JAMBI,JS–Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jambi mulai menanam gandum di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kedua wilayah ini dipilih karena berada di dataran tinggi dan memiliki kondisi agroklimatologi yang strategis.
Ketua Tim Kerja Layanan Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Jambi, Endi Putra, mengatakan pihaknya menanam awal dalam skala kecil. Masing-masing daerah menanam lima hektare sebagai percobaan.
“Wilayah dataran tinggi Kerinci dan Sungai Penuh memiliki potensi besar untuk pengembangan gandum. Oleh karena itu, kami menanam lima hektare per daerah untuk melihat keberhasilan,” jelas Endi, Jumat.
Tim pengembangan gandum akan fokus di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Jika uji coba berhasil, mereka akan memperluas program ini. Di Kota Sungai Penuh, mereka menanam di Desa Renah Kayu Embun seluas lima hektare. Sementara di Kabupaten Kerinci, mereka menanam di Kayu Aro dan Kecamatan Depati Tujuh, masing-masing lima hektare.
Endi menambahkan rencana ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian saat berkunjung ke Kerinci beberapa waktu lalu.
“Pengembangan gandum ini merupakan bagian dari anjuran Menteri Pertanian. Dengan cara ini, kita bisa mendorong diversifikasi dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Endi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyebut Jambi sebagai lokasi percobaan pengembangan gandum perdana di Indonesia. Kementerian Pertanian memprioritaskan pengembangan gandum sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Kementan menilai gandum sebagai komoditas strategis yang memerlukan pengembangan intensif. Mereka melakukan studi agroklimatik ke Yordania dan Brasil. Lebih jauh lagi, Kementan membangun kemitraan dengan perguruan tinggi, industri, dan TNI untuk mendukung riset dan pengembangan tanaman gandum.(AN)









