MERANGIN,JS – Harga Cabai Merah Dongkrak IPH Merangin Awal Februari
Memasuki awal Februari 2026, harga cabai merah kembali melonjak di Kabupaten Merangin. Kenaikan harga komoditas ini langsung mendorong Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah.
Data Rapat Koordinasi Kurva Bukti (Rakor Kurbuk) dan Kurva Tutup (Rakor Kurtup) mencatat IPH Merangin naik 1,93 persen. Pemerintah daerah membahas data tersebut dalam rapat pada Senin (9/2/2026) di Ruang Kerja Kepala Bappeda Merangin.
TPID Bahas Pergerakan Harga Pangan
Staf Ahli III Bupati Merangin, Hendri Widodo, memimpin rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Merangin. Tim mengevaluasi pergerakan harga kebutuhan pokok dan potensi tekanan inflasi.
Hasil pemantauan menunjukkan cabai merah menyumbang andil terbesar terhadap kenaikan IPH. Komoditas ini mencatat kontribusi 2,4695 persen, jauh di atas komoditas lainnya.
Pemkab Merangin Perketat Pengawasan Pasar
Menanggapi lonjakan tersebut, Hendri Widodo meminta TPID meningkatkan pengawasan langsung ke pasar. Ia menilai pengendalian harga cabai merah harus berjalan sejak awal.
“Kenaikan ini perlu kita waspadai. Cabai merah memberi kontribusi paling besar. TPID harus turun ke lapangan, memastikan stok aman, dan menjaga distribusi tetap lancar,” ujar Hendri.
Ia menegaskan bahwa pengawasan rutin akan melindungi daya beli masyarakat dari tekanan harga.
Komoditas Lain Beri Andil Lebih Kecil
Selain cabai merah, cabai rawit ikut mendorong kenaikan IPH dengan andil 0,3298 persen. Bawang merah menyusul dengan kontribusi 0,0975 persen.
Namun, kedua komoditas tersebut belum mampu menyaingi pengaruh cabai merah terhadap pergerakan harga minggu berjalan.
Fluktuasi Harga Cabai Merah Masih Tinggi
Cabai merah juga mencatat tingkat fluktuasi harga tertinggi di Merangin. Nilai Coefficient of Variation (CV) komoditas ini mencapai 0,064 pada minggu berjalan.
Angka tersebut menunjukkan harga cabai merah bergerak dinamis dan berpotensi berubah dalam waktu singkat.
Pemerintah Fokus Jaga Pasokan dan Distribusi
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Merangin mendorong TPID memperkuat koordinasi lintas sektor. Tim memprioritaskan pengamanan pasokan, kelancaran distribusi, dan pengawasan harga di tingkat pedagang.
Pemerintah daerah berharap langkah ini mampu menekan gejolak harga cabai merah sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Merangin.(*)









