Bukalapak Melejit! Laba Rp 3,14 T Dipicu Satu Sektor Ini

- Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Buka lapak.

Buka lapak.

TEKNOLOGI,JS- PT Bukalapak.com Tbk akhirnya membalikkan kinerja keuangan pada 2025 dengan mencatat laba bersih Rp 3,14 triliun. Sebelumnya, perusahaan masih membukukan rugi Rp 1,54 triliun pada 2024. Kini, perubahan strategi bisnis langsung mendorong hasil yang signifikan.

Pendapatan Melonjak Tajam Berkat Strategi Baru

Seiring perubahan fokus bisnis, pendapatan Bukalapak meningkat pesat. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia, perusahaan mencatat kenaikan pendapatan 46 persen secara tahunan menjadi Rp 6,5 triliun.

Selain itu, perbaikan kinerja investasi turut memperkuat hasil tersebut. Bukalapak berhasil membalikkan posisi dari rugi Rp 1,54 triliun menjadi laba Rp 2,37 triliun. Dampaknya, laba usaha ikut terdongkrak hingga Rp 2,41 triliun.

Baca Juga :  Tak Perlu Jago Coding, Google Gemini Bisa Bikin Gim dan Lagu

Gaming Melesat, Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Di sisi lain, segmen gaming tampil sebagai pendorong utama. Bukalapak mencatat lonjakan pendapatan gaming sebesar 205,09 persen menjadi Rp 5,34 triliun.

Pertumbuhan ini tidak terjadi secara kebetulan. Perusahaan mengoptimalkan platform seperti Itemku dan Lapakgaming untuk menangkap lonjakan transaksi pemain.

Pada kuartal IV 2025, kedua platform tersebut menghasilkan Rp 1,5 triliun. Angka ini naik 8 persen dibanding kuartal sebelumnya. Peningkatan transaksi serta strategi pemasaran akhir tahun ikut mempercepat pertumbuhan ini.

Segmen Lain Tertekan, Namun Tetap Berkontribusi

Namun demikian, tidak semua lini bisnis mencatatkan pertumbuhan. Segmen online to offline (omnichannel) turun 61,74 persen menjadi Rp 794,47 miliar. Sementara itu, segmen ritel juga menyusut 48,12 persen menjadi Rp 301,77 miliar.

Meski tertekan, kedua segmen tersebut tetap menjadi bagian dari ekosistem perusahaan. Bahkan, Bukalapak masih mempertahankan strategi omnichannel untuk menjaga keseimbangan bisnis.

Baca Juga :  Terbaru 2026, Begini Cara Dapat Cuan dari Instagram

Mitra Bukalapak Perkuat Ekosistem Digital

Selanjutnya, program Mitra Bukalapak terus menunjukkan perkembangan positif. Program ini berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui akses produk digital.

Pada kuartal IV 2025, segmen ini mencatat pendapatan Rp 191 miliar. Angka tersebut tumbuh 12 persen dibanding kuartal sebelumnya. Peningkatan permintaan terhadap voucher, token listrik, dan mata uang gim mendorong kinerja ini.

Platform Investasi Tumbuh Semakin Agresif

Tidak hanya itu, Bukalapak juga mempercepat ekspansi di sektor investasi digital melalui B-Money.

Pendapatan dari segmen ini naik 39 persen secara kuartalan menjadi Rp 25 miliar. Pertumbuhan ini terjadi karena jumlah investor terus bertambah. Selain itu, frekuensi transaksi pengguna juga meningkat secara konsisten.

Ritel Omnichannel Tetap Dijaga untuk Stabilitas

Sementara itu, Bukalapak tetap menjaga lini ritel berbasis omnichannel. Perusahaan memanfaatkan segmen ini untuk memperkuat ekosistem.

Pada kuartal IV 2025, segmen ritel menghasilkan Rp 74 miliar. Angka tersebut tumbuh 12 persen dibanding kuartal sebelumnya. Permintaan akhir tahun serta strategi cuci gudang mendorong peningkatan ini.

Profitabilitas Membaik, Dekati Titik Impas

Lebih lanjut, Bukalapak berhasil memperbaiki struktur biaya. Perusahaan menekan adjusted EBITDA dari minus Rp 340 miliar pada 2024 menjadi minus Rp 62 miliar pada 2025.

Baca Juga :  Lupa Password Facebook? Begini Trik Rahasia Melihat Sandi yang Tersimpan di HP!

Bahkan, pada kuartal IV 2025, posisi EBITDA hampir mencapai titik impas dengan minus Rp 9 miliar. Perbaikan ini menunjukkan arah bisnis yang semakin sehat.

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menegaskan bahwa 2025 menjadi fase penting dalam transformasi perusahaan. Ia menekankan fokus pada strategi jangka panjang yang berkelanjutan.

Cadangan Kas Besar Jadi Modal Ekspansi

Terakhir, Bukalapak mengantongi cadangan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp 17,8 triliun. Dengan modal ini, perusahaan memiliki ruang luas untuk memperluas inovasi.

Ke depan, Bukalapak berpeluang memperkuat posisinya di sektor ekonomi digital. Transformasi yang dijalankan saat ini mulai menunjukkan hasil nyata dan membuka peluang pertumbuhan baru.(*)

Berita Terkait

iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?
Harga Emas Perhiasan 17 Agustus 2026: 23 Karat Naik Tajam, Ini Daftar Lengkapnya
Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi
Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026
Pendapatan YouTube AdSense Tidak Masuk? Ini Penyebab, Jadwal Pencairan, dan Cara Mengatasinya
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 09:01 WIB

iPhone 18 Pro vs iPhone 18 Pro Max: Baterai Jumbo 5.567 mAh hingga Kamera Variable Aperture, Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Harga Emas Perhiasan 17 Agustus 2026: 23 Karat Naik Tajam, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Engagement Instagram Turun Drastis? Ini Penyebab Utama dan Cara Menaikkannya Lagi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Pajak Marketplace Ditunda 2 Bulan! Seller Online Siap Hadapi Aturan Baru November 2026

Berita Terbaru