JAKARTA,JS– Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2026. Kenaikan ini berkisar antara 6 hingga 7 persen, sesuai Keputusan MenPAN-RB Nomor 16 Tahun 2025. Seluruh instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, menggunakan keputusan ini sebagai pedoman dalam menetapkan upah PPPK.
Dengan regulasi ini, pegawai PPPK dapat memahami hak dan kewajiban mereka terkait gaji dan fasilitas tambahan. Selain itu, pemerintah berharap kebijakan ini mendorong profesionalisme PPPK dan meningkatkan kualitas layanan publik.
PPPK Paruh Waktu Sesuai UMP
Pemerintah menyesuaikan gaji PPPK paruh waktu dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) di masing-masing daerah. Keputusan ini tercantum dalam diktum ke-19 hingga ke-21 Keputusan MenPAN-RB, yang menjelaskan:
- Pegawai paruh waktu harus menerima gaji minimal sesuai UMP atau setara dengan gaji sebelumnya.
- Instansi menggunakan anggaran selain belanja pegawai untuk membayar gaji.
- Pegawai tetap memperoleh fasilitas tambahan sesuai aturan yang berlaku.
Penyesuaian ini memastikan PPPK paruh waktu menerima kompensasi adil dan sesuai standar hidup di wilayah kerja mereka.
Rincian UMP 2026 di 22 Provinsi
Sebanyak 22 provinsi menetapkan UMP untuk 2026, dengan kenaikan 2,7 hingga 9 persen, menyesuaikan kondisi ekonomi dan inflasi masing-masing daerah. Beberapa contohnya:
- DKI Jakarta: Rp5,7 juta (naik 6,1%)
- Sumatera Utara: Rp3,22 juta (naik 7,9%)
- Jawa Timur: Rp2,44 juta (naik 6,1%)
- Nusa Tenggara Barat: Rp2,67 juta (naik 2,72%)
- Sulawesi Tengah: Rp3,17 juta (naik 9,08%)
Kenaikan UMP memengaruhi gaji PPPK, sehingga pegawai menerima kompensasi yang mencerminkan biaya hidup lokal.
Faktor-Faktor yang Menentukan Gaji PPPK
Selain UMP, beberapa faktor lain menentukan besaran gaji PPPK:
- Kategori Pegawai – Pegawai penuh waktu menerima gaji lebih tinggi karena jam kerja dan tanggung jawab lebih besar.
- Lokasi Kerja – Gaji di daerah dengan UMP tinggi, seperti DKI Jakarta, lebih besar dibanding daerah dengan UMP rendah, seperti Nusa Tenggara Barat.
- Pendidikan dan Jabatan – Pegawai dengan pendidikan tinggi atau posisi strategis memperoleh gaji dan tunjangan lebih besar.
- Kebijakan Instansi – Instansi menambahkan tunjangan kinerja, tunjangan jabatan, atau insentif proyek tertentu untuk meningkatkan gaji pokok.
- Peraturan Pemerintah – MenPAN-RB memastikan instansi membayar gaji secara adil dan transparan.
Dengan kombinasi faktor ini, gaji PPPK menyesuaikan tanggung jawab dan kondisi kerja di masing-masing daerah.
Harapan Pemerintah dalam Kenaikan Gaji PPPK
Pemerintah berharap kenaikan gaji meningkatkan kesejahteraan PPPK. Selain itu, kebijakan ini mendorong pegawai bekerja lebih profesional dan meningkatkan kualitas layanan publik. Penyesuaian gaji yang adil dan sesuai standar hidup juga menciptakan sistem remunerasi yang transparan dan merata di seluruh Indonesia.(TIM)









