SUNGAIPENUH,JS- Kebakaran lahan kembali terjadi di Kota Sungai Penuh, Jambi, Jumat (28/8/2026). Kali ini, api membakar lahan di kawasan Pesisir Bukit, tepatnya di sekitar Kantor BPBD Kota Sungai Penuh.
Peristiwa tersebut mendapat respons cepat dari jajaran Satpol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh. Petugas langsung bergerak setelah menerima laporan warga mengenai kebakaran lahan yang berpotensi meluas.
Laporan masuk sekitar pukul 11.00 WIB. Hanya lima menit kemudian, petugas berangkat menuju lokasi pada pukul 11.05 WIB.
Tim pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.10 WIB.
Kecepatan petugas mencapai lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah api menjalar lebih luas. Terlebih, kebakaran lahan dapat berkembang cepat ketika kondisi vegetasi dan cuaca mendukung penyebaran api.
Damkar Sungai Penuh Kerahkan 15 Personel
Untuk menangani kebakaran tersebut, Satpol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh mengerahkan 15 personel.
Petugas juga membawa dua unit armada pemadam kebakaran ke lokasi.
Setibanya di kawasan Pesisir Bukit, tim langsung melakukan upaya pemadaman. Petugas kemudian memastikan titik-titik api tidak kembali menyala dan menjalar menuju area lainnya.
Koordinasi di lapangan berjalan dengan baik. Proses pemadaman pun berlangsung aman dan lancar.
Hingga penanganan selesai, petugas tidak menemukan adanya korban jiwa.
Kebakaran tersebut juga tidak menimbulkan kerugian materi berdasarkan informasi awal dari petugas di lapangan.
Response Time Damkar Hanya 5 Menit
Kecepatan respons menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran. Dalam kejadian ini, Satpol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh mencatat response time sekitar lima menit.
Laporan masuk pukul 11.00 WIB.
Petugas bergerak pukul 11.05 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 11.10 WIB.
Kecepatan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan petugas pemadam kebakaran dalam menghadapi laporan darurat.
Selain kemampuan personel, keberadaan armada pemadam yang siap bergerak juga memiliki peran penting.
Karena itu, masyarakat perlu segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada petugas. Laporan yang lebih cepat dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum api berkembang menjadi lebih besar.
Api Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah
Informasi awal dari lokasi menyebutkan bahwa kebakaran lahan di Pesisir Bukit diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah.
Api kemudian menjalar menuju lahan di sekitarnya.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggunakan api di area terbuka.
Pembakaran sampah yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi kebakaran apabila api menyambar rumput kering, semak, daun, atau material mudah terbakar lainnya.
Apalagi, api dapat berpindah mengikuti arah angin.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak meninggalkan api tanpa pengawasan. Warga juga perlu memastikan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.
Imbauan Damkar untuk Warga Sungai Penuh
Kasat Pol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh, Dafri, S.Pd., M.Si., mengingatkan seluruh personel agar selalu mengedepankan respons cepat dalam setiap penanganan kejadian.
Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi bagian penting dari tugas petugas pemadam kebakaran.
Selain kecepatan, petugas juga perlu menjaga profesionalisme ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Pada saat yang sama, masyarakat memiliki peran besar dalam mencegah kebakaran.
Warga Kota Sungai Penuh diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi sekitar sebelum menggunakan api di area terbuka.
Mengapa Pembakaran Sampah Bisa Memicu Kebakaran?
Pembakaran sampah di ruang terbuka memiliki risiko yang cukup besar.
Api dapat menyambar material kering yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Selanjutnya, angin dapat membawa bara atau percikan api menuju area lain.
Situasi seperti ini dapat memicu kebakaran lahan dalam waktu singkat.
Risiko semakin besar ketika masyarakat melakukan pembakaran tanpa menyediakan sumber air atau alat pemadam sederhana di dekat lokasi.
Karena itu, warga perlu mempertimbangkan cara yang lebih aman untuk menangani sampah rumah tangga.
Masyarakat juga sebaiknya mengikuti aturan pengelolaan sampah yang berlaku di wilayah masing-masing.
Kebakaran Lahan Perlu Diantisipasi Sejak Dini
Kebakaran lahan bukan hanya persoalan api yang membakar vegetasi.
Asap dari kebakaran juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam kondisi tertentu, asap pekat dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu jarak pandang.
Karena itu, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api membesar.
Warga dapat membantu dengan melaporkan kepulan asap atau titik api sejak awal. Informasi tersebut memungkinkan petugas melakukan tindakan lebih cepat.
Selain itu, pemilik lahan juga perlu menjaga kebersihan area dari material yang mudah terbakar.
Rumput kering, daun, ranting, dan sampah yang menumpuk dapat menjadi bahan bakar ketika api muncul.
Langkah Aman Saat Menemukan Kebakaran
Masyarakat yang melihat kebakaran sebaiknya tidak langsung mengambil risiko dengan mendekati sumber api.
Pertama, warga perlu menjaga jarak aman.
Selanjutnya, segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang.
Informasi mengenai lokasi juga harus jelas. Warga dapat menyebutkan nama kawasan, patokan terdekat, akses menuju lokasi, serta kondisi api.
Informasi tersebut membantu petugas menentukan langkah penanganan.
Jika kondisi memungkinkan, masyarakat juga dapat membantu mengarahkan petugas menuju titik kebakaran.
Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Pentingnya Respons Cepat dalam Penanganan Kebakaran
Kebakaran dapat berubah menjadi keadaan darurat dalam waktu singkat. Karena itu, response time petugas menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan pemadam kebakaran.
Semakin cepat petugas tiba, semakin besar peluang untuk mengendalikan api sebelum menjalar.
Dalam kejadian di Pesisir Bukit, petugas Damkar Kota Sungai Penuh menunjukkan respons cepat dengan tiba di lokasi sekitar lima menit setelah bergerak dari markas.
Tim kemudian melakukan pemadaman menggunakan dua armada dan melibatkan 15 personel.
Penanganan tersebut berlangsung tanpa korban jiwa dan tanpa laporan kerugian materi.
Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan Sembarangan
Imbauan untuk tidak membakar lahan secara sembarangan kembali menjadi perhatian.
Masyarakat perlu memahami bahwa api yang digunakan untuk membersihkan lahan dapat menimbulkan risiko apabila warga tidak mengendalikannya dengan baik.
Selain itu, kondisi cuaca dan arah angin dapat berubah.
Api yang awalnya berada dalam area kecil dapat menyebar ke lahan lain.
Oleh sebab itu, warga sebaiknya menghindari pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi lingkungan kering atau angin cukup kencang.
Pencegahan Kebakaran Dimulai dari Lingkungan Rumah
Upaya mencegah kebakaran tidak hanya menjadi tugas petugas pemadam.
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.
Sampah sebaiknya tidak dibakar sembarangan. Warga dapat memilah sampah dan menggunakan metode pengelolaan yang lebih aman.
Selain itu, area sekitar rumah dan lahan perlu dibersihkan secara berkala.
Material kering yang menumpuk sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.
Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat mengurangi potensi munculnya titik api.
Kesigapan Petugas dan Kesadaran Warga Jadi Kunci
Kebakaran lahan di kawasan Pesisir Bukit menjadi pengingat bahwa kejadian serupa dapat muncul sewaktu-waktu.
Respons cepat petugas memang sangat penting. Namun, pencegahan tetap menjadi langkah utama.
Petugas Damkar membutuhkan laporan masyarakat agar dapat bergerak segera. Sementara itu, masyarakat membutuhkan edukasi mengenai bahaya penggunaan api secara terbuka.
Dengan kerja sama antara petugas dan warga, potensi kebakaran dapat ditekan.
Untuk kejadian Jumat siang tersebut, Satpol PP dan Damkar Kota Sungai Penuh berhasil mengendalikan api dengan mengerahkan 15 personel dan dua armada pemadam.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi dalam kejadian tersebut.
Masyarakat kini kembali diingatkan agar tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.
Kewaspadaan sejak awal menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.(TIM)










