China–Jepang Memanas, Beijing Panggil Dubes Jepang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Presiden China, Xi Jinping dan PM Jepang, Sanae Takaichi

Foto: Presiden China, Xi Jinping dan PM Jepang, Sanae Takaichi

INTERNASIONAL,JS – Ketegangan China–Jepang kembali naik. Beijing memanggil Duta Besar Jepang untuk China, Kenji Kanasugi, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengeluarkan pernyataan keras mengenai Taiwan. Pemanggilan ini berlangsung di tengah meningkatnya retorika tajam dari kedua negara.

Takaichi sebelumnya menyampaikan kepada parlemen Jepang bahwa Jepang dapat mengirim pasukan ke Taiwan jika terjadi serangan bersenjata. Ia menyebut bahwa situasi darurat di Taiwan bisa mengancam kelangsungan hidup Jepang, terutama jika kondisi tersebut memerlukan pengerahan kapal perang dan penggunaan kekuatan.

Menurut AFP, Wakil Menteri Luar Negeri China Sun Weidong memanggil Dubes Kanasugi pada Kamis. Kementerian Luar Negeri China kemudian memuat pernyataan itu di situs resminya pada Jumat (14/11/2025).

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Perkuat Kinerja dan Profesionalisme BUMD

Sun memberikan peringatan keras kepada Jepang. Ia menuduh Takaichi menyampaikan pernyataan keliru mengenai China. Sun menegaskan bahwa China akan membalas setiap upaya yang dianggap mengganggu proses penyatuan negara.

“China tidak akan menoleransi tindakan seperti itu,” ujar Sun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, juga meminta Jepang menarik pernyataan Takaichi.

“Pemerintah Jepang harus memperbaiki sikapnya dan mencabut ucapan yang tidak berdasar itu,” kata Lin.

Takaichi menolak menarik kembali ucapannya. Ia menilai pernyataannya masih sesuai dengan kebijakan Jepang. Namun ia mengaku akan lebih berhati-hati untuk tidak menyebut skenario tertentu secara terbuka di masa depan.

Baca Juga :  Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Takaichi selama ini dikenal sebagai politisi yang keras terhadap China. Ia sering mengunjungi Kuil Yasukuni dan vokal mendukung Taiwan. Ia juga mendorong kerja sama keamanan dengan pulau tersebut.

Ketegangan semakin membesar setelah Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, menulis ancaman di platform X. Dalam unggahan itu, Xue menyebut akan “memenggal leher kotor itu tanpa ragu sedetik pun.” Ia tidak menyebut nama Takaichi, namun ia membagikan artikel yang memuat pernyataan sang perdana menteri. Xue kemudian menghapus unggahan tersebut.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengecam tindakan Xue.

“Unggahan itu sangat tidak pantas,” ujarnya di Kanada, tempat ia menghadiri pertemuan G7.(AN)

Berita Terkait

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah
Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka
Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?
Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI
Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!
Investor Malaysia Tinjau Sabang, Rencana Bangun Hub Bunkering Internasional
Tiket Mahal dan Penerbangan Terbatas, Ini Dampak Konflik Timur Tengah
Dukung Pramuka, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan dari PPM Malaysia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Harga BBM ASEAN Meledak! Global Oil Price Tembus $100, Indonesia Masih Termurah

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:00 WIB

Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Bisa Bebani Listrik Nasional, Ini yang Terjadi di Sri Lanka

Jumat, 20 Maret 2026 - 06:00 WIB

Harga BBM Singapura Tembus Rp55 Ribu per Liter, Ini Dampaknya Bagi Indonesia?

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:00 WIB

Migrasi Pekerja Meledak, Sindikat Scam Asia Tenggara Incar WNI

Senin, 16 Maret 2026 - 06:00 WIB

Iran Pastikan Jalur Minyak Strategis Tetap Terbuka, India Lega!

Berita Terbaru