Bupati Merangin Raih detikSumatera Awards 2026, Strategi Penurunan Stunting Tembus 9,6 Persen

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN,JS- Upaya Pemerintah Kabupaten Merangin dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dan menekan angka stunting kembali mendapat sorotan. Bupati Merangin H M Syukur meraih detikSumatera Awards 2026 untuk kategori Inovasi Kesehatan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas berbagai program kesehatan yang pemerintah daerah jalankan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

H M Syukur menerima penghargaan itu dari Wakil Pimpinan Redaksi detik.com Fajar Pratama dalam Malam Anugerah detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom The Trans Hotel Jakarta, Jumat malam, 28 Agustus 2026.

Ajang tersebut memberikan penghargaan kepada tokoh, lembaga, institusi, hingga komunitas yang menghadirkan inovasi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di wilayah Sumatera.

Bagi Pemerintah Kabupaten Merangin, penghargaan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam program pencegahan stunting, jaminan kesehatan, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pembangunan sumber daya manusia.

Bupati Merangin: Penghargaan Ini Milik Masyarakat Jambi

H M Syukur menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang ia terima. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja pemerintah daerah, tetapi juga menggambarkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin mencapai penurunan angka stunting tanpa dukungan masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader posyandu, serta berbagai pihak yang ikut menjalankan program kesehatan.

“Penghargaan ini milik seluruh masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Merangin,” ujar H M Syukur.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah.

Penghargaan detikSumatera Awards 2026 juga menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Merangin Murka! PETI Garap Aset Pemkab di Talangkawo, Polisi Diminta Usut Tuntas

Angka Stunting Merangin Turun Signifikan

Salah satu alasan utama yang menguatkan capaian Merangin terletak pada penurunan prevalensi stunting.

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, prevalensi stunting Kabupaten Merangin turun dari 14,9 persen pada 2023 berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), menjadi 9,6 persen pada 2024 berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Penurunan tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya pemerintah daerah memperkuat program pencegahan dan penanganan stunting.

Angka 9,6 persen juga berada jauh di bawah angka nasional yang disebut mencapai 19,8 persen.

Dengan demikian, Merangin memiliki capaian yang cukup kuat dalam upaya mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak.

Namun, pemerintah tetap menghadapi tantangan untuk mempertahankan tren positif tersebut. Sebab, penanganan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan.

Pemerintah perlu memperkuat pencegahan sejak masa kehamilan, meningkatkan kualitas gizi ibu dan anak, memastikan pemeriksaan kesehatan berjalan rutin, serta mendorong masyarakat memahami pentingnya pola hidup sehat.

Program Kesehatan Jadi Bagian Penting Pembangunan Daerah

Penurunan angka stunting juga tidak berdiri sendiri. Pemerintah Kabupaten Merangin menjalankan berbagai kebijakan kesehatan yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Salah satu capaian yang ikut menjadi perhatian yaitu peningkatan cakupan Jamkesda hingga mencapai 38.748 jiwa.

Program jaminan kesehatan tersebut membantu masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan semakin luasnya cakupan perlindungan kesehatan, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pelayanan ketika membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan.

Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga kesinambungan program kesehatan agar manfaatnya tidak berhenti pada satu periode pemerintahan.

Ketersediaan fasilitas kesehatan, tenaga medis, pelayanan ibu dan anak, pemantauan pertumbuhan balita, hingga edukasi mengenai gizi menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Desa Plakar Jaya Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Prestasi Merangin dalam bidang penanganan stunting juga terlihat dari tingkat desa.

Desa Plakar Jaya, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, berhasil meraih juara II Desa Berkinerja Baik tingkat nasional dalam kategori konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2025.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan pemerintah hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Desa memiliki posisi strategis karena pemerintah desa dapat mengidentifikasi kondisi keluarga, ibu hamil, bayi, balita, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih cepat.

Melalui koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat, berbagai program pencegahan stunting dapat berjalan lebih terarah.

Karena itu, prestasi Desa Plakar Jaya turut memperkuat gambaran mengenai praktik baik penanganan stunting di Kabupaten Merangin.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci

Penurunan angka stunting membutuhkan strategi yang menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat.

Masalah gizi anak, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan makanan. Kondisi ekonomi keluarga, pengetahuan orang tua, sanitasi, akses air bersih, pelayanan kesehatan, pola asuh, hingga pemeriksaan kehamilan juga ikut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Puskesmas dan tenaga kesehatan berperan dalam pelayanan medis. Pemerintah desa membantu menggerakkan masyarakat. Kader posyandu memantau perkembangan anak. Sementara itu, keluarga menjadi pihak yang menjalankan pola asuh dan pemenuhan kebutuhan anak setiap hari.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat mengembangkan strategi pencegahan stunting berbasis masyarakat.

Pendekatan seperti ini juga dapat membantu pemerintah mendeteksi masalah sejak dini sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum kondisi anak semakin serius.

detikSumatera Awards Soroti Praktik Baik Merangin

Kepala Dinas Kominfo Merangin Ahmad Khoiruddin Agung Saputro mengatakan berbagai capaian tersebut turut menjadi perhatian dalam penilaian detikSumatera Awards 2026.

Menurutnya, prestasi Kabupaten Merangin di bawah kepemimpinan Bupati H M Syukur bersama Wakil Bupati H A Khafid menunjukkan adanya komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat.

Penilaian tersebut kemudian menempatkan Merangin sebagai salah satu daerah yang memiliki praktik baik kesehatan masyarakat di Sumatera.

Penghargaan tersebut sekaligus memperluas perhatian terhadap program kesehatan yang berjalan di Kabupaten Merangin.

“Berbagai prestasi yang diraih Kabupaten Merangin di bawah kepemimpinan Bupati H M Syukur dan Wakil Bupati H A Khafid membuat detik.com menilai Merangin sebagai rujukan praktik baik kesehatan masyarakat di Sumatera,” kata Ahmad Khoiruddin Agung Saputro.

Mengapa Penurunan Stunting Penting bagi Masa Depan Anak?

Stunting menjadi salah satu persoalan penting dalam pembangunan sumber daya manusia karena gangguan pertumbuhan pada masa anak-anak dapat berkaitan dengan perkembangan fisik dan kemampuan belajar.

Karena itu, pemerintah perlu melihat penanganan stunting sebagai investasi jangka panjang.

Ketika anak memperoleh asupan gizi yang cukup, mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, serta tumbuh dalam lingkungan yang sehat, peluang mereka untuk berkembang secara optimal akan semakin besar.

Selanjutnya, kualitas generasi muda juga akan memengaruhi produktivitas masyarakat dalam jangka panjang.

Itulah sebabnya program penurunan stunting, jaminan kesehatan masyarakat, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan memiliki hubungan erat dengan agenda pembangunan daerah.

Baca Juga :  BMKG Ungkap Cuaca Jambi hingga 31 Agustus 2026, Hujan Sedang Masih Mengintai di Tengah Kemarau dan Risiko Karhutla

Tantangan Merangin Setelah Meraih Penghargaan

Penghargaan detikSumatera Awards 2026 memberikan apresiasi terhadap capaian Merangin. Namun, penghargaan tersebut juga menghadirkan tantangan baru.

Pemerintah daerah perlu menjaga angka stunting agar tidak kembali meningkat.

Selain itu, pemerintah harus memastikan program kesehatan berjalan secara konsisten hingga tingkat desa dan keluarga.

Penguatan posyandu, edukasi gizi, pemantauan ibu hamil, pemeriksaan balita, akses layanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat menjadi beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan edukasi kesehatan masyarakat.

Informasi mengenai gizi, kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat, serta pencegahan penyakit dapat disampaikan melalui berbagai kanal digital sehingga menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Penghargaan Jadi Motivasi untuk Memperkuat Pelayanan Publik

Bupati H M Syukur menilai penghargaan yang diterima bukan menjadi alasan untuk berhenti bekerja.

Sebaliknya, apresiasi tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Merangin.

Pemerintah daerah perlu mempertahankan program yang terbukti memberikan hasil positif sekaligus melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang belum berjalan optimal.

Dengan demikian, penghargaan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga menjadi pemicu untuk menghadirkan kebijakan yang semakin berdampak bagi masyarakat.

Terlebih lagi, sektor kesehatan memiliki hubungan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

Merangin Berpeluang Menjadi Contoh Program Kesehatan di Jambi

Capaian penurunan prevalensi stunting dari 14,9 persen menjadi 9,6 persen menunjukkan perkembangan yang patut mendapat perhatian.

Ditambah dengan keberhasilan Desa Plakar Jaya meraih prestasi tingkat nasional serta peningkatan cakupan Jamkesda hingga 38.748 jiwa, Merangin memiliki sejumlah indikator yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi daerah lain.

Ke depan, pemerintah dapat memperkuat dokumentasi dan publikasi mengenai program tersebut sehingga praktik baik yang telah berjalan dapat dipelajari dan diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.

Dengan begitu, keberhasilan Merangin tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Provinsi Jambi dan Sumatera.(*)

Berita Terkait

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya
133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak
Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan
Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas
4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas
Wako Alfin Hadiri Pengukuhan DPC PKB Sungai Penuh 2026–2031
MTQH Jambi 2026, Merangin Bidik Tiga Besar dengan 62 Kafilah
Bukan Cuma Cek Bangunan! Aktivis Minta Proyek P3-TGAI Kerinci dan Sungai Penuh Diaudit APH Hingga BPK
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Tiga Besar Hasil Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Diumumkan, Berikut Namanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:31 WIB

133 ASN Pemkab Tebo Pensiun hingga September 2026, Guru Paling Banyak

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Hari Kesadaran Nasional, ASN Sungai Penuh Diingatkan soal Disiplin dan Pelayanan

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kejari Sungai Penuh Ikut Gerakan 3S, Alfin Dorong Kepedulian Sosial Meluas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:01 WIB

4.363 Hektare Lahan Terbakar di Jambi, Batang Hari Catat Kebakaran Terluas

Berita Terbaru