Efisiensi vs Kepuasan, Alasan Konsumen Enggan Pakai CS Otomatis

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi konsumen masih pilih interaksi manusia ketimbang sistem otomatis.

Ilustrasi konsumen masih pilih interaksi manusia ketimbang sistem otomatis.

TEKNOLOGI,JS- Di tengah masifnya penggunaan teknologi dalam layanan pelanggan, preferensi konsumen ternyata belum sepenuhnya berubah. Mayoritas pelanggan masih menempatkan interaksi manusia sebagai pilihan utama dibandingkan sistem otomatis.

Riset terbaru dari Accenture Song mengungkapkan bahwa 78 persen konsumen lebih memilih berbicara langsung dengan petugas layanan pelanggan. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi digital di sektor customer service belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi publik.

Persepsi Konsumen terhadap Layanan Digital Masih Rendah

Lebih lanjut, hasil riset bertajuk Customer Service on the Brink menunjukkan hanya 32 persen responden yang merasakan perbaikan layanan pelanggan dalam lima tahun terakhir. Bahkan, hanya 18 persen konsumen yang menilai teknologi benar-benar meningkatkan pengalaman mereka.

Baca Juga :  Dunia Kerja Berubah Cepat, Tiga Teknologi Ini Jadi Kunci 2026

Layanan Pelanggan Jadi Faktor Penentu Pilihan Brand

Meski teknologi berkembang pesat, peran layanan pelanggan justru semakin krusial dalam persaingan bisnis. Sebanyak 64 persen konsumen menyebut kualitas customer service sebagai faktor terpenting dalam memilih sebuah brand.

Selain itu, pengalaman buruk berdampak langsung pada loyalitas. Sebanyak 87 persen konsumen yang merasa kecewa menyatakan kemungkinan besar akan menghindari perusahaan tersebut di masa depan.

Fokus Efisiensi Dinilai Menggerus Pengalaman Konsumen

Indonesia Lead Accenture Song, Alessandro Pucci, menilai layanan pelanggan berada di pusat relevansi dan loyalitas brand, khususnya di pasar Indonesia yang semakin digital.

Namun, ia menilai banyak perusahaan masih keliru dalam menentukan prioritas. Menurutnya, fokus berlebihan pada efisiensi biaya justru menghambat perusahaan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan.

“Layanan konsumen seharusnya menjadi sumber nilai, bukan sekadar pusat biaya,” ujar Alessandro dalam keterangannya.

Generative AI Disebut Berpotensi Jadi Game-Changer

Meski demikian, Alessandro optimistis teknologi tetap memegang peran penting jika diterapkan dengan strategi yang tepat. Ia menyebut generative AI berpotensi menjadi pengubah permainan dalam layanan pelanggan.

Baca Juga :  Dokumen Sekarang Bisa “Diajak Ngobrol”, Ini Teknologi AI di Baliknya

Teknologi ini memungkinkan personalisasi dalam skala besar, mempercepat penyelesaian masalah, serta membantu perusahaan menghadirkan layanan yang lebih proaktif dan relevan dengan kebutuhan konsumen.

Orientasi Perusahaan Bergeser Sejak 2022

Seiring waktu, orientasi perusahaan terhadap customer service juga mengalami perubahan signifikan. Sejak laporan Accenture pada 2022, jumlah pimpinan yang memandang layanan pelanggan sebagai pencipta nilai utama bagi konsumen turun hingga 60 persen.

Sebaliknya, pengendalian biaya justru semakin dominan. Sebanyak 46 persen pimpinan perusahaan menempatkan efisiensi sebagai prioritas utama, sementara 64 persen mengakui adanya kompromi antara efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

Efisiensi Naik, Loyalitas Tak Selalu Mengikuti

Dalam tiga tahun terakhir, 62 persen perusahaan berhasil menekan biaya operasional. Namun, pencapaian tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan loyalitas konsumen.

Data menunjukkan hanya 45 persen perusahaan yang mencatat peningkatan retensi pelanggan. Artinya, efisiensi tanpa strategi pengalaman pelanggan yang kuat belum tentu menghasilkan hubungan jangka panjang.

Baca Juga :  Tak Perlu Jago Coding, Google Gemini Bisa Bikin Gim dan Lagu

Kekhawatiran Konsumen terhadap Penggunaan AI

Di sisi lain, sebagian konsumen masih menyimpan keraguan terhadap pemanfaatan teknologi. Sebanyak 35 persen responden mengaku khawatir penggunaan AI justru menurunkan kualitas layanan, terutama jika menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Kekhawatiran ini menegaskan bahwa keberhasilan teknologi sangat bergantung pada cara penerapan dan integrasinya dengan peran petugas layanan.

Tiga Langkah Memperkuat Customer Service

Untuk menjawab tantangan tersebut, Accenture menekankan tiga strategi utama yang perlu segera diterapkan perusahaan.

Pertama, perusahaan perlu mempersonalisasi setiap interaksi pelanggan dengan dukungan AI, baik pada layanan mandiri maupun saat pelanggan berinteraksi langsung dengan petugas. AI harus memberi insight real-time agar percakapan lebih relevan dan solutif.

Kedua, perusahaan perlu memanfaatkan data secara maksimal untuk menghadirkan layanan yang lebih proaktif. Analisis berbasis AI memungkinkan perusahaan memprediksi potensi masalah dan menawarkan solusi sebelum konsumen menyampaikan keluhan.

Ketiga, perusahaan harus menjadikan customer service sebagai pusat insight bisnis. Integrasi data lintas fungsi dapat mendukung strategi pemasaran, pengembangan produk, hingga pengambilan keputusan jangka panjang.

Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan tidak hanya menekan biaya, tetapi juga benar-benar meningkatkan pengalaman, kepercayaan, dan loyalitas konsumen.(*)

Berita Terkait

Cara Menghitung Penghasilan Instagram Reels 2026, 1 Juta View Berapa Rupiah? Ini Rumus dan Simulasinya
Monetisasi YouTube 2026 Resmi Berubah! Ini Syarat Terbaru agar Channel Cepat Menghasilkan Uang dari Iklan
Cara Pinjam Uang di DANA 2026, Begini Cara Aktifkan DANA Cicil, PayLater hingga Cair ke Saldo dengan Aman
Apa Itu Midjourney? AI Generator Gambar yang Bikin Desainer dan Pebisnis Beralih, Begini Cara Kerja dan Keunggulannya
Cara Daftar Google AdSense 2026 Terbaru, Panduan Lengkap Agar Situs Cepat Siap Ditinjau Google
7 Software Akuntansi Terbaik di Indonesia 2026, Mekari Jurnal hingga Xero Bikin Pembukuan Bisnis Lebih Mudah
Tarif BRImo Juli 2026 Resmi Terbaru: Biaya Transfer, Admin, BI-Fast, Top Up e-Wallet, Benarkah Naik Rp150.000?
Waspada!, Gunakan NIK Orang Lain Daftar SIM Card Bisa Berujung Bui, Ini Kata Komdigi
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:01 WIB

Cara Menghitung Penghasilan Instagram Reels 2026, 1 Juta View Berapa Rupiah? Ini Rumus dan Simulasinya

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:01 WIB

Monetisasi YouTube 2026 Resmi Berubah! Ini Syarat Terbaru agar Channel Cepat Menghasilkan Uang dari Iklan

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:05 WIB

Cara Pinjam Uang di DANA 2026, Begini Cara Aktifkan DANA Cicil, PayLater hingga Cair ke Saldo dengan Aman

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:01 WIB

Apa Itu Midjourney? AI Generator Gambar yang Bikin Desainer dan Pebisnis Beralih, Begini Cara Kerja dan Keunggulannya

Senin, 20 Juli 2026 - 18:01 WIB

Cara Daftar Google AdSense 2026 Terbaru, Panduan Lengkap Agar Situs Cepat Siap Ditinjau Google

Berita Terbaru