MERANGIN,JS– Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram membuat masyarakat khawatir. Untuk itu, Komisi II DPRD Merangin menggelar hearing bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Merangin, Senin (2/2/2026).
Harga Gas Melonjak di Tingkat Pengecer
Masyarakat kesulitan mendapatkan gas di pangkalan resmi. Akibatnya, pengecer menaikkan harga hingga Rp50 ribu per tabung. Selain itu, kelangkaan ini memaksa masyarakat membeli gas dengan harga tinggi.
DPRD dan DKUKMPP Sepakati Langkah Solutif
Ketua Komisi II DPRD Merangin, Saiful Hadi, menyampaikan beberapa langkah untuk mengatasi masalah ini. “Pertama, DKUKMPP akan meningkatkan pengawasan pendistribusian gas dari agen ke pangkalan,” ujar Saiful Hadi.
Selain itu, DKUKMPP akan membuka posko pengaduan di setiap kecamatan. Camat, kepala desa, RT, dan masyarakat setempat akan ikut mengawasi distribusi gas.
“Lebih lanjut, DKUKMPP akan menata ulang penyebaran gas di pangkalan, menambah jumlah pangkalan, dan mengajukan penambahan kuota tabung,” tambah Saiful Hadi.
Operasi Pasar Siap Digelar Menjelang Ramadan
Sebagai langkah cepat, DKUKMPP akan menggelar Operasi Pasar (OP) menjelang dan selama Ramadan. Dengan begitu, masyarakat memperoleh gas elpiji subsidi dengan harga wajar selama bulan suci.
Anggota DPRD dan Pejabat DKUKMPP Hadir
Hearing ini menghadirkan anggota Komisi II DPRD Merangin, termasuk Samdianto (Golkar), Darmadi Enggol (Perjuangan Nusantara), Parhan (PPP), Indra Geni (Perindo), Abdul Khalim (PKB), Mira Sartika (PAN), Rahmat Hidayat (PAN), dan Patria Nanta Samosir (Demokrat). Sementara itu, Sekretaris Dinas Linnun Zarlina, Kabid Perdagangan Riko, dan jajaran DKUKMPP ikut hadir.
Harapan untuk Masyarakat
Dengan langkah-langkah tersebut, DPRD dan DKUKMPP berharap distribusi gas elpiji subsidi merata sehingga masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga wajar.(*)









