KESEHATAN,JS- Nasi menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari, sebagian besar orang mengonsumsi nasi hingga tiga kali sehari. Namun, cara memasak nasi yang salah bisa membahayakan kesehatan.
Racun Arsenik Terselip di Nasi
Penelitian di Belfast, Irlandia, awal 2019 menunjukkan bahwa nasi yang dimasak sembarangan masih menyimpan arsenik. Racun ini berasal dari limbah industri dan residu pestisida yang menempel di tanah tempat padi tumbuh.
Tambahkan Air untuk Mengurangi Arsenik
Profesor Andy Meharg dari Universitas Queens Belfast melakukan tes pada tiga metode memasak beras. Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan:
- Metode biasa (1 gelas beras + 2 gelas air)
Cara ini masih meninggalkan jejak arsenik. - Metode banyak air (1 gelas beras + 5 gelas air)
Nasi menjadi lebih lembek seperti bubur
Rendam Beras Semalaman, Cara Paling Efektif
Langkah paling ampuh ternyata sederhana. Dengan merendam beras semalaman sebelum dimasak, kadar arsenik bisa turun hingga 80 persen.
Kesimpulan: Praktik Sederhana, Hasil Sehat
Dengan menambah air saat memasak atau merendam beras semalaman, kita bisa menikmati nasi yang lebih aman dan menyehatkan. Cara-cara ini membuat nasi tetap sumber energi tanpa risiko keracunan arsenik.(*)









