BISNIS,JS- BNI Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko koreksi jangka pendek, terutama jika indeks belum mampu menembus level kunci.
Seiring dengan proyeksi tersebut, sejumlah saham seperti PANI, JPFA, hingga EMAS masuk radar pelaku pasar untuk perdagangan hari ini.
Asing Borong Saham Big Caps
Pada perdagangan Rabu (25/2/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 0,5% ke level 8.322. Penguatan ini terjadi sejalan dengan kembalinya minat beli investor asing.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, investor asing mencatatkan net buy sekitar Rp1,18 triliun. Adapun saham-saham yang paling banyak diborong antara lain BBRI, BBCA, UNTR, ADRO, dan ASII.
Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka pendek IHSG, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Sentimen Global Jadi Katalis Positif
Selain faktor domestik, sentimen global turut memberikan dorongan. Bursa saham Amerika Serikat yang berpusat di Wall Street kembali ditutup menguat dan mencetak level tertinggi.
Pada perdagangan Rabu malam waktu setempat, Dow Jones Industrial Average naik 0,63%, S&P 500 menguat 0,81%, sementara Nasdaq Composite melesat 1,26%, didorong penguatan saham-saham teknologi.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai penguatan pasar global tersebut membuka peluang lanjutan bagi IHSG.
“Namun investor tetap perlu berhati-hati. Selama IHSG belum mampu menembus level 8.450, peluang koreksi masih terbuka,” jelasnya dalam riset harian.
Untuk perdagangan kemarin, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di kisaran support 8.250–8.270 dan resistance 8.380–8.450.
Dengan rentang tersebut, strategi trading jangka pendek dinilai lebih relevan dibandingkan pembelian agresif.
Saham Pilihan untuk Trading Hari Ini
Selanjutnya, BNI Sekuritas merekomendasikan beberapa saham sebagai trading idea yang dinilai memiliki peluang teknikal menarik:
- PANI: Buy if Break950, target 10.075–10.200, cut loss di bawah 9.850.
- JPFA: Spec Buy area 2.390–2.410, cut loss di bawah 2.380, target 2.470–2.530.
- BULL: Spec Buy area 520–535, cut loss di bawah 520, target 550–570.
- EMAS: Buy on Weakness area 8.225–8.300, cut loss di bawah 8.150, target 8.400–8.550.
- ENRG: Spec Buy area 1.530–1.545, cut loss di bawah 1.510, target 1.570–1.620.
- RAJA: Spec Buy area 4.640–4.720, cut loss di bawah 4.630, target 4.800–4.850.
Investor Diminta Tetap Disiplin
Sebagai penutup, meski peluang penguatan IHSG masih terbuka, investor disarankan tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko. Selain itu, pergerakan indeks di area resistance utama perlu menjadi perhatian utama sebelum mengambil keputusan lanjutan.
Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)









