Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Sarolangun bakal gelar operasi pasar guna menstabilkan harga LPG 3 Kg

Pemkab Sarolangun bakal gelar operasi pasar guna menstabilkan harga LPG 3 Kg

SAROLANGUN,JS- Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) segera menggelar operasi pasar gas LPG subsidi tabung 3 kilogram. Langkah ini bertujuan menekan lonjakan harga yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Koperindag Sarolangun, H. Juddin, S.Ag., menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat. Ia menyebut, harga LPG 3 kg di sejumlah titik sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung.

“Kami ingin memastikan harga kembali sesuai HET. Operasi pasar ini menjadi langkah konkret untuk membantu masyarakat,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Harga Melebihi HET, Warga Mengeluh

Saat ini, sebagian pangkalan menjual LPG 3 kg di atas harga yang telah ditetapkan. Kondisi tersebut memicu keresahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan

Karena itu, pemerintah daerah memilih turun langsung ke lapangan. Selain menjaga stabilitas harga, operasi pasar ini juga memastikan LPG subsidi benar-benar sampai kepada kelompok penerima manfaat.

Operasi Pasar Digelar Serentak

Selanjutnya, Dinas Koperindag menjadwalkan operasi pasar tahap pertama pada Minggu, 15 Februari 2026. Petugas akan menggelar kegiatan ini secara serentak di lima kecamatan dengan total 2.800 tabung LPG 3 kg.

Berikut rincian lokasinya:

  • Kecamatan Sarolangun – Laman Basamo Sriwijaya (560 tabung)
  • Kecamatan Mandiangin – Kantor Camat (560 tabung)
  • Kecamatan Air Hitam – Kantor Camat (560 tabung)
  • Kecamatan Singkut – Kantor Camat (560 tabung)
  • Kecamatan Bathin VIII – Kantor Camat (560 tabung)

Ke depan, dinas terkait juga akan memperluas operasi pasar ke enam kecamatan lainnya.

Agar tepat sasaran, petugas mewajibkan masyarakat membawa Kartu Keluarga (KK) dan KTP saat membeli LPG subsidi di lokasi operasi pasar.

Pengawasan Distribusi Diperketat

Selain menggelar operasi pasar, Dinas Koperindag juga memperketat pengawasan distribusi di tingkat pangkalan. Juddin meminta masyarakat ikut mengawasi penyaluran LPG subsidi di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Jelang Arus Mudik, Jalinsum Sarolangun–Merangin–Bungo Rusak

“Kalau ada pangkalan yang menjual di atas HET, segera laporkan. Kami akan teruskan ke Pertamina untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dengan pengawasan bersama, pemerintah berharap penyaluran LPG berjalan tepat sasaran dan tepat harga.

Antisipasi Ramadan dan Idul Fitri

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah antisipatif menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Dinas Koperindag telah mengajukan penambahan kuota LPG 3 kg sebesar 100 persen kepada Pertamina Jambi.

Untuk tahun 2026, Kabupaten Sarolangun memperoleh kuota 5.632 metrik ton atau setara 1.877.333 tabung LPG 3 kg. Pemerintah ingin memastikan stok tetap aman saat kebutuhan masyarakat meningkat.

Tegaskan HET Rp18 Ribu

Pemerintah Kabupaten Sarolangun kembali menegaskan pemberlakuan HET Rp18.000 per tabung. Ketentuan ini tercantum dalam Surat Edaran Bupati Sarolangun Nomor 510/90/Dag/Kopurindag/2025.

Dalam edaran tersebut, pemerintah menetapkan bahwa LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, pelaku usaha mikro, dan nelayan kecil.

Agen wajib menyalurkan LPG dari SPPBE ke pangkalan resmi. Selain itu, agen harus menjaga kelancaran distribusi, memastikan stok tersedia, serta menjual sesuai HET dan ketentuan volume.

Khusus untuk wilayah pegunungan, perairan, dan pedalaman, pemerintah memperbolehkan tambahan biaya operasional. Namun, agen hanya boleh mengenakan biaya untuk kebutuhan transportasi dan bongkar muat dengan sistem dua kali pengangkutan.

Baca Juga :  Sido Mukti Segera jadi Desa, Pemkab Sarolangun Ajukan Raperda

Jika ditemukan penyimpangan distribusi atau penyaluran tidak sesuai titik koordinat terdaftar di Pertamina, Dinas Koperindag akan segera melaporkan dan mengusulkan operasi pasar di lokasi tersebut.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah berharap harga LPG 3 kg kembali stabil. Dengan demikian, masyarakat kecil dapat memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.(*)

Berita Terkait

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi
Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya
Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis
Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran
Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK
Viral! Nasabah Bank Jambi Antre Hingga Ratusan Orang untuk Ganti PIN ATM, Layanan Kembali Disorot
Bukan Bali atau Lombok, Ini Alasan Jambi Jadi Destinasi Favorit Baru 2026
APBD Jambi Tertekan! Belanja Pegawai Lewati Batas, Ini Strategi Pemprov Hadapi Krisis Anggaran
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:30 WIB

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:30 WIB

Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:00 WIB

Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK

Berita Terbaru