Bela PLTA, Alharis ; Penyusutan Danau Kerinci Faktor Curah Hujan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Danau Kerinci menyusut, Gubernur Jambi, H Alharis bela PLTA

Danau Kerinci menyusut, Gubernur Jambi, H Alharis bela PLTA

JAMBI,JS– Bela PLTA, Alharis ; Penyusutan Danau Kerinci Faktor Curah Hujan

Penyusutan permukaan air Danau Kerinci di awal 2026 mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa kondisi itu lebih dipicu oleh faktor alam, bukan semata-mata oleh operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hydro (KMH).

Curah Hujan Rendah Jadi Faktor Utama

Al Haris menjelaskan bahwa curah hujan yang rendah sepanjang Januari 2026 menjadi pemicu utama penurunan muka air Danau Kerinci. Ia meninjau langsung lokasi danau untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Saya kemarin turun langsung ke Kerinci. Penyebab utamanya memang minimnya curah hujan. Selain itu, pergerakan air di pintu air juga cukup kencang,” ujar Al Haris, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga :  Surutnya Danau Kerinci: Uji Coba PLTA Tekan Ekonomi Warga

PLTA Justru Menunjang Ketahanan Energi

Gubernur juga menekankan bahwa PLTA KMH berperan penting dalam menjaga ketahanan energi listrik di Jambi dan Sumatera. Saat pemadaman listrik panjang pada Mei 2025 akibat gangguan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), keberadaan PLTA membantu mempercepat pemulihan pasokan listrik.

“PLTA ini mendukung kemandirian energi. Saat gangguan SUTT tahun lalu, PLTA membuat pemadaman panjang bisa diminimalkan,” ujarnya.

Pasokan Air Sungai Menurun

Humas PLTA KMH, Aslori, menambahkan bahwa turbin pembangkit listrik tetap beroperasi sesuai jadwal.

“Curah hujan di Kerinci dan sekitarnya rendah, sehingga pasokan air dari Sungai Batang Merao dan sungai penyangga lain berkurang signifikan,” jelas Aslori. Ia menambahkan bahwa secara klimatologis, wilayah Kerinci seharusnya masih memasuki periode basah hingga awal Februari.

Baca Juga :  Nilai TKA SMA/SMK Jambi Masih di Bawah Nasional

Faktor Cuaca Regional

Kepala BMKG Depati Parbo Kabupaten Kerinci, Kurnia Ningsih, menuturkan bahwa fenomena cuaca regional turut memengaruhi curah hujan. Banyak siklon tropis terbentuk di selatan Jawa dan barat Australia, sehingga massa udara tertarik ke pusat siklon dan hujan jatuh di wilayah lain.

Selain itu, kecepatan angin yang tinggi di Kabupaten Kerinci mempercepat pergerakan udara sehingga curah hujan berkurang di sekitar danau.

Pemantauan Terus Dilakukan

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan Danau Kerinci. Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan pemanfaatan sumber daya air tetap berkelanjutan.

Sementara itu, Sulman salah seorang petani Kerinci berharap akan adanya Pemerintah Kabupaten Kerinci termasuk Pemprov Jambi ikut memperhatikan kondisi masyarakat tani dan nelayan Kerinci yang terdampak akibat penyusutan Danau Kerinci.

“Kami berharap perhatian Pemkab Kerinci dan Pemprov jambi untuk bisa mengantisipasi permasalahan ini, jangan sampai setiap musim kemarau kami para petani dan nelayan Kerinci jadi korban,” pintanya.(TIM)

Berita Terkait

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
BKN Fasilitasi Penataan Kepala Sekolah di Sungai Penuh, BKPSDM Dorong Sistem Merit dan Profesionalisme ASN
Pengusaha di Merangin Garut Kepala!, Pemkab Naikkan Tarif Listrik Perusahaan dari Rp200 Jadi Rp1.035 per kWh
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:44 WIB

Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:13 WIB

Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:01 WIB

Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global

Berita Terbaru

Nilai tukar ringgit terhadap rupiah hari ini

Internasional

Ringgit Malaysia Kian Menguat, Segini Kurs 1 MYR ke Rupiah Hari ini

Senin, 29 Jun 2026 - 20:01 WIB