JAMBI,JS- Kota Jambi kembali digegerkan oleh kemunculan satwa liar di area berisiko tinggi. Seekor ular sanca ditemukan berada di dalam ruang penyimpanan oksigen di RS Kambang, kawasan Jalan Amir Hamzah, Sungai Kambang, Minggu (5/4/2026).
Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi. Mengingat lokasi penemuan berada di area vital rumah sakit, potensi bahaya meningkat, baik bagi tenaga medis maupun pasien.
Laporan Masuk Lewat WhatsApp, Respon Super Cepat
Laporan pertama masuk pada pukul 12.05 WIB melalui layanan WhatsApp Damkar. Tanpa menunda waktu, tim langsung bersiap dan bergerak ke lokasi hanya dalam selang 11 menit.
Selanjutnya, tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.21 WIB. Jarak tempuh sekitar 1,8 kilometer berhasil dilalui dengan cepat berkat kesiapan armada dan koordinasi yang baik.
Pelapor bernama Herry mengungkapkan bahwa ular ditemukan di ruang penyimpanan oksigen, yang tentu memiliki tingkat risiko tinggi jika tidak segera ditangani.
Evakuasi Profesional Gunakan Peralatan Khusus
Tim yang dipimpin oleh Danru 1 Mako, Irpan Wahyudi, langsung menerjunkan lima personel dari Pleton 2 dengan armada rescue.
Petugas segera melakukan identifikasi situasi. Setelah memastikan posisi ular, tim menggunakan peralatan khusus seperti stik hook dan stik grab untuk mengendalikan pergerakan reptil tersebut.
Selain itu, petugas mengamankan bagian mulut ular menggunakan lakban guna menghindari potensi serangan selama proses evakuasi berlangsung.
Irpan Wahyudi menjelaskan bahwa tim mengutamakan kehati-hatian karena lokasi evakuasi berada di ruang penyimpanan oksigen yang sensitif terhadap gangguan.
“Kami langsung melakukan penanganan secara terukur. Lokasi sangat berisiko, sehingga semua proses dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur,” jelasnya.
Durasi Evakuasi Hanya 10 Menit, Tanpa Hambatan
Menariknya, proses evakuasi berlangsung sangat cepat. Dalam waktu sekitar 10 menit, ular sanca berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan fasilitas.
Ular tersebut memiliki panjang sekitar 1 meter dengan berat kurang lebih 1,5 kilogram. Setelah diamankan, petugas memastikan kondisi lingkungan kembali aman sebelum meninggalkan lokasi.
Kecepatan ini menunjukkan kesiapsiagaan Damkar dalam menghadapi berbagai situasi darurat, tidak hanya kebakaran tetapi juga penyelamatan hewan berbahaya.
Kunci Utama: Kecepatan dan Ketepatan Penanganan
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi menegaskan bahwa setiap personel harus mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam bertindak.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam menangani setiap laporan masyarakat.
“Kami terus menekankan kepada seluruh personel untuk bergerak cepat, tepat, dan tetap mengutamakan keselamatan. Setiap laporan harus ditangani secara profesional,” tegasnya.
Dengan pendekatan tersebut, potensi risiko dapat diminimalkan secara signifikan.
Imbauan Penting untuk Masyarakat
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak mencoba menangani sendiri hewan berbahaya seperti ular, biawak, atau satwa liar lainnya.
Langkah terbaik adalah segera melaporkan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secara aman dan profesional.
“Segera hubungi Damkar jika menemukan hewan berbahaya. Jangan ambil risiko sendiri,” tambahnya.
Imbauan ini menjadi penting, terutama di wilayah perkotaan yang mulai sering mengalami interaksi dengan satwa liar akibat perubahan lingkungan.
Fenomena Ular Masuk Permukiman, Kenapa Bisa Terjadi?
Kejadian ular masuk ke area permukiman atau fasilitas umum seperti rumah sakit semakin sering terjadi. Fenomena ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Perubahan habitat alami
- Urbanisasi yang semakin luas
- Ketersediaan makanan di lingkungan manusia
- Musim hujan yang mendorong hewan keluar dari sarangnya
Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.
Kesimpulan: Respons Cepat Selamatkan Situasi
Peristiwa ini kembali membuktikan bahwa kesiapsiagaan tim Damkar Kota Jambi patut diapresiasi. Respon cepat, peralatan lengkap, serta koordinasi yang baik mampu mengatasi situasi berbahaya dalam waktu singkat.
Selain itu, peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama.(*)









