Danau Kian Kerinci Menyusut, Ekonomi Warga Hancur, Pemerintah Masih Diam

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Danau Kerinci yang airnya terus menyusut

Kondisi Danau Kerinci yang airnya terus menyusut

KERINCI,JS– Penyusutan air Danau Kerinci kini semakin terasa oleh masyarakat. Akibatnya, kehidupan warga yang bergantung pada danau sebagai sumber penghidupan terganggu. Nelayan, petani, dan pelaku usaha pariwisata merasakan dampaknya secara langsung.

Penurunan Debit Air Bikin Nelayan dan Petani Terjepit

Seiring waktu, kelompok nelayan melaporkan hasil tangkapan ikan terus menurun. Petani menghadapi kesulitan karena lahan persawahan mengering akibat suplai air dari Sungai Batang Merangin tidak mencukupi.

Baca Juga :  Ruslan Bongkar Resiko PLTA terhadap Danau Kerinci

“Air tetap surut, ekonomi kami tetap terpuruk,” ujar seorang nelayan yang menggantungkan hidup dari danau.

Selain itu, surutnya air danau mengubah wajah destinasi wisata. Jumlah pengunjung menurun drastis. Akibatnya, pendapatan pemilik warung, pedagang kaki lima, dan penyedia jasa wisata menurun tajam. Beberapa pemilik usaha menutup toko lebih cepat untuk menekan kerugian.

Kunjungan Pemerintah Tak Berikan Solusi

Meskipun demikian, anggota DPRD Kabupaten Kerinci dan perwakilan pemerintah daerah meninjau lokasi terdampak, namun masyarakat menilai kunjungan itu hanya simbolis.

“Datang melihat, tapi setelah itu tidak ada kejelasan,” keluh nelayan lainnya.

LSM Soroti Lemahnya Pengawasan Pemerintah

Lebih jauh lagi, LSM Cakrawala menilai pemerintah daerah tidak menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan kepentingan masyarakat secara maksimal.

Baca Juga :  Bela PLTA, Alharis ; Penyusutan Danau Kerinci Faktor Curah Hujan

“Dampaknya sudah nyata, tapi pemerintah daerah seolah memilih diam,” kata Ketua LSM, Ruslan.

Danau Kerinci: Lebih dari Sekadar Lanskap

Di sisi lain, masyarakat memandang Danau Kerinci bukan sekadar lanskap alam. Danau ini menjadi sumber nafkah, identitas budaya, dan kebanggaan daerah. Jika pemerintah tidak bertindak serius, penyusutan air akan memicu krisis ekologis dan sosial jangka panjang.

Legislator dan Ahli Mendesak Tindakan Cepat

Oleh karena itu, anggota DPRD Provinsi Jambi, Afuan Yuza Putra, meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci segera membentuk tim ahli. Tim ini harus mengkaji penyebab penyusutan air secara ilmiah.

“Langkah cepat pemerintah penting untuk menjaga kepercayaan publik dan kelestarian danau,” katanya.

PLTA Batang Merangin Angkat Bicara

Sementara itu, pihak PLTA KMH Batang Merangin menjelaskan Danau Kerinci hanya menyumbang sekitar 40 persen pasokan air pembangkit. Sisanya berasal dari sungai-sungai sepanjang Batang Merangin. Humas PT KMH, Aslori, menambahkan anomali cuaca Januari 2026 mengurangi volume air yang masuk ke waduk.

Baca Juga :  Jalan Nasional di Kerinci Dikerok, Keselamatan Warga Dipertaruhkan

Kajian Hidrologi: Danau Kontributor Utama

Namun, Dosen Universitas Gadjah Mada, Dr.Eng. Ir. Akmaluddin, menilai Danau Kerinci menyumbang lebih banyak, sekitar 60 persen suplai air pembangkit. Ia menekankan bahwa danau sangat penting untuk menjaga stabilitas debit air. Selain itu, kontrak pasokan listrik dengan PLN membuat pengelola PLTA memaksimalkan aliran air, sehingga wilayah hilir merasakan penurunan debit.(AN/*)

Berita Terkait

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi
Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya
Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis
Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran
Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK
Viral! Nasabah Bank Jambi Antre Hingga Ratusan Orang untuk Ganti PIN ATM, Layanan Kembali Disorot
Bukan Bali atau Lombok, Ini Alasan Jambi Jadi Destinasi Favorit Baru 2026
APBD Jambi Tertekan! Belanja Pegawai Lewati Batas, Ini Strategi Pemprov Hadapi Krisis Anggaran
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:30 WIB

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:30 WIB

Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:00 WIB

Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK

Berita Terbaru

Kondisi jalan rnah pemetik kerinci

Daerah

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Mar 2026 - 21:30 WIB