JAKARTA,JS- Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menargetkan Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 mencetak transaksi hingga Rp52,38 triliun. Program ini mendorong konsumsi domestik seiring meningkatnya mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) dan aktivitas belanja menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sektor Wisata dan Belanja Saling Mendukung
Wakil Ketua Umum Hippindo, Fetty Kwartati, menjelaskan bahwa sektor wisata dan belanja saling terkait. “Setiap pergerakan wisatawan biasanya diikuti aktivitas makan dan berbelanja, yang memutar roda perekonomian lokal,” katanya.
Fetty menambahkan bahwa BINA Lebaran 2026 berlangsung pada 6–30 Maret 2026. Program ini menghadirkan sekitar 800 brand, kurang lebih 80 gerai, dan lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Dengan dukungan ini, Hippindo menargetkan transaksi tahun ini naik 10%–15% dibandingkan tahun lalu.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Optimisme
Selain itu, Fetty menekankan bahwa optimisme muncul dari kolaborasi lintas kementerian, asosiasi, dan pelaku usaha melalui berbagai program dan kampanye serentak. Program ini meningkatkan kunjungan ke mal sekaligus mendorong transaksi domestik, termasuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Sinergi Pemerintah Kunci Keberhasilan
Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bambang Wisnubroto, menegaskan bahwa BINA Lebaran bukan sekadar program tahunan, tetapi instrumen strategis untuk memacu konsumsi rumah tangga.
Bambang menyebutkan, tahun lalu masyarakat melakukan transaksi sekitar Rp32,7 triliun melalui BINA Lebaran, mencapai 90% dari target. Tahun ini, pemerintah, asosiasi ritel, dan pelaku usaha menargetkan transaksi naik hampir 50%, menjadi Rp52,38 triliun.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat dan daerah, asosiasi pusat perbelanjaan, serta pelaku usaha harus bekerja sama. Integrasi program pariwisata, promosi daerah, dan kampanye asosiasi pusat perbelanjaan akan menentukan keberhasilan program ini.
Momentum Idulfitri Perkuat Konsumsi
Selain itu, Bambang menyoroti bahwa Idulfitri 2026 berdekatan dengan rangkaian hari besar lain, seperti Natal, Tahun Baru, dan Imlek. Kondisi ini memperpanjang periode konsumsi masyarakat sekaligus menjaga daya beli tetap tinggi.
“Kita harus memastikan masyarakat tetap berbelanja setelah periode festive awal tahun ini berakhir. Semua pihak perlu bekerja sama agar target ambisius tercapai,” tegas Bambang.(*)









