BISNIS,JS- Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi perhatian pasar kripto pada Rabu, 23 September 2026. Pergerakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut kembali menguat setelah BTC mengalami reli dalam beberapa hari terakhir.
Data pasar terbaru menunjukkan harga Bitcoin berada di kisaran US$86.000-an per BTC. Coinbase mencatat harga Bitcoin sekitar US$86.144, sementara data Investing.com menunjukkan BTC bergerak di sekitar US$85.618 dengan kenaikan sekitar 5,15 persen dalam periode yang dipantau.
Jika dikonversikan ke rupiah, nilai satu Bitcoin berada di kisaran Rp1,5 miliar lebih. Data BTC/IDR dari CoinMarketCap menunjukkan nilai sekitar Rp1,53 miliar untuk 1 BTC, sedangkan data Investing.com juga menempatkan BTC/IDR pada kisaran Rp1,52 miliar.
Pergerakan tersebut membuat pasar kembali memperhatikan Bitcoin setelah harga aset digital itu mengalami tekanan pada pertengahan September. Dalam beberapa hari terakhir, BTC berhasil membangun momentum kenaikan dan kembali mendekati level US$87.000.
Harga Bitcoin Hari Ini dalam Rupiah
Bagi investor Indonesia, harga Bitcoin dalam rupiah menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari karena perubahan kurs dolar AS dapat memengaruhi nilai BTC/IDR.
Pada perdagangan terbaru, data CoinMarketCap menunjukkan harga 1 BTC sekitar Rp1,53 miliar. Angka tersebut dapat berubah setiap saat karena pasar kripto beroperasi sepanjang waktu.
Sementara itu, data Investing.com mencatat BTC/IDR sekitar Rp1,524 miliar dan menunjukkan kenaikan sekitar 5,85 persen dalam data real-time yang mereka tampilkan.
Karena itu, pembaca sebaiknya tidak menganggap angka harga Bitcoin sebagai nilai tetap. Harga dapat berubah dalam hitungan menit, bahkan detik, ketika volume transaksi meningkat.
Selain itu, setiap platform perdagangan dapat menampilkan harga yang sedikit berbeda. Perbedaan tersebut muncul karena masing-masing bursa memiliki likuiditas, volume transaksi, spread, dan aktivitas pembeli serta penjual yang berbeda.
Bitcoin Sempat Menyentuh Area US$87.000
Kenaikan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian karena BTC sempat mencapai area di atas US$87.000.
Data historis Investing.com mencatat Bitcoin mencapai level tertinggi harian sekitar US$87.363 pada 21 September 2026. Pada hari yang sama, BTC mencatat kenaikan harian sekitar 6,71 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan perubahan yang cukup cepat dibandingkan posisi Bitcoin pada pertengahan September.
Pada 15 September, data historis yang sama mencatat harga BTC berada di sekitar US$75.620. Setelah itu, Bitcoin bergerak naik secara bertahap dan kemudian mencatat lonjakan pada 18 September serta 21 September.
Kondisi tersebut membuat perhatian investor kembali tertuju pada level US$86.000 hingga US$87.000.
Level tersebut penting bagi pelaku pasar karena pergerakan Bitcoin di sekitar area harga tinggi biasanya menghadirkan aktivitas transaksi yang lebih besar. Sebagian trader memilih menunggu konfirmasi arah berikutnya sebelum mengambil keputusan.
Mengapa Harga Bitcoin Kembali Naik?
Pergerakan Bitcoin tidak hanya bergantung pada satu faktor. Pasar kripto merespons berbagai perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter, sentimen investor, kondisi pasar saham, perkembangan regulasi, serta arus dana ke aset digital.
Dalam perdagangan terbaru, Bitcoin ikut bergerak bersama penguatan sejumlah aset berisiko. MarketWatch melaporkan Bitcoin sempat naik lebih dari 7 persen dan menembus US$86.000 ketika pasar saham teknologi juga menguat.
Situasi tersebut menunjukkan hubungan Bitcoin dengan sentimen risiko di pasar keuangan global tetap menjadi perhatian.
Selain itu, aktivitas pada instrumen derivatif Bitcoin seperti futures dan options juga dapat memengaruhi volatilitas. Ketika aktivitas perdagangan meningkat, perubahan harga dapat berlangsung lebih cepat.
Namun, investor perlu memahami bahwa kenaikan tajam tidak otomatis menjamin kenaikan berikutnya. Bitcoin tetap memiliki volatilitas tinggi sehingga harga dapat bergerak naik dan turun dalam waktu singkat.
Pergerakan Bitcoin September 2026
Perjalanan Bitcoin sepanjang September menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Data historis Investing.com mencatat BTC berada di sekitar US$77.431 pada 1 September. Harga kemudian bergerak naik hingga sekitar US$82.178 pada 3 September sebelum kembali mengalami koreksi.
Pada 15 September, Bitcoin berada di sekitar US$75.620. Setelah itu, harga mulai membangun momentum positif.
Pada 18 September, Bitcoin naik sekitar 5,81 persen dan mencapai level harian sekitar US$81.359. Kemudian pada 21 September, BTC mencatat kenaikan sekitar 6,71 persen dengan level tertinggi harian US$87.363.
Data tersebut menggambarkan betapa cepatnya perubahan harga Bitcoin dalam satu bulan.
Karena itu, investor yang mengikuti Bitcoin perlu melihat pergerakan dalam beberapa rentang waktu, bukan hanya melihat perubahan harga dalam satu hari.
Harga Bitcoin Bisa Berbeda di Setiap Platform
Pembaca juga perlu memahami perbedaan harga Bitcoin antara satu platform dengan platform lainnya.
Harga yang tampil di bursa kripto dapat berbeda karena setiap platform memiliki buku order masing-masing. Jumlah pembeli dan penjual juga tidak selalu sama.
Selain itu, kurs rupiah terhadap dolar AS ikut memengaruhi harga BTC dalam rupiah.
Contohnya, ketika harga Bitcoin dalam dolar tidak mengalami perubahan besar tetapi nilai rupiah bergerak terhadap dolar, harga BTC dalam rupiah tetap dapat berubah.
Faktor lain seperti spread transaksi dan biaya perdagangan juga perlu diperhatikan ketika seseorang menghitung harga pembelian atau penjualan Bitcoin.
Cara Memantau Harga Bitcoin Secara Real-Time
Investor dapat menggunakan sejumlah platform untuk memantau harga Bitcoin.
Beberapa layanan menyediakan grafik harga, volume perdagangan, order book, indikator teknikal, serta data historis.
CoinMarketCap menyediakan data harga Bitcoin terhadap berbagai mata uang, termasuk rupiah. Data real-time CoinMarketCap yang tersedia saat pengecekan menunjukkan BTC/IDR berada di sekitar Rp1,53 miliar.
Coinbase juga menyediakan informasi harga Bitcoin dalam dolar AS. Saat pengecekan, platform tersebut menampilkan harga BTC sekitar US$86.144.
Sementara itu, Investing.com menyediakan data historis BTC serta pasangan BTC/IDR. Platform tersebut mencatat BTC sekitar US$85.618 dalam data real-time yang tersedia dan menunjukkan rentang harian sekitar US$85.429 hingga US$86.616.
Trader juga dapat menggunakan TradingView untuk melihat grafik dan berbagai indikator teknikal. Sementara itu, pengguna Indonesia dapat memeriksa harga serta transaksi Bitcoin melalui bursa lokal yang menyediakan pasangan BTC/IDR.(*)










