SAROLANGUN,JS– Bupati Sarolangun H. Hurmin memimpin panen perdana cabe merah dan jagung di lahan perkebunan sawit milik Suhardin, Desa Rantau Tenang, Kecamatan Pelawan. Kegiatan ini melibatkan jajaran Forkopimda, kelompok tani Titian Tinggi, serta masyarakat setempat.
Hadirkan Forkopimda dan Pimpinan Organisasi
Bupati Hurmin menyambut langsung Ketua TP PKK Sarolangun Ny. Hj. Risha Fitria Hurmin, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah beserta istri, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto beserta istri, Ketua DWP Sarolangun Ny. Lilis Sumiati Arief, Kepala Dinas TPHP Sarolangun Dulmuin, Kepala Bappeda Ali Umar, dan Kepala Inspektorat Henriman.
Selain itu, Kepala Bakesbangpol Hudri, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Charles Siringgo-Ringgo, Camat Pelawan Sibawaihi, Kapolsek Pelawan Singkut Iptu Andico, Danramil 420-02 Ma. Limun Kapten Inf Kosni Amer, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kelompok tani, dan masyarakat desa ikut hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan pertanian di Sarolangun.
Luas Lahan dan Target Produksi
Kadis TPHP Sarolangun Dulmuin menjelaskan, petani memanen cabe, jagung, semangka, dan padi ladang dari lahan seluas 1 hektar untuk masing-masing cabe, jagung, dan semangka, serta 1,5 hektar untuk padi ladang. Sementara itu, petani menanam jagung bekerja sama dengan Polri, mengelola padi sawah dan padi ladang bersama TNI, dan menanam cabe di bawah bimbingan Pemerintah Daerah.
Lebih lanjut, Dulmuin menyatakan panen ini membantu mengantisipasi inflasi daerah dan memenuhi kebutuhan pangan menjelang bulan puasa. Tahun ini, pemerintah menargetkan menanam padi seluas 6.000 hektar dan jagung 1.000 hektar. Tak hanya itu, pemerintah menyiapkan demplot cabe seluas 2 hektar dan mengusulkan benih padi untuk 2.000 hektar ke pemerintah pusat.
Dukungan Pemasaran Hasil Panen
Dulmuin menekankan, petani menjual jagung dan padi langsung ke Bulog sesuai arahan presiden. Dengan begitu, petani tidak perlu khawatir soal pemasaran hasil panen mereka. Di sisi lain, langkah ini turut memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga di Kabupaten Sarolangun.
Bupati Dorong Inovasi dan Sinergi Pertanian
Bupati Hurmin menekankan bahwa petani harus memanfaatkan hasil panen cabe, jagung, semangka, dan padi secara optimal. Ia berharap kegiatan ini memotivasi petani meningkatkan inovasi, sinergi, dan semangat gotong royong dalam mengelola lahan pertanian.
“Metode tumpang sari yang diterapkan di perkebunan sawit ini sangat efektif dan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. Seiring dengan itu, pemerintah daerah mendukung petani agar lebih profesional dan produktif,” tegas Hurmin. Ia menambahkan, panen perdana ini menjadi momentum kebangkitan pertanian sekaligus mendorong terciptanya sumber daya manusia mandiri demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.(TIM)









