MERANGIN,JS – Pemerintah Kabupaten Merangin menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi daerah. Bupati Merangin, M. Syukur, turun langsung memimpin panen raya jagung di Balai Benih Utama (BBU) Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir, Kamis (2/4/2026).
Panen ini langsung mencuri perhatian. Lahan seluas 27 hektar menghasilkan produktivitas tinggi dengan rata-rata 5–6 ton jagung pipil per hektar. Total produksi mencapai kisaran 135 hingga 162 ton dalam satu musim tanam.
Angka tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan teknis pertanian, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan petani.
Harga Jagung Stabil, Nilai Ekonomi Langsung Melejit
Selain produksi tinggi, faktor harga ikut mendorong nilai ekonomi panen ini. Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp6.300 per kilogram. Dengan harga tersebut, total nilai produksi dari panen raya ini diperkirakan mencapai Rp850 juta hingga Rp1 miliar.
Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi sektor pertanian di Merangin. Petani mendapatkan kepastian harga, sementara pemerintah daerah berhasil menciptakan ekosistem pertanian yang produktif dan menguntungkan.
Lebih jauh lagi, stabilitas harga jagung menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga inflasi pangan, terutama di wilayah Provinsi Jambi.
Merangin Menuju Lumbung Pangan Jambi
Bupati M. Syukur tidak berhenti pada satu keberhasilan panen. Ia langsung mengarahkan langkah strategis untuk memperluas pengembangan pertanian di Merangin.
Saat ini, pemerintah daerah mengelola total 40 hektar lahan jagung yang tersebar di beberapa wilayah:
- BBU Margo Tabir: 27 hektar
- BBU Dusun Tuo: 8 hektar
- BBU Jangkat: 4 hektar
- BBU Sungai Manau: 1 hektar
Selain itu, sektor padi juga menjadi kekuatan utama. Merangin memiliki luas lahan sawah mencapai 11.692 hektar, yang berpotensi besar untuk mendukung ketahanan pangan regional.
Bupati menegaskan target besar tersebut secara terbuka. Ia ingin menjadikan Merangin sebagai lumbung pangan utama di Jambi dalam waktu dekat.
Anggaran Pertanian Jadi Prioritas Utama
Untuk mempercepat target tersebut, Bupati M. Syukur langsung mengambil langkah tegas. Ia meminta jajarannya memprioritaskan sektor pertanian dalam anggaran daerah.
Ia bahkan secara khusus menginstruksikan Kepala BPKAD untuk menambah alokasi dana pada perubahan anggaran.
Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun sektor pertanian berbasis produksi dan keberlanjutan. Dengan dukungan anggaran yang memadai, petani dapat mengakses bibit unggul, pupuk, serta teknologi pertanian modern.
Kolaborasi Stakeholder Perkuat Ketahanan Pangan
Panen raya ini juga menghadirkan berbagai pihak penting. Forkopimda, dinas terkait, Bulog, hingga BPS hadir langsung di lokasi kegiatan.
Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program pertanian. Pemerintah daerah tidak berjalan sendiri, tetapi menggandeng berbagai stakeholder untuk menciptakan sistem pangan yang stabil dan berkelanjutan.
Sinergi ini juga memperkuat distribusi hasil panen, menjaga kestabilan harga, serta meningkatkan daya saing produk pertanian Merangin di pasar regional maupun nasional.
Diversifikasi Pertanian, Kunci Ketahanan Jangka Panjang
Selain fokus pada jagung, BBU Margo Tabir juga mengembangkan berbagai komoditas lain. Saat ini, pengelola lahan mulai menanam padi sawah seluas 1,8 hektar serta hortikultura seperti cabai dan kacang tanah.
Diversifikasi ini sangat penting. Petani tidak bergantung pada satu komoditas saja, sehingga risiko kerugian dapat ditekan. Selain itu, keberagaman produk juga membantu menjaga ketersediaan pangan di daerah.
Langkah ini sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan pendapatan petani melalui berbagai sektor pertanian.
Dampak Nyata: Petani Lebih Sejahtera, Ekonomi Daerah Tumbuh
Keberhasilan panen jagung ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Petani memperoleh penghasilan yang lebih stabil, sementara roda ekonomi daerah mulai bergerak lebih cepat.
Sektor pertanian terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan pengelolaan yang tepat, Merangin memiliki peluang besar untuk menjadi contoh sukses pembangunan berbasis agrikultur di Indonesia.
Merangin Siap Jadi Kekuatan Baru Pertanian Indonesia
Panen raya jagung di Margo Tabir bukan sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Merangin memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Dengan produksi tinggi, harga stabil, dukungan anggaran, serta kolaborasi lintas sektor, Merangin bergerak cepat menuju status sebagai lumbung pangan utama di Jambi.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Merangin akan menjadi salah satu pusat pertanian unggulan di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.(*)









