Bitcoin Terus Melemah, Investor Khawatir Dampak AI ke Ekonomi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin

Bitcoin

BISNIS,JS- Harga Bitcoin terus menurun selama empat pekan terakhir di tengah volatilitas pasar global. Investor khawatir bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Mengutip Bloomberg pada Rabu (18/2/2026), Bitcoin sempat turun 3,2% ke level US$66.604 sebelum kembali sedikit pulih. Selama beberapa bulan terakhir, pergerakan Bitcoin cenderung mengikuti saham-saham teknologi di Amerika Serikat. Namun, meski pasar ekuitas AS sempat reli, aset kripto belum sepenuhnya mengikuti tren tersebut.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Tertekan, Analis Prediksi Titik Terendah Bisa Capai US$40.000–50.000

“Sentimen di pasar kripto saat ini cukup suram,” ujar Noelle Acheson, penulis buletin Crypto is Macro Now. Ia menambahkan bahwa meski institusi keuangan tradisional terus mengadopsi Bitcoin, harga belum mencerminkan hal tersebut, sehingga memengaruhi psikologi investor.

Ketidakpastian Pasar Akibat AI

Di Wall Street, saham bergerak fluktuatif karena investor menimbang potensi disrupsi AI. Mereka meragukan dampak teknologi ini terhadap beberapa sektor ekonomi dan efektivitas investasi besar dalam jangka pendek. Akibatnya, pasar mengalami tekanan tambahan.

Arus dana juga memberikan tekanan signifikan. Sepanjang pekan lalu, investor menarik dana sebesar US$360 juta dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di AS, menandai empat pekan berturut-turut arus keluar bersih. Indikator sentimen CryptoQuant menunjukkan indeks Fear and Greed berada di level 10 dari 100, menandakan kondisi “extreme fear” di pasar.

Baca Juga :  Berbeda dari MSCI dan FTSE, S&P Justru Rebalance Saham RI!

Bitcoin Bergerak Konsolidatif Menunggu Katalis Baru

Paul Howard, Senior Director di Wincent, memprediksi Bitcoin akan bergerak konsolidatif sambil menunggu katalis baru. Ia menilai putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif, yang dijadwalkan keluar Jumat ini, berpotensi memengaruhi pasar lebih besar dibandingkan risalah rapat bank sentral atau data inflasi.

Secara teknikal, Robin Singh, CEO Koinly, menyoroti US$60.000 sebagai level support penting bagi Bitcoin. Namun, ia menegaskan bahwa harga bisa turun lebih jauh jika selera risiko investor melemah. “Satu guncangan makro atau gelombang ketidakpastian baru dapat mendorong harga kembali ke kisaran US$50.000,” katanya.

Harvard dan Dartmouth Bergerak Berlawanan

Di sisi institusional, Bloomberg mencatat Harvard University mengurangi eksposur terhadap Bitcoin dengan menjual 1,5 juta saham ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT). Meskipun begitu, kepemilikan ini tetap menjadi salah satu yang terbesar setelah Alphabet dan emas. Selain itu, Harvard kini mengambil posisi pertama di iShares Ethereum Trust (ETHA), memberi eksposur terhadap Ethereum.

Baca Juga :  Bitcoin Tetap Menarik, Ini Cara Investasi Kripto yang Baik

Sementara itu, dana abadi Dartmouth College justru menambah kepemilikan Bitcoin dan Ethereum. Matt Hougan, Chief Investment Officer Bitwise Asset Management Inc., menekankan bahwa pemulihan pasar bearish akan berjalan secara bertahap, bukan cepat dalam bentuk V-shape. Ia menambahkan, “Banyak kabar positif di industri kripto belum tercermin pada harga. Seiring waktu, faktor-faktor tersebut akan memengaruhi pergerakan harga.”

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Windows 10 Resmi “Mati”, Google Tawarkan Solusi Murah Rp48 Ribu! Laptop Jadul Bisa Ngebut Lagi Tanpa Upgrade Mahal
Butuh Modal Usaha? Ini Tabel KUR BNI 2026 dengan Cicilan Paling Ringan
Lenovo Legion 9i Gen 10 2026: Laptop Gaming Rp100 Jutaan dengan RTX 5090, Worth It atau Overkill? Slug:
Dividen SIDO 2026 Tembus Rp1,08 Triliun! Cek Jadwal & Potensi Cuan Saham Sido Muncul
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 April 2026 Turun! Saat Terbaik Beli atau Jual? Ini Update Lengkapnya
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Tapi Saham BRPT hingga TLKM Melonjak – Ini Peluang Emas Investor di Tengah Sentimen Global
MSIG Life Gandeng Nanobank Syariah, Hadirkan Asuransi SIAGA dengan Manfaat hingga 175%
iPhone Fold 2026: Teknologi Engsel 3D Printed Apple Siap Ubah Pasar HP Lipat, Ini Bocoran Fitur dan Harga
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:00 WIB

Windows 10 Resmi “Mati”, Google Tawarkan Solusi Murah Rp48 Ribu! Laptop Jadul Bisa Ngebut Lagi Tanpa Upgrade Mahal

Jumat, 10 April 2026 - 14:30 WIB

Butuh Modal Usaha? Ini Tabel KUR BNI 2026 dengan Cicilan Paling Ringan

Jumat, 10 April 2026 - 11:00 WIB

Dividen SIDO 2026 Tembus Rp1,08 Triliun! Cek Jadwal & Potensi Cuan Saham Sido Muncul

Jumat, 10 April 2026 - 07:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 April 2026 Turun! Saat Terbaik Beli atau Jual? Ini Update Lengkapnya

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Tapi Saham BRPT hingga TLKM Melonjak – Ini Peluang Emas Investor di Tengah Sentimen Global

Berita Terbaru