Panen Ditolak Bulog, Polsek Tabir Ulu Selamatkan 6 Ton Jagung petani

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polsek Tabir Ulu Fasilitasi Angkut 6 Ton Jagung Petani

Polsek Tabir Ulu Fasilitasi Angkut 6 Ton Jagung Petani

MERANGIN,JS- Kepolisian Sektor Tabir Ulu kembali menunjukkan peran nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kali ini, aparat kepolisian turun langsung membantu petani jagung yang kesulitan menjual hasil panen perdana mereka.

Sebanyak enam ton jagung milik petani dari lima desa di Kecamatan Tabir Barat akhirnya tetap terserap pasar. Polsek Tabir Ulu memfasilitasi pengangkutan hasil panen menggunakan armada kepolisian menuju pembeli lokal di Desa Limbur Merangin, Minggu (1/3).

Langkah cepat ini menjadi solusi di tengah kekecewaan petani setelah Bulog menolak jagung mereka karena dinilai belum memenuhi standar kualitas.

Baca Juga :  Jagung Siap Panen, Bulog Menolak? Petani Merangin Terancam Rugi

Jagung Tak Terserap Bulog, Petani Terancam Rugi

Sebelumnya, para petani pemula menghadapi situasi sulit. Jagung yang baru dipanen menumpuk tanpa kepastian pembeli. Jika kondisi itu berlarut, petani berisiko mengalami kerugian besar akibat kerusakan hasil panen.

Kekecewaan pun tak terhindarkan. Pasalnya, para petani baru pertama kali mengembangkan budidaya jagung secara serius sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.

Polisi Bergerak Setelah Terima Laporan Warga

Mengetahui kondisi tersebut, Kapolsek Tabir Ulu Iptu Supranata, SH, MH langsung mengambil langkah cepat. Ia menginstruksikan jajarannya untuk membantu mobilitas hasil panen agar petani tidak kehilangan nilai ekonomi.

“Kami tidak ingin jerih payah petani terbuang sia-sia. Karena itu, kami langsung memfasilitasi pengangkutan hasil panen menuju pembeli,” kata Iptu Supranata.

Ia menegaskan, kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi solusi saat masyarakat menghadapi persoalan mendesak.

Enam Ton Jagung Diangkut ke Pembeli Lokal

Selanjutnya, Polsek Tabir Ulu menurunkan armada untuk mengangkut seluruh hasil panen jagung, dengan total mencapai enam ton. Jagung tersebut dijual ke tengkulak di Limbur Merangin sebagai langkah penyelamatan sementara.

Menurut Kapolsek, langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap keberlangsungan sektor pertanian desa.

Baca Juga :  Dari Jagung dan Umbi Jadi Cuan! 95 Ibu di Kerinci Ikut Pelatihan Kue Sehat

“Kami ingin menjaga semangat petani agar tetap percaya diri mengembangkan pertanian ke depan,” ujarnya.

Petani Kritik Bulog yang Dinilai Pasif

Meski hasil panen akhirnya laku terjual, para petani tetap menyampaikan kritik terhadap Bulog. Mereka menilai Bulog tidak aktif mendampingi petani sejak awal masa tanam.

Ketua Abdesi Kecamatan Tabir Barat, Amer Mahmud, menyebut Bulog tidak pernah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bimbingan teknis.

“Kami ini petani pemula. Sejak tanam sampai panen, tidak ada pendampingan sama sekali. Kami juga tidak tahu standar jagung yang Bulog inginkan,” tegas Amer.

Ia menilai, minimnya komunikasi membuat petani kehilangan kesempatan memenuhi standar pasar nasional.

Petani Sampaikan Aspirasi ke Pemerintah

Berkaca dari pengalaman tersebut, para petani menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah dan lembaga terkait. Mereka meminta keterlibatan aktif sejak awal proses budidaya.

Aspirasi petani mencakup:

  • Sosialisasi lapangan tentang standar kualitas jagung
  • Pendampingan teknis berkelanjutan dari masa tanam hingga panen
  • Respons cepat lembaga terkait terhadap potensi pertanian desa

Petani menilai, pendampingan yang tepat akan meningkatkan kualitas produksi pada musim tanam berikutnya.

Warga Apresiasi Langkah Cepat Polisi

Di sisi lain, masyarakat memberikan apresiasi tinggi kepada Polsek Tabir Ulu. Bantuan armada dinilai sangat meringankan beban petani, terutama dalam menekan biaya distribusi.

“Tanpa bantuan polisi, kami bingung membawa enam ton jagung ini. Setidaknya sekarang modal kami bisa kembali,” ujar Amer mewakili para kepala desa.

Aksi cepat Polsek Tabir Ulu pun menjadi contoh sinergi konkret antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan serta memperkuat ekonomi desa.(*)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Berita Terbaru

Google Gemini ubah mobil jadi teman perjalanan super pintar!

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB