yang berkaitan dengan energi terbarukan.

Sementara itu, TOBA masuk kategori green equity transition karena perusahaan masih menjalankan proses transformasi menuju ekosistem bisnis yang lebih berorientasi pada ekonomi hijau.

Ketiga saham tersebut menunjukkan penguatan pada perdagangan 27 Agustus 2026.

TOBA mencatat kenaikan paling mencolok dengan 12,15%, sedangkan HGII naik 2,33% dan KEEN menguat 1,18%.

Mulai 28 Agustus 2026, klasifikasi tersebut resmi berlaku.

Bagi investor, kehadiran green equity dapat menjadi informasi tambahan ketika menyusun strategi ESG investing, sustainable investment, dan renewable energy investment.

Namun, label hijau bukan jaminan keuntungan. Investor tetap perlu melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.(*)

Berita Terkait

Update Harga Emas Perhiasan Sabtu 29 Agustus 2026: 24K Turun, Cek Harga Semua Karat
Bunga Deposito Bank Digital Agustus 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Agustus 2026 Naik-Turun? Cek Daftarnya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 Turun, Cek Harga Terbarunya Disini
IHSG Berpeluang Tembus 6.600, 6 Saham Ini Masuk Radar Investor untuk Cari Cuan
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Selasa 25 Agustus 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkapnya Disini
Harga BBM Pertamina Hari Ini, Senin 24 Agustus 2026: Pertamax Turun, Cek Daftar Lengkap dan Harga Terbarunya
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri Terbaru Agustus 2026: Mana yang Paling Menguntungkan?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Update Harga Emas Perhiasan Sabtu 29 Agustus 2026: 24K Turun, Cek Harga Semua Karat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:01 WIB

BEI Tetapkan 3 Green Equity, Ada Saham yang Naik 12% dalam Sehari

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Bunga Deposito Bank Digital Agustus 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Agustus 2026 Naik-Turun? Cek Daftarnya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:31 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 26 Agustus 2026 Turun, Cek Harga Terbarunya Disini

Berita Terbaru