Harga Kopi Melonjak, Pencurian Kebun Meningkat! Petani Kerinci Rela Menginap di Pondok Demi Amankan Hasil Panen

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak tanaman kopi milik warga yang dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab, usai memanen paksa buahnya.

Tampak tanaman kopi milik warga yang dirusak oknum yang tidak bertanggung jawab, usai memanen paksa buahnya.

KERINCI,JS- Lonjakan harga kopi yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir ternyata membawa dampak lain di tingkat petani. Di Desa Masgo, Kabupaten Kerinci, aksi pencurian hasil kebun kian marak hingga membuat para petani mengambil langkah ekstrem: menginap di pondok kebun demi menjaga hasil panen mereka.

Fenomena ini tidak hanya menunjukkan tingginya nilai ekonomi komoditas kopi saat ini, tetapi juga mengungkap tantangan serius yang dihadapi petani di daerah dengan keterbatasan infrastruktur komunikasi.

Petani Terpaksa Bermalam di Kebun

Seiring meningkatnya kasus pencurian, para petani di Desa Masgo kini memilih untuk bermalam langsung di pondok kebun mereka. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar hasil panen tidak dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pen (45), salah satu petani kopi setempat, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat meresahkan. Ia bahkan harus meninggalkan kenyamanan rumah demi menjaga tanaman yang telah dirawat selama bertahun-tahun.

“Sekarang harga kopi lagi tinggi, jadi kami khawatir kecolongan lagi. Mau tidak mau harus jaga langsung di kebun,” ujarnya.

Tidak hanya Pen, sejumlah petani lain juga melakukan hal serupa. Bahkan, mereka membentuk semacam sistem ronda sederhana di area kebun untuk meningkatkan pengawasan.

Baca Juga :  RS Bukit Kerman Kini Layani Rawat Inap, Warga Kerinci Tak Perlu Berobat Jauh Lagi

Komunikasi Terbatas, HT Jadi Andalan

Di tengah kondisi tersebut, masalah lain muncul: keterbatasan jaringan seluler. Desa Masgo diketahui memiliki akses sinyal yang tidak stabil, terutama di area perkebunan yang jauh dari permukiman.

Akibatnya, para petani kembali mengandalkan alat komunikasi lama, yaitu Handy Talky (HT), untuk berkoordinasi satu sama lain.

“Kalau pakai HP sering tidak ada jaringan. Jadi kami aktifkan lagi HT untuk komunikasi cepat antar petani,” jelas Pen.

Penggunaan HT dinilai lebih efektif dalam situasi darurat, terutama ketika terjadi indikasi pencurian di salah satu titik kebun. Dengan alat ini, informasi bisa langsung tersebar tanpa terganggu sinyal.

Aksi Pencurian Kian Meresahkan

Dalam beberapa waktu terakhir, warga mencatat sudah terjadi beberapa kasus pencurian di kebun kopi. Tidak hanya buah kopi yang siap panen, pelaku juga kerap merusak tanaman, sehingga menambah kerugian petani.

Padahal, proses menanam kopi bukanlah hal instan. Dibutuhkan waktu lebih dari tiga tahun hingga tanaman bisa menghasilkan buah dengan kualitas baik.

“Menanam kopi itu butuh waktu lama. Kalau sudah berbuah lalu dicuri atau dirusak, tentu sangat menyakitkan,” kata Pen dengan nada kecewa.

Kondisi ini membuat para petani berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik dari aparat keamanan maupun pemerintah daerah.

Harga Kopi Tinggi, Risiko Juga Meningkat

Di sisi lain, tingginya harga kopi memang menjadi daya tarik tersendiri. Namun, hal ini juga berbanding lurus dengan meningkatnya risiko pencurian.

Secara global, permintaan kopi terus meningkat, terutama untuk pasar ekspor. Hal ini berdampak pada kenaikan harga di tingkat petani, termasuk di wilayah Kerinci yang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas di Indonesia.

Namun demikian, tanpa sistem keamanan yang memadai, keuntungan yang diharapkan justru bisa berubah menjadi kerugian besar.

Harapan Petani: Keamanan dan Infrastruktur

Melihat kondisi yang ada, para petani Desa Masgo berharap adanya solusi jangka panjang. Tidak hanya pengamanan rutin dari aparat, tetapi juga peningkatan infrastruktur, terutama jaringan komunikasi.

Dengan jaringan yang lebih baik, petani bisa menggunakan teknologi modern seperti kamera pengawas atau sistem alarm berbasis internet untuk menjaga kebun mereka.

Selain itu, dukungan pemerintah dalam bentuk penyuluhan dan bantuan keamanan juga dinilai sangat penting untuk menekan angka pencurian.

Baca Juga :  Oknum Gunakan Nama H Anto untuk Penipuan Lewat WhatsApp

Peran Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan

Di tengah keterbatasan, solidaritas antar petani menjadi kunci utama. Mereka kini lebih aktif saling berkomunikasi dan menjaga area kebun secara bersama-sama.

Langkah ini terbukti cukup efektif untuk mencegah aksi pencurian, meski belum sepenuhnya menghilangkan ancaman.

Ke depan, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi para petani.

Kesimpulan

Kasus pencurian kopi di Desa Masgo menjadi gambaran nyata bahwa peningkatan nilai ekonomi suatu komoditas harus diimbangi dengan sistem keamanan yang memadai.

Petani tidak hanya membutuhkan harga jual yang tinggi, tetapi juga perlindungan atas hasil kerja keras mereka. Tanpa itu, kesejahteraan yang diharapkan akan sulit tercapai.(AN)

Berita Terkait

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat
Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya
Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan
Kabut Asap Sungai Penuh Makin Mengkhawatirkan, Wali Kota Alfin Imbau Warga Pakai Masker
Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air
Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg
Sekda Alpian Hadir di Jambi Elok Nian Bungo, Ada Pesan Penting soal Budaya Melayu
Wali Kota Jambi Siapkan Jam Malam, Patroli Geng Motor Diperketat di Titik Rawan
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Sekolah TK dan PAUD di Kota Jambi Diliburkan, 794 Hotspot Karhutla Terpantau: Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Clean Water Service Terganggu di Sungai Penuh, Ini Wilayah Terdampak dan Jadwal Perbaikannya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Kabut Asap Jambi Makin Tebal, 2 Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat dan Dialihkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kebakaran Lahan Pinang 2,5 Hektare di Muntialo Makin Sulit Dipadamkan, Petugas Hadapi Krisis Sumber Air

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:01 WIB

Harga Cabai Keriting di Kerinci dan Sungai Penuh Hari Ini: Cabai Hijau Justru Lebih Mahal, Tembus Rp35 Ribu per Kg

Berita Terbaru